Hey, what's going on?

Catatan Perjalanan: Hallstatt, Austria

Posted by Syeilendra Pramuditya on October 19, 2015

Weekend kemarin kami punya 2 hari penuh (Sabtu-Minggu) jika mau jalan2. Kemana pilihan jalan2 saya kali ini? Austria. Tepatnya ke tempat bernama Hallstatt, yang juga dikenal sebagai “The Jewel of Salzkammergut” karena kecantikannya. Salzkammergut adalah sebuah lake district di Austria.

Kata Wikipedia: Hallstatt, is a village in the Salzkammergut, a region in Austria. It is located near the Hallstätter See (a lake). At the 2001 census, it had 946 inhabitants. Hallstatt is known for its production of salt, dating back to prehistoric times, and gave its name to the Hallstatt culture, a culture often linked to Celtic, Proto-Celtic, and pre-Illyrian peoples in Early Iron Age Europe, c.800–450 BC. Some of the earliest archaeological evidence for the Celts was found in Hallstatt. Salt was a valuable resource, so the region was historically very wealthy. It is possible to tour the world’s first known salt mine, located above downtown Hallstatt. The village also gave its name to the early Iron Age Hallstatt culture and is a World Heritage Site for Cultural Heritage. Hallstatt is a popular tourist attraction owing to its small-town appeal.

Biar aman, saya beli tiket kereta sehari sebelumnya (Kamis) di stasiun Trieste Centrale. Memang tiket bisa dibeli online di http://www.trenitalia.it, tapi saya beli di loket stasiun saja lah, biar lebih “pasti”. Tiket saya beli seharga 60 euro, dengan tujuan Attnang-Puchhein Bahnhof di Austria, dengan satu kali ganti kereta di Udine (Italia). Ini adalah kereta malam yang dikenal dengan nama Euronight Train. Hari jumat malam saya berangkat dari Adriatico naik bis no. 6 yang jam 19.50 dan sampai stasiun jam 20.10. Saya mampir dulu di minimarket di dalam stasiun untuk beli roti dan minuman, harga roti sekitar 2-3 euro, dan minuman sekitar 1 euro.

Stasiun Hallstatt

Stasiun Hallstatt

Di kereta saya bertemu teman satu course dari Bangladesh, katanya dia mau jalan2 ke Roma. Gerbongnya terdiri dari beberapa kabin berpintu, dimana di masing2 kabin ada 6 kursi (3-3 berhadapan). Sebenarnya saya tidak suka model kursi berhadapan seperti ini karena jadi tidak santai, meluruskan kaki juga jadi repot. Kursinya sebenarnya bisa diatur menjadi tempat tidur, tapi itu kalau kabinnya hanya berisi maksimal 3 orang. Ternyata saya sendirian di kabin itu, sip deh. Kereta berangkat jam 20.40, dan saya sampai di Udine hampir jam 10 malam. Saya turun dan pindah kereta yang berangkat sekitar jam 11 malam.

Kapal Ferry "Stefanie"

Kapal Ferry “Stefanie”

Kalau dari Trieste tadi saya pakai Trenitalia, dari Udine ini saya pakai kereta OBB milik Austria. Di departure board tertulis “Wien Hauptbahnhof”, yup kereta ini adalah jurusan Venice-Vienna via Udine. Lagi2 keretanya tipe kabin 6 kursi. Saya carilah nomor kursi saya, kabin tampak gelap dan pas saya buka pintunya, di dalam ada 2 bule sedang tidur, walah.. Mau gimana lagi, terpaksa saya bangunkan mereka deh, mereka bangun dgn agak kaget dan saya tunjukkan tiket saya. Mereka bilang mungkin saya bisa pakai kabin lain saja, lalu mereka mondar-mandir di gerbong cari kabin yg kosong. Ketemu kabin yang kosong, dan dia bilang “you pakai kabin ini saja, bebas kok ini mah”. Wah kok aneh gini ya, di tiket ada nomor kabin dan kursi, tapi di kereta malah harus milih kabin sendiri. Ya sudah lah, mau gimana lagi. Ternyata dari Venice kereta ini cukup kosong, saya sendirian di kabin itu, sip bgt karena keenam kursinya bisa saya sulap jadi king size bed! Haha asyik bgt naik kereta malem dan bisa tidur beneran di “tempat tidur”!

Hallstatt Panorama

Hallstatt Panorama

Sekitar jam 5 subuh saya sampai di Attnang-Puchheim, hari masih gelap dan dingin sekali. Di sini saya bertemu 4 anak muda turis dari RRC yang keliatan bingung celingukan, dan salah satu dari mereka tiba2 menyapa saya, “excuse me, are you chinese?” Whaaat.. wajah jelas2 bule gini masa disangka chinese sih😀 wkwkwk.. Saya bilang “nope, I’m Indonesian”. Mereka bilang salah naik kereta, tujuan mereka sama dengan saya, Hallstatt. Dan mereka bilang “we follow you!” hee??? lah saya juga kan baru pertama ini ke Austria, ya sudah lah, akhirnya dengan gagah dan penuh wibawa saya bilang aja “follow me!”😀 wkwkwk

Hallstatt Panorama

Hallstatt Panorama

Disini saya beli tiket local train ke Hallstatt seharga 12 euro. Mesin tiketnya ada menu English, jadi memudahkan. Kereta berangkat sekitar 6 pagi, dan sampai di Hallstatt sekitar jam 7.30. Matahari baru saja terbit ketika kami sampai di Hallstatt.

Hallstatt Town Square

Hallstatt Town Square

Stasiun terletak di pinggir danau, dan turun dari kereta langsung terhampar pemandangan yang luar biasa indaaah sekali bgt.. Hallstatt ini adalah kota kecil (atau desa?) tradisional Austria yang cantik sekali, terletak di pingir danau, dikelilingi gunung2 dengan puncak putih bersalju.. bener2 indah sekali.. subhanallah…

Hallstatt Panorama

Hallstatt Panorama

Seperti mimpi rasanya saya akhirnya bisa benar2 datang ke kota kecil yang indah ini.. ga pernah nyangka.. alhamdulillah ya Allah..🙂🙂🙂

Saya berjalan2 sebentar menyusuri jalan setapak di tepian danau, sambil menikmati udara pagi yang dingin sekali tapi segar..

Toko Suvenir

Toko Suvenir

Kotanya terletak di seberang danau, sekitar jam 8.15 saya naik kapal ferry menyeberangi danau Hallstatt dengan biaya 2.5 euro (one way). Kapal ferrynya mungkin seukuran bis, dan dia punya nama: Stefanie.  Waktu tempuhnya hanya kurang dari 10 menit, tapi pemandangannya luar biasa…

Rumah2 Unik

Rumah2 Unik

Sesampainya diseberang, saya susuri jalan2nya yang kecil dan diapit rumah2 yang unik. Karena kota kecil ini terletak di sisi gunung, maka jalan2nya naik menanjak, bahkan beberapa rumah terlihat tinggi sekali di atas seperti menggantung.

Kota kecil yang cantik sekali...

Kota kecil yang cantik sekali…

Travelling memang perlu stamina yang bagus, karena kita akan jalan kaki lumayan jauh, di Hallstatt saya jalan kaki selama lebih dari 5 jam. Sekitar jam 2 siang saya sudah kembali ke dock ferry, dan sekitar jam 2.30 sore saya naik kereta di stasiun Hallstatt.

Well, that’s all for now🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: