Well, this post is going to be this blog’s last post in Anno Domini 2011.
Saturday, December 31, 2011
Posted by Syeilendra Pramuditya on December 31, 2011
Posted in whatever | Leave a Comment »
Uang kertas, inflasi, redenominasi, dan kebingungan
Posted by Syeilendra Pramuditya on December 21, 2011
Berita menarik bulan ini: BI berencana melakukan redenominasi mata uang rupiah 1:1000 dengan time frame 10 tahun, ini berarti kita akan memasuki masa sosialisasi dan transisi moneter, yang juga berarti orang2 akan mencari tahu dan berfikir (lebih dari biasanya) tentang mata uang.
Orang2 akan memiliki kesadaran moneter lebih tinggi dari biasanya, di saat seperti ini bukan hanya BI yang bisa sosialisasi, tiap2 kita juga harus melakukan sosialisasi tentang sistem keuangan & moneter aneh yang entah kenapa terus-menerus diterapkan selama puluhan tahun, so teman2, di waktu2 luang, mari kita semua pelajari tentang inflasi dan redenominasi, mari pelajari betapa hal ini sudah terjadi puluhan kali di banyak negara, dan akan selamanya terjadi selama banknote digunakan sebagai currency, mari juga pelajari bagaimana inflasi dan spekulasi & manipulasi keuangan (krismon 97/98 adalah salah satu contohnya) telah merusak purchasing power semua orang.

Inflasi di Jerman tahun 1920an
Di waktu2 senggang, mari jelaskan pada orang2 sekitar kita tentang inflasi uang kertas dan semua kebingungan yang menyertainya, saat2 seperti ini, ketika perubahan moneter yang cukup signifikan akan terjadi, adalah momentum yang sangat bagus sekali bagi kita semua untuk mempelajari, mendiskusikan, dan mensosialisasikan kembalinya sistem moneter berbasis real money: koin emas dan perak.
Satu negara bagian Malaysia, Kelantan, sudah memulai gerakan kembali ke real money emas dan perak. Dan salah satu agenda utama capres 2012 Amerika, congressman Ron Paul juga adalah kembali ke real money. Gerakan kembali ke real money sudah dimulai di berbagai belahan dunia sejak bbrp tahun lalu, termasuk pendirian World Islamic Mint. Kalau perubahan politik di Mesir (katanya) bisa terjadi karena facebook dan twitter, mengapa tidak perubahan moneter di Republik Indonesia juga bisa terjadi karena facebook dan twitter.
Terimakasih telah membaca artikel singkat ini, dan saya meng-encourage anda semua untuk menulis artikel semacam ini, siapa tahu perubahan yang sebenarnya akhirnya bisa benar2 terjadi.
*Saya merekomendasikan anda membaca artikel2 dan buku2 congressman Ron Paul tentang sistem moneter berbasis real money.
http://us.finance.detik.com/read/2011/12/06/074028/1783497/5/rp-1000-segera-berganti-menjadi-rp-1 [arsip]
Posted in economics | Tagged: congressman ron paul, inflasi, mata uang, redenominasi, ron paul, rupiah, sistem moneter, Uang kertas | Leave a Comment »
Catatan perjalanan: NURETH-14 Conference
Posted by Syeilendra Pramuditya on October 8, 2011
Alhamdulillah.. dapet rejeki lagi berupa kesempatan menghadiri conference.. =)
Nama conference nya NURETH-14, dengan venue di Toronto, Ontario, Canada.
Saya berangkat dari Narita hari Sabtu, 24 September, pesawatnya take off jam 17.45 Tokyo time. Saya menggunakan Air Canada, direct flight Tokyo-Toronto, tadinya sempat mikir mau pake Delta Air Lines, karena harga tiketnya yang lebih murah, tapi ternyata harus transit di Los Angeles, yang berarti saya harus apply visa Amerika. Karena waktu yang cukup mepet dan sy jg sempat dengar kabar bahwa ada beberapa teman Indonesia yang aplikasi visanya mengambang sampai beberapa bulan di Kedubes Amerika di Tokyo, jadilah saya menggunakan Air Canada yang lebih mahal, ongkos 2-way sekitar JPY 200,000.
Seperti biasa, saya kebagian kelas ekonomi hehe.. tp gpp.. kelas ekonomi juga nyaman koq. Pesawatnya jenis Boeing 777, dan saya kebagian kursi nomor 54A: Window Seat, cihuy bisa liat pemandangan! =) Berbeda dengan transit flight yang menggunakan jalur Pacific Ocean, direct flight ternyata menggunakan jalur Bering Strait, sehingga pesawat yang saya naiki melewati daerah2 sekitar selat Bering dan Alaska. Cuma sayang ternyata pramugari memerintahkan kami menutup jendela, agar tidak mengganggu tidur kami katanya, yahhh ga jadi dah liat pemandangan……. =(

Pemandangan padang es di sekitar Alaska
Perjalanan memakan waktu sekitar 12 jam, alhamdulillah selama perjalanan flight nya lancar2 saja. Selama perjalanan, kami disediakan makan 2 kali, lumayan lah hehe..
Akhirnya hari Sabtu, 24 September, jam 16.35 Toronto time, pesawatnya landing di Pearson International Airport. Dari Pearson saya menggunakan bis untuk sampai ke hotel saya di downtown Toronto, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Saya menginap di Metropolitan Hotel Toronto, sedangkan tempat conference nya sendiri di Hilton Hotel Toronto, dekat dengan hotel saya, cuma 10 menit jalan kaki.

Pemandangan dari jendela bis
Suasana kamar hotelnya secara umum tidak sebersih dan secanggih hotel2 di Jepang atau Korea, walaupun sewanya jauh lebih mahal dari hotel2 sekelas di Jepang, yaitu CAD 370 per malam, atau sekitar JPY 27,500, bandingkan dengan hotel2 sekelas di Jepang yang hanya sekitar JPY 6000. Koneksi wireless internet hotel nya juga ternyata jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhh lebih lambat dari koneksi paling murah sekalipun di Tokyo, koneksi internetnya bener2 rasa Indonesia hehe =P.
Walaupun local time lebih lambat 13 jam dari Tokyo, ternyata saya tidak mengalami jet lag, malam itu saya bisa dengan mudah tidur dan bangun pagi keesokan harinya, alhamdulillah.. =)
Hari Minggu, karena tidak ada official program di tempat konferens, saya sempatkan jalan2 sebentar menyusuri kota. Kotanya memang beda sekali dengan Tokyo (apalagi Bandung! =D), jadi lumayan menarik juga buat saya, yang jelas kerasa banget sensasi luar negerinya! mungkin karena banyak banget orang bulenya, beda dengan Tokyo hehehe..

Bangunan unik Royal Ontario Museum
Hari itu ternyata sedang ada semacam festival kampus di sekitaran Queen’s Park dan Toronto University, suasananya ramai juga. Saya sempat melihat booth mahasiswa Malaysia yang menjual martabak, saya coba cari2 siapa tau ada booth Indonesia, tapi sepertinya tidak ada.

Festival kampus di sekitar Toronto University
Beberapa impresi awal yang saya dapat ketika baru sampai di Toronto:
- Pemandangannya campuran antara Amerika dan Eropa klasik, dengan gedung2 pencakar langit a’la New York dan gedung2 anggun a’la Eropa saling berdampingan
- Kotanya relatif tidak sebersih dan seteratur Tokyo, trotoar2 besar memang ada, tapi seperti dibangun ala kadarnya, lain dengan trotoar2 di Tokyo yang lebih bagus
- Kotanya sangat kosmopolitan, sepertinya semua suku bangsa ada di kota ini, walaupun saya belum bertemu orang Indonesia sih.. ada orang2 negro dan Amerika latin yang lumayan banyak, ada juga orang2 Cina yang asyik ngobrol dengan bahasa mereka sendiri
- Banyak sekali orang Islam di kota ini, kemanapun saya melihat, pasti ada perempuan2 berjilbab, ada juga beberapa pria yang menggunakan baju bergaya muslim. Dari physical appearance nya, tampaknya mereka berasal dari Afrika utara. Mungkin karena banyak orang Islam, penjual hotdog pinggir jalan pun ada yang memasang label halal!
- Lumayan banyak gelandangan dan pengemis, mereka tidak selalu orang negro atau latin, tapi pengemis2 bule pun tampak di beberapa sudut kota. Saya pun sempat dimintai a quarter atau 25 sen
- Seperti di kota2 besar dunia lainnya, di Toronto juga ada banyak taman dengan berbagai ukuran. Yang berbeda dari taman2 di Tokyo adalah bahwa taman2 di Toronto ada penghuninya: tupai2 lucu yang bebas berkeliaran!
Hari Senin pagi baru saya pergi ke Hilton, untuk registrasi dan menghadiri opening ceremony dan plenary session. Saya sendiri kebagian presentasi hari Selasa, di ruangan yang (alhamdulillah? =P) tidak terlalu besar. Slot waktu presentasinya sendiri adalah 20 menit, dimana kami diminta menyisakan 3-5 menit untuk tanya jawab. Waktu saya presentasi bos hadir juga di ruangan itu, mungkin maksudnya ngasih semangat kali ya, tapi malah jadi rada grogi hehe..

Beberapa sudut kota Toronto
Yang sedikit repot adalah urusan makanan. Karena saya datang ke Toronto ini bisa dibilang sendirian, urusan makan jadi lumayan repot juga. Memang bos juga datang sih, cuma karena beliau cukup terkenal di kalangan mbah2 nuklir Amerika, jadi beliau ya kongkownya sama mereka2. Restoran sih banyak banget disini, mau makanan apa aja ada, dari pizza, kare India, makanan Thailand, sampai sushi pun ada, cuma makan sendirian di restoran ga asik banget kan.. jadilah saya memilih untuk membeli makanan2 yang praktis saja (seperti roti dan sandwich) di convenience store. Berbeda dengan di Jepang, di sini harga2 yang terpampang di rak ternyata belum termasuk pajak dll. Ketika saya membeli snack, tulisan di rak harganya 3.59 dollar, jadi di kasir saya keluarkan 4 dollar, trus kasirnya nanya “do you have 4 cents?” agak bingung saya jawab “no I don’t have”, dia bilang lagi “well it’s 4.06 dollar”, loh?? akhirnya agak malu saya keluarkan uang 5 dollar. Lagi2 lain dengan di Jepang, kasir secara default tidak memberi kantong plastik ataupun bon pembelian. Juga lain dengan di Jepang, they don’t smile.
Suatu malam saya lagi nyari makan malem di semacam restoran deket hotel, pas mau ngambil minum sy pilih softdrink rasa stroberi, pas mesinnya dipencet ko warnanya merah bening kaya air putih, sempat mikir juga, ini udah abis apa emang warna minumannya ky gini..? tiba2 orang negro jangkung di sebelah saya manggil “yo brada!!”, waduh kaget juga, ni orang item ngapain manggil2 saya??, trus dia bilang lagi “the strawberry juice is f*cked up, yeah it’s f*cked up, taste it!” pas sy coba emang rasa air putih doang, weh baek jg tu orang negro ya, thanks brada! hehehe..

Beberapa sudut kota lainnya
Konferensnya berlangsung sampai hari Jumat, dimana ternyata tidak ada closing ceremony, hanya ada semacam closing plenary session. Hari Sabtu pagi, 1 Oktober, saya sempatkan jalan2 sebentar untuk mengambil beberapa foto sudut kota Toronto. Dan sekitar jam 11.30 saya check out dan berangkat ke Pearson Airport dengan menggunakan bus. Pesawatnya take off jam 14.05 Toronto time, kali ini saya kebagian kursi nomor 50J (bukan window seat). Alhamdulillah.. perjalanan pulang ini juga relatif lancar, dan 12 jam kemudian, hari Minggu 2 Oktober jam 15.50 Tokyo time, pesawat kami landing di Narita. Saya sampai di my lovely apartment room sekitar jam 9 malam, lelah dan super ngantuk… malam itu saya tidur 16 jam non stop.
Alhamdulillah.. hanya karena izin Mu lah ya Allah.. saya berkesempatan mengunjungi North America, pengalaman yang cukup menarik.. =)
Beberapa foto bisa dilihat di album berikut:
![]() |
| Destination Toronto, Ontario |
—
Posted in just a story | Tagged: nureth conference, nureth14, ontario, toronto | 4 Comments »
+++ The Grimpis Manifesto +++
Posted by Syeilendra Pramuditya on October 8, 2011
Kami Grimpis Indonesia.
Operasi kami 100% didanai pihak2 asing yang tidak rela melihat Republik Indonesia mampu membangun dan maju.
Propaganda adalah permainan kami, kami kampanyekan bahwa pembangunan dan kemajuan adalah hal yang mengerikan dan tidak baik untuk rakyat Indonesia.
Kami menolak teknologi energi berbasis nuklir dikuasai dan dibangun di Republik Indonesia.
Kami menolak energi berbasis batu bara digunakan di Republik Indonesia.
Kami menolak semua energi berkapasitas tinggi yang bisa mendukung sustainability pembangunan nasional Republik Indonesia.
Kami mendukung the so-called ‘clean energy’ yang saat ini masih sangat tidak realistis untuk diterapkan di Indonesia, dimana negara2 maju saja memasang time frame 30-40 tahun untuk penerapannya, kami tidak perduli kalau Indonesia perlu 100 bahkan 500 tahun untuk menerapkan ‘clean energy’ ini, kami hanya menjalankan perintah, nothing personal.
Kami mendukung kelestarian hutan, kami men-encourage masyarakat yang masih tinggal di hutan2 untuk membenci pembangunan, dan untuk menolak segala bentuk kemajuan, kami ajarkan pada mereka bahwa tetap hidup di hutan adalah yang terbaik bagi mereka.
Kami adalah jawara pelestarian lingkungan hidup, tapi maaf, for some reason kami tidak bisa memprotes operasi penambangan ‘gunung emas’ oleh PT Fripot Indonesia yang jelas2 merusak lingkungan.
Sekali lagi, kami Grimpis Indonesia, dan BUKAN Greenpeace Indonesia, jika maksud anda adalah Greenpeace Indonesia, maaf anda salah membaca artikel.
Materi berikut mungkin saja berguna bagi anda yang ingin tahu tentang Greenpeace Indonesia:
Posted in whatever | Tagged: greenpeace indonesia | Leave a Comment »
Protected: My experience with a big flight company
Posted by Syeilendra Pramuditya on October 3, 2011
Posted in whatever | Enter your password to view comments.
Selamat hari raya Idul Fitri
Posted by Syeilendra Pramuditya on August 31, 2011
Syeilendra Pramuditya mengucapkan Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H (31 Agustus 2011 AD)
Taqobbalallohu minnaa wa minkum, shiyaamanaa wa shiyaamakum
Minal aidin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan batin
=)
Posted in whatever | Leave a Comment »
Water Thermodynamic Properties
Posted by Syeilendra Pramuditya on August 20, 2011
There are many empirical and analytical correlations have been developed for thermodynamic properties of water. These correlations generally can be found from scientific papers as well as text books.
Correlations presented in this article are polynomial fit to data obtained from XSteam library for Matlab. XSteam itself is a kind of digital library of water properties based on the International Association for Properties of Water and Steam Industrial Formulation 1997 (IAPWS IF-97). These polynomial correlations are meant to be used in computer codes, and they are valid under the following conditions:
or equivalently:
Water density as a function of temperature (p = 1 bar)
Polynomial fit:
(T in Celcius, unit is kg/m3)
(T in Kelvin, unit is kg/m3)
Water specific heat capacity as a function of temperature (p = 1 bar)
Polynomial fit:
(T in Celcius, unit is kJ/kg.C)
(T in Kelvin, unit is kJ/kg.K)
Water thermal conductivity as a function of temperature (p = 1 bar)
Polynomial fit:
(T in Celcius, unit is W/m.C)
(T in Kelvin, unit is W/m.K)
Water dynamic viscosity as a function of temperature (p = 1 bar)
Polynomial fit:
(T in Celcius, unit is Pa.s)
(T in Kelvin, unit is Pa.s)
Water volumetric thermal expansion coefficient as a function of temperature (p = 1 bar)
The volumetric thermal expansion coefficient is evaluated from the density equation, as described in this article.
Polynomial fit:
(T in Celcius, unit is /C)
(T in Kelvin, unit is /K)

Related link:
- http://www.fluidprop.com
—
Posted in whatever | Tagged: Water density, Water dynamic viscosity, Water expansion coefficient, water properties, Water specific heat capacity, Water thermal conductivity, water thermodynamic properties | 1 Comment »
Tips & Tricks Series: Microsoft Excel 2003
Posted by Syeilendra Pramuditya on August 20, 2011
I wrote this post as a reminder for my self
.
Q: How do I change measurement units from US/British to metric in Excel?
A: Go to Windows control panel (mine is Windows XP), select “Regional and Language Options”. Under “Regional Options” tab, select “English (United States)” from the drop down menu, and then click the “Customize” button next to it. Then under “Numbers” tab, set “Measurement system” to Metric. By now, Excel will work under metric system.
—
Q: I need to specify the size of my chart in centimeter, so how do I precisely set chart size in Excel?
A: Press the CTRL button and then click on your chart. With your chart selected, then right click on it, and select “Format Object…” from the popup menu.
—
Posted in whatever | Tagged: excel, excel chart size, excel inch to cm, excel us to metric, microsoft excel, set chart size in excel | Leave a Comment »
Emas sebagai investasi?
Posted by Syeilendra Pramuditya on August 19, 2011
Sebenarnya apa sih artinya kata2 “investasi” itu? beberapa definisi ”investasi” menurut google define adalah sebagai berikut:
- The action or process of investing money for profit or material result
- A thing that is worth buying because it may be profitable or useful in the future
- An act of devoting time, effort, or energy to a particular undertaking with the expectation of a worthwhile result
- Laying out money or capital in an enterprise with the expectation of profit
- The commitment of something other than money (time, energy, or effort) to a project with the expectation of some worthwhile result
- To put your money into CDs, money market accounts, mutual funds, savings accounts, bonds, stocks or objects that you hope will grow in value and earn a profit
- Investment is the commitment of money or capital to purchase financial instruments or other assets in order to gain profitable returns in the form of interest, income (dividend), or appreciation of the value of the instrument
Apakah terminologi ”investasi emas” memenuhi definisi diatas? Secara sederhana, saya sendiri memahami kata2 “investasi” sebagai kegiatan mengalokasikan sumber daya (biasanya diartikan sebagai uang) yang kita miliki, dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan.
Kita sering mendengar bahwa harga emas terus saja naik dari waktu ke waktu, sehingga setelah sekian waktu, kita bisa menjual kembali emas kita dengan harga yang lebih tinggi dari harga belinya dulu, sehingga dikatakan kita mendapat keuntungan/profit. Apa benar?
Secara umum, menurut saya jawabannya adalah tidak benar.
Penjelasan yang lebih tepat adalah bahwa uang kertas lah yang mengalami devaluasi atau penurunan purchasing power. Kita kaum muslim tentu pernah mendengar bahwa di zaman Rasulullah dulu, harga seekor kambing yang baik (kelas 40 kg) adalah sekitar 1 Dinar, dan hari ini pun ternyata harga seekor kambing tetap sekitar 1 Dinar. Jadi kalau 1400 tahun yang lalu kita punya 1 Dinar, maka 1 Dinar tersebut hari ini memiliki purchasing power yang praktis tetap dan sama sekali tidak bertambah. Dalam kasus ini, setelah disimpan selama 1400 tahun, profit yang kita dapat adalah 0%.
Beberapa dari kita mungkin pernah melihat grafik yang menggambarkan ”harga emas” dari waktu ke waktu, grafik semacam ini:

Harga emas selama 10 tahun terakhir dalam US Dollar
Grafik semacam saya katakan agak misleading, karena kita jadi dapat kesan bahwa harga emas terus saja naik dalam 10 tahun terakhir. Padahal grafik tersebut lebih menggambarkan purchasing power uang kertas yang terus menurun dalam 10 tahun terakhir.
Lalu bagaimana dengan Yen? well, secara umum trend nya hampir sama dengan Dollar, berikut ini adalah grafik harga emas selama 2 tahun terakhir dalam Yen:

Harga emas selama 2 tahun terakhir dalam Yen
Baru sekarang saya aware terhadap hal ini.. dan saya lumayan menyesal. Dengan menyimpan uang kertas, purchasing power saya telah berkurang 36% dalam 2 tahun. Kalau -let say- 2 tahun yang lalu saya punya uang 10 juta Yen, maka saat itu saya bisa membeli 111 oz emas. Dengan jumlah uang yang sama, hari ini saya hanya akan mendapat 73 oz saja.
Devaluasi mata uang Yen telah dengan paksa merampas 36% real value dari purchasing power yang saya miliki 2 tahun yang lalu… ahh.. betapa ignorant nya saya dulu…
Sedangkan trend harga emas terhadap Yen selama 10 tahun terakhir bisa dilihat di grafik berikut:

Harga emas selama 10 tahun terakhir dalam Yen
Penurunan purchasing power Yen relatif terhadap emas dapat lebih mudah dipahami dengan menggunakan grafik yang menunjukan perubahan jumlah emas yang dapat dibeli dengan sejumlah uang Yen dari tahun ke tahun. Grafik berikut ini adalah hasil rekonstruksi kasar dari grafik diatas, menunjukan jumlah emas yang dapat dibeli (dalam satuan oz) dengan menggunakan uang sejumlah 100,000 Yen:

Jumlah emas yang dapat dibeli dengan 100,000 Yen
Dalam 10 tahun, harga emas relatif terhadap Yen telah naik sebesar 216%, atau dengan kata lain Yen telah kehilangan purchasing power nya sebesar 68% dalam 10 tahun. Dengan demikian tingkat devaluasi rata2 Yen per tahunnya adalah sekitar -11%/tahun. Jadi kalau kita menyimpan sumber daya yang kita miliki dalam bentuk tabungan uang kertas di bank, kita memerlukan bunga bank (interest) minimal 11%/tahun, hanya untuk mencegah menurunnya purchasing power kita dari tahun ke tahun. Tapi apa ada bank yang memberi bunga setinggi itu? sepertinya tidak ada, apalagi bank2 di Jepang.
Dalam beberapa situasi sangat khusus yang relatif jarang terjadi, purchasing power emas memang bisa saja meningkat, dengan demikian kegiatan menyimpan emas bisa saja memberi keuntungan real. Tapi dalam kondisi normal, memiliki emas sama sekali tidak memberi keuntungan dan tidak membuat kita jadi lebih kaya. Emas hanya menjaga purchasing power kita, dan dengan demikian membuat kita tetap kaya.
Kalau kita ingin menjadi lebih kaya, jauh lebih baik berinvestasi di hal2 yang riil, seperti memiliki aset berupa perkebunan, peternakan, sawah, pabrik, restoran, rumah kontrakan, minimarket, dlsb.
—
Posted in economics | Tagged: harga emas, harga emas 10 tahun terakhir, investasi, investasi emas | Leave a Comment »
Emas sebagai media penyimpan nilai?
Posted by Syeilendra Pramuditya on August 16, 2011
Gara2 beberapa hari ini secara tidak sengaja menyimak berita2 ekonomi dunia, terutama tentang kondisi ekonomi Amerika yang konon sedang dalam kondisi tidak menentu, dan juga tentang US Dollar yang nasibnya juga tidak menentu, saya jadi sempat membaca beberapa artikel yang menyarankan penggunaan emas -instead of paper money- sebagai media penyimpan nilai, lengkap dengan seabrek argumen yang mereka paparkan. Dan jadilah saya menulis artikel ini
Ketika seseorang memutuskan untuk menggunakan emas sebagai media penyimpan nilai, salah satu pertanyaan natural yang muncul adalah: emas dalam bentuk apa yang sebaiknya saya beli? Berdasarkan bentuknya, emas dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok: emas batangan (gold bar), koin emas (gold coin), dan perhiasan & karya seni (gold jewelry & artwork).
Dulu saya kira yang namanya emas batangan itu harus berupa balok emas yang besar2, yang beratnya 1 kg, ternyata ini tidak benar. Gold bar ternyata tersedia dari mulai ukuran yang sangat kecil, 1 gram. Gold bar ini hampir pasti selalu tersedia di toko2 emas, dimana disain nya bisa berbeda2, biasanya yang tertulis di permukaannya adalah nama toko/pencetak emasnya, kemurniannya, dan tentu saja beratnya. Salah satu gold bar kelas 24 karat yang paling populer di dunia adalah Credit Suisse produksi Swiss, tersedia dari ukuran 1 gram sampai 1 kg. Emas dalam bentuk gold bar biasanya disain nya sangat sederhana dan tidak artistik.

Credit Suisse gold bar dalam berbagai ukuran
Berbeda dengan gold bar yang biasanya menggunakan ukuran gram, gold coin hampir selalu menggunakan ukuran troy ounce (oz atau ozt), dimana 1 troy ounce = 31,1 gram. Gold coin ini hanya tersedia di sedikit toko2 emas tertentu, karenanya relatif lebih sulit didapat dibanding gold bar. Perbedaan lainnya adalah bahwa gold coin biasanya diasosiasikan dengan negara pembuatnya, dan menjadi semacam simbol nasional dari negara tersebut. Beberapa gold coin yang paling populer di dunia saat ini adalah:
Kelas 24 Karat (kemurnian 99,99%): Canadian Mapple Leaf, Austrian Philharmonic, dan American Buffalo
Kelas 22 Karat (kemurnian 91,67%): South African Krugerrand dan American Eagle
Koin2 tersebut tersedia dalam 4 ukuran: 1 ozt, 1/2 ozt, 1/4 ozt, dan 1/10 ozt. Walaupun memiliki berat yang sama persis, tiap jenis koin terkadang dijual dengan harga yang berbeda, karena tiap koin memiliki nilai premium yang berbeda2. Premium adalah biaya tambahan terhadap spot price, yang merupakan biaya2 diluar harga bahan dasar, seperti biaya pencetakan dan transport. Tampilan fisik gold coin jelas lebih menarik dibanding gold bar, dan karena itu harga per gram nya selalu lebih mahal dari gold bar, yaitu karena biaya pencetakannya yang lebih tinggi.

Austrian Philharmonic dalam 4 ukuran
Perhiasan & karya seni emas (jewelry & artwork) tersedia dalam berbagai bentuk, yang paling sering kita lihat tentu anting2, kalung, gelang, dan cincin. Beberapa toko emas juga menjual karya seni emas dalam bentuk patung, gelas, sendok, kipas, dan hiasan2 lainnya. Emas kategori ini adalah yang paling indah dan artistik, dan memiliki harga per gram yang paling mahal, karena kita juga harus membayar elemen seni di dalamnya, yang seringkali sulit diukur secara kuantitatif.
Jadi emas dalam bentuk apa yang sebaiknya dibeli? itu tergantung situasi, kondisi, dan alasan anda membeli emas. Kalau anda seorang yang sangat kaya, maka pertanyaan ini jadi tidak relevan karena anda bisa membeli semuanya tanpa perlu banyak berfikir. Tapi kalau anda seorang middle class yang dengan hati2 membeli emas sebagai media penyimpan nilai yang bebas inflasi dan sewaktu2 dengan mudah dapat dicairkan, maka jawabannya jelas: belilah gold bar.
Gold bar dan gold coin dapat dibeli secara online di berbagai website, diantaranya sebagai berikut:
- http://www.perthmint.com.au
- http://www.mint.ca
- http://www.gainesvillecoins.com
- http://www.monex.com
- http://www.apmex.com
Ada banyak juga perusahaan yang melayani jual-beli sekaligus penitipan emas, beberapa diantaranya sebagai berikut:
- http://www.bullionvault.com
- http://www.perthmint.com.au/welcome_to_the_perth_mint_depository.aspx
- http://www.maybank2u.com.my/mbb_info/m2u/public/treasuryRates.do?chCatId=/mbb/Personal/INV-Investment&programId=INV03-Gold&cntTypeId=0&cntKey=INV03.03
Sebenarnya masih lumayan banyak yang ingin saya tulis mengenai emas ini, terutama tentang kemungkinan penggunaannya dalam daily transactions dan juga tentang interaksinya dengan paper money, so hopefully artikel ini akan disambung di lain waktu..
Some related links:
- http://en.wikipedia.org/wiki/Bullion_coin
- http://www.coinpage.com
- http://www.goldbarsworldwide.com
- http://www.tanaka.co.jp/english/index.html
- http://www.tohki.net
- http://modernmarketingjapan.blogspot.com/2010/05/where-to-buy-physical-gold-in-tokyo.html
- http://www.goldbarsworldwide.com/PDF/RB_8_TanakaGoldBars.pdf
- Interactive gold price history by KITCO
—
Posted in economics | Tagged: American Buffalo, American Eagle, Austrian Philharmonic, Canadian Mapple Leaf, credit suisse, emas, emas batangan, koin emas, South African Krugerrand | Leave a Comment »
Study on Power Uprating of Integral Primary System PWR
Posted by Syeilendra Pramuditya on August 16, 2011
Posted in nuclear engineering | Tagged: IRIS, iris reactor, nuclear engineering, Nuclear Reactor, PWR | Leave a Comment »
Catatan perjalanan: The AJK-SME Conference 2011
Posted by Syeilendra Pramuditya on August 12, 2011
Bulan kemarin, selama 5 hari (24 – 28 Juli) saya berada di kota Hamamatsu, prefektur Shizuoka (~200 km barat daya Tokyo), untuk menghadiri sebuah konferens, The ASME-JSME-KSME Joint Fluids Engineering Conference 2011.
Konferens nya dimulai hari Senin pagi (25 Juli), saya berangkat hari Minggu sore (24 Juli) naik Shinkansen Hikari dari stasiun Shinagawa, perjalanan ke Hamamatsu tidak terlalu lama juga, hanya sekitar 1,5 jam. Saya sampai di stasiun Hamamatsu sekitar jam 4.30 sore, dan langsung menuju tempat konferens untuk registrasi. Tempatnya terletak tepat di sebelah stasiun, namanya ACT City Hamamatsu, sebuah convention center yang megah. Sedangkan Sensei saya katanya akan tiba hari Senin sore.

Stasiun Hamamatsu, tempat konferensnya di kompleks gedung yang tinggi itu
Selesai melakukan registrasi, saya langsung menuju hotel tempat saya akan menginap, namanya Comfort Hotel Hamamatsu, tempatnya hanya sekitar 10 menit on foot dari stasiun, dengan tarif 4500 Yen/malam. Yah namanya juga hotel kelas mahasiswa, kamarnya tidak terlalu besar, tapi lengkap dan nyaman, ada digital TV, kulkas mini, AC, internet connection (ini yang paling penting
), dan tentu saja kamar mandi yang nyaman dan toilet canggih dengan berbagai tombol. Di hotel saya hanya istirahat sebentar, solat, dan ganti baju, dan sekitar jam 6 sore kembali lagi ke tempat konferens untuk menghadiri welcome reception, alias free dinner
. Lumayan banyak juga yang datang ke welcome reception, beberapa partisipan dari Amerika terlihat hadir juga, saya juga bertemu seorang exchange student dari Teknik Fisika ITB yang kebetulan menjadi panitia, kalau tidak salah namanya Erman.
Hari senin pagi acaranya secara resmi dibuka dengan sebuah opening ceremony oleh beberapa orang penting di bidang fluid engineering, dan kemudian dilanjutkan dengan plenary session oleh 3 pembicara utama. Presentasi yang cukup menarik disampaikan oleh seorang businessman asal Australia, Jayden Harman, ia berbicara mengenai Biomimicry, sebuah konsep yang sepertinya cukup baru tentang nature-inspired technology yang berhubungan dengan fluid. Ia memaparkan bagaimana hardware yang di desain oleh perusahaannya berdasarkan konsep biomimicry dapat beroperasi lebih efektif dan efisien dibanding produk2 sejenis lainnya. Ia bahkan sempat berbicara sedikit mengenai sebuah proyek kerjasama dengan US DOE dan Pentagon mengenai atmospheric engineering.

Suasana Opening Ceremony
Plenary session selesai jam 12 siang, dan kemudian dilanjutkan dengan luncheon lecture: makan siang sambil mendengarkan lecture, hmm.. asik juga
. Makan siang yang disediakan panitia adalah bento khas Jepang, terdiri dari beberapa kotak kecil2 yang isinya hampir semuanya hidangan laut: ikan, udang, cumi2, dll. Juga ada belut (unagi) panggang dengan saus manis, yang katanya memang khas Hamamatsu, beuh.. guriiih banget rasanya
. Kemudian acara dilanjutkan dengan parallel technical sessions sampai jam 6 sore, nah.. ini baru mulai serius..
.
Saya pergi ke Hamamatsu ini bersama 2 teman lab, Marco dan Rui. Kebetulan former advisor nya Marco di Itali datang juga, namanya Prof. Fabio Inzoli. Mungkin dalam rangka menyambut beliau, malam itu kami dinner bersama, saya, Sensei, Marco, Rui, dan beberapa orang lainnya. Malam itu kami makan sushi, sashimi, dan tempura di sebuah restoran di kompleks stasiun Hamamatsu. Selesai dinner, kami menuju lantai 30 ACT Tower, untuk minum2 sambil menikmati pemandangan malam, tentu saja saya tidak ikut minum alkohol, saya hanya minum Canadian ginger ale.
Saya kebagian presentasi pada hari ketiga, jadilah hari Senin dan Selasa saya menjadi partisipan yang baik, saya selalu hadir dari pagi sampai sore, selain karena pikiran tidak tenang (karena belum presentasi), juga untuk mencuri sebanyak2nya teknik presentasi dari peserta lain
. Beberapa presenter benar2 sangat keren, sempat agak terintimidasi juga, tapi mau bagaimana lagi, life must go on (!). Jadilah hari Senin dan Selasa saya tidak jalan2 kemana2, paling hanya ke kombini beli onigiri dan beberapa makanan kecil untuk light dinner.

Salah satu sudut kota Hamamatsu
Akhirnya tiba juga hari Rabu, saya kebagian presentasi pertama di second morning session, dan hal yang menurut saya lumayan aneh adalah bahwa chairman session nya Sensei saya sendiri (!). Agak dagdigdug juga sih, apalagi chairman itu salah satu tugasnya kan ngasih pertanyaan ke presenter, terutama kalau ga ada pertanyaan dari penonton, lah apa jadinya kalo Sensei sampai nanya2 ttg kerjaan/riset saya??
, masa pembimbing nanya ke yang dibimbing di depan semua orang? pasti bakalan awkward kan..
Setelah di introduce oleh chairman (yang adalah Sensei saya sendiri), saya malah kelepasan bilang thank you chairman (!), harusnya kan saya bilang thank you professor, beberapa hadirin tampak tersenyum, ya sudah lah.. namanya juga kelepasan..
Saat itu audiens nya tidak terlalu banyak, padahal ruangannya lumayan besar (entah saya harus bersyukur atau menyesal
), dan beberapa dari mereka memberi pertanyaan pada presentasi saya, jadinya chairman tidak perlu memberi pertanyaan, fiuhh.. lega juga rasanya..
Setelah presentasi, pikiran jadi jauh lebih tenang, tapi hari itu saya tetap jadi partisipan yang baik, saya hadiri session2nya sampai sore. Acara kemudian dilanjutkan dengan Conference Banquet, yang berupa standing party, dan diisi hiburan live music oleh “ibu2 pkk” Hamamatsu yang memainkan Koto, alat musik tradisional Jepang yang mirip kecapi. Hmm it was quite entertaining
.

"Ibu2 pkk" Hamamatsu memainkan alat musik Koto
Malamnya saya mulai melihat2 peta wisata Hamamatsu, rencananya besoknya ingin jalan2 juga
. Karena saya suka arkeologi, yang pertama saya cari adalah museum! Ternyata ada museum yang sepertinya cukup menarik di Hamamatsu, namanya Hamamatsu City Museum, menurut brosur, koleksi museum ini adalah benda2 kuno yang ditemukan di sekitar Hamamatsu, termasuk beberapa artefak dari Jomon Culture! Menarik sekali! Cuma museum ini lumayan jauh dari tempat konferens, harus naik bis segala. Saya tidak jadi mengunjungi museum ini, karena rencana saya hanya jalan2 ke tempat2 disekitaran tempat konferens, on foot.
Hari kamis saya check out dari hotel dan langsung menuju stasiun, bukan untuk pulang, tapi untuk menaruh koper saya di stasiun
. Ini salah satu hal yang paling saya suka dari stasiun kereta di negara2 maju: ada coin locker yang aman untuk menyimpan koper kita, cukup dengan 500 Yen, saya tidak usah lagi membawa2 koper besar saya, sesuatu yang sepertinya di Indonesia (lagi2) belum ada. Memang sebenarnya saya bisa saja menitipkan koper saya di hotel atau di tempat konferens, but for some reason, saya lebih suka coin locker, rasanya lebih bebas
.
Kemudian saya datang ke morning technical sessions dan mendengarkan beberapa presentasi. Dan ketika coffee break jam 10.30, saya menyelinap keluar, tujuan saya: Hamamatsu Castle! Tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat konferens, hanya sekitar setengah jam berjalan kaki. Ternyata kastil nya relatif kecil, jauh lebih kecil dari Osaka castle, dan harga tiket masuknya 150 Yen.

Hamamatsu Castle
Yang istimewa dari kastil ini adalah bahwa shogun pertama dari keluarga Tokugawa, Tokugawa Ieyasu (memegang jabatan shogun dari 1603-1605), pernah tinggal disini semasa mudanya, karena itu ga heran kalau di sebelah kastil ini ada patung perunggu Tokugawa Ieyasu. Menurut saya patungnya terlalu sederhana untuk seorang figur sejarah besar yang berhasil mendirikan sebuah dinasti/rezim militer yang bertahan selama lebih dari 250 tahun.

Patung Shogun Tokugawa Ieyasu
Kastil ini terdiri dari 3 lantai dan sebuah ruangan bawah tanah kecil, dimana terdapat sebuah sumur. Lantai satu dan dua berisi beberapa benda2 bersejarah, terutama yang berhubungan dengan sang shogun, seperti baju besi, senjata2, patung, dll. Ada juga beberapa lukisan dan foto2. Sedangkan lantai tiga hanya berfungsi sebagai menara pengamat.

Rekonstruksi pakaian perang sang Shogun
Setelah selesai dengan Hamamatsu castle, saya kemudian jalan2 mengelilingi castle park. Taman ini lumayan luas juga, dan seperti biasa, amat sangat bersih dan asri. Pemandangannya tidak jauh berbeda dengan taman2 di Tokyo: para lansia yang sedang kongkow dan ibu2 yang bermain2 dengan anak2 balitanya. Hari itu di taman kebetulan ada anak2 sekolah yang sepertinya sedang bersiap2 mau olah raga. Dari taman saya kembali ke tempat konferens untuk makan siang, lumayan lapar juga setelah lebih dari 2 jam berjalan kaki
.
Setelah makan siang, saya datang ke plenary session terakhir, sampai sekitar jam 3 sore. Setelah itu saya langsung menuju tujuan jalan2 kedua: The Hamamatsu Museum of Musical Instruments. Saya mengunjungi tempat ini lebih karena lokasinya yang dekat dengan stasiun, maklum hari sudah sore juga. Bangunan museum nya bergaya modern, dan ruang eksebisinya hanya terdiri dari dua lantai, tiket masuknya seharga 400 Yen.

Alat2 musik asal India, suaranya lumayan unik juga
Sesuai namanya, museum ini isinya alat2 musik dari hampir seluruh dunia, termasuk dari Indonesia! Yang mewakili Indonesia adalah gamelan Jawa dan Bali, yang menempati space luas di tengah museum. Yang menarik dari tempat ini adalah kita bukan hanya bisa melihat alat2 musik tersebut, tapi juga bisa mendengarkan suaranya melalui headphone yang tersedia di depan setiap instrumen yang dipajang.

Salah satu sudut museum, tersedia headphone untuk setiap alat musik
Selesai dari museum musik, saya langsung menuju stasiun Hamamatsu untuk pulang ke Tokyo, saya kembali naik Shinkansen Hikari dan berangkat jam 5.10 sore. Alhamdulillah perjalanan lancar dan saya tiba kembali di rumah sekitar jam 8 malam. Fiuhh.. lumayan lelah juga.. anyway it was a quite interesting trip, alhamdulillah, although the place is just 200 km from Tokyo!
—
Fin
*Beberapa foto bisa dilihat di album2 berikut:
|
|
|
Posted in study & live in japan | Tagged: asme, hamamatsu, hamamatsu castle, hamamatsu museum of musical instruments, hamamatsu station, jsme, ksme, shizuoka, tokugawa ieyasu | 1 Comment »
15 hari yang sungguh menyenangkan
Posted by Syeilendra Pramuditya on July 10, 2011
Hari Sabtu, 25 Juni 2011, sampai dengan hari Sabtu 9 Juli 2011, adalah 15 hari paling menyenangkan yang saya rasakan sejak saya tinggal di Jepang hampir 3 tahun yang lalu. Dan hari2 yang sangat menyenangkan itu sudah berakhir kemarin..
Hmm.. semoga saja saya akan mengalami hari2 yang jauh lebih menyenangkan dari 15 hari tersebut…
Posted in just a story | Leave a Comment »
Free Time CFD Coding
Posted by Syeilendra Pramuditya on July 6, 2011
Shortlink: http://wp.me/p61TQ-Fn
Ketika sedang mencari bahan2 bacaan mengenai CFD, saya menemukan ebook gratis keluaran Los Alamos National Laboratory (LANL). Menurut saya ebook ini lumayan bagus sebagai panduan untuk memahami CFD melalui pendekatan learning by doing: belajar CFD dengan cara membuat code.
Ebook bisa di download di link ini.
Untuk melakukan riset serius memang secara umum adalah bukan ide yang bagus untuk membuat code CFD sendiri, karena sudah ada beberapa code CFD open source yang sudah cukup proven. Tetapi tidak ada salahnya juga untuk menulis code sendiri di waktu2 luang (apalagi kalau anda memang hobby programming), yang sederhana2 saja, lumayan juga untuk lebih meresapi konsep2 dasar CFD, karena itu artikel ini saya beri judul Free Time CFD Coding
.
So, iseng2 untuk mengisi waktu kalau saya kebetulan tidak terlalu sibuk, saya tulis beberapa code berdasarkan ebook tersebut, beberapa source code and contoh output saya pasang di artikel ini, lumayan itung2 sebagai personal archive
.
Subroutine2 FORTRAN bisa di download di link ini: Some FORTRAN Subroutines
[_code | result] 1D heat conduction, explicit
[_code | result] 1D heat conduction, implicit by Gaussian elimination
[_code | result] 1D heat conduction, implicit by general Jacobi iteration
[_code | result] 1D heat conduction, implicit by tridiagonal Jacobi iteration
[_code | result] 1D heat conduction, implicit by general Gauss-Seidel iteration
[_code | result] 1D heat conduction, implicit by tridiagonal Gauss-Seidel iteration
| Method |
Running time
|
Memory requirement
|
| Direct matrix inversion by Gauss elimination |
1.14
|
15.43
|
| General Jacobi iteration |
9.16
|
15.43
|
| Tridiagonal Jacobi iteration |
1.03
|
1.00
|
| General Gauss-Seidel iteration |
6.78
|
15.43
|
| Tridiagonal Gauss-Seidel iteration |
1.00
|
1.00
|
|
[_code | result] 1D Lagrangian fluid dynamics, compressible, explicit – piston problem
[_code | result] 1D Lagrangian fluid dynamics, compressible, explicit – shock tube problem
[_code | result] 1D Eulerian fluid dynamics, compressible, explicit – piston problem
[_code | result] 1D Eulerian fluid dynamics, compressible, explicit – shock tube problem

Lagrangian method produces sharper shock profile compare to Eulerian method
[_code | result] 2D Eulerian fluid dynamics, incompressible, semi-implicit
[_code | result] 2D Eulerian fluid dynamics with heat transfer, incompressible, semi-implicit
[_code | result] 2D Eulerian fluid dynamics, compressible, semi-implicit
[_code | result] 2D Eulerian fluid dynamics with k-epsilon turbulence transport model
Mohon beritahu saya kalau anda menemukan bug di dalam code2 tsb, trimakasih
—
Posted in software & simulation | Tagged: 1D heat conduction explicit, 1D heat conduction implicit, CFD, computational fluid dynamics, Eulerian fluid dynamics, heat conduction, heat diffusion, Lagrangian fluid dynamics, simple cfd | Leave a Comment »









