Hey, what's going on?

Posts Tagged ‘reaktor’

Catatan Perjalanan: Kyoto University Research Reactor Institute (KURRI)

Posted by Syeilendra Pramuditya on July 26, 2009

Osaka Castle

Osaka Castle

Alhamdulillah.. udah di asrama lagi, 5 hari kemarin nginep di Osaka, dari hari Senin (20 Juli) sampe haris Jumat (24 Juli). Saya ke Osaka sebagai partisipan Nuclear Engineering Experiment di Kyoto University Research Reactor Institute (KURRI), or tepatnya pake fasilitas riset yg namanya Kyoto University Critical Assembly (KUCA). KURRI ini salah satu badan riset nuklir univ Kyoto, tp lokasinya bukan di Kyoto, melainkan di Kumatori, Osaka. Cuma sayang banget, karena kegiatannya super padat, jd ga sempat jalan2.. hff.. padahal pengen banget liat Osaka Castle n Universal Studio.. hmm maybe next time… šŸ˜¦

Saya berangkat dari asrama hari Senin pagi jam 5.45, bareng satu temen dari Mongolia (Byambajav Munkhbat), terus kami ketemuan sama satu temen lagi dari Jepang (Masahiko Nakase) di stasiun Shin Yokohama. Terus kita naik Shinkansen, perjalanan klo ga salah sekitar 2 or 3 jam, trus di di stasiun Shin Osaka kita naik lagi kereta lokal sampe stasiun Kumatori.

Sebelum ke KUCA kami makan siang dulu di restoran kecil deket stasiun, kami makan okonomiyaki (mirip martabak telor bang solihin di monas, hehe..), ternyata lumayan mahal, sekitar 800 yen, tp gapapa namanya jg pengalaman. Setelah itu kami langsung menuju KUCA naik bis dengan ongkos 160 yen.

Okonomiyaki

Okonomiyaki

Akhirnya kami sampai di KUCA Dormitory, tempat tinggal kami selama di Osaka. Hmm.. gedung asramanya punya 2 lantai, n keliatan udah tua, padahal sewanya lumayan mahal, semalem sekitar 1000 yen, asrama sy d Yokohama kan cuma sekitar 500-600 Yen. Kemudian kami check in, ternyata saya sekamar dengan Teaching Assistant kami, orang Indonesia, namanya M. Kunta Biddinika or mas Kunta, siip deh. Kami dapat kamar di lantai 2, kamarnya lumayan, yaa standar kamar di Jepang lah, ada TV, AC, westafel, bed, n yg paling penting: koneksi internet.

Hari Senin itu sebenernya libur, itu hari laut (marine day) di Jepang, makanya hari itu ya sbenernya ga ada kegiatan. Setelah menyimpan barang2 di kamar, kami berangkat ke gedung KUCA, deket banget dr asrama, cuma 5 menit jalan kaki. Kesan pertama saya begitu masuk kompleks fasilitas risetnya: “hmm.. ko ga kliatan so hi-tech ya..“, lagi2 gedung2 disana kliatan udah tua.

My KUCA ID Card

My KURRI ID Card

Hari itu acaranya cuma semacam acara pembukaan sederhana, ternyata pesertanya bukan hanya anak2 Tokodai, bbrp teman berasal dr univ Tohoku. Saat itu kami baru tau kalau ternyata seluruh penjelasannya akan diberikan dalam bahasa Jepang, waah sayang sekali.. mungkin krn mayoritas peserta adalah mahasiswa Jepang.Ā  Padahal orang2 KUCA sbnernya bisa bhs Inggris juga, n tmn Jepang sy pun bilang sbnernya mereka pun ngerti klo penjelasannya pake English.

Sorenya kami pergi ke warung makan kecil di depan KUCA, pilihan makanannya ga banyak, saya cuma makan nasi pake ikan doang, n minum sugarless ice tea, pelayannya ramah, tau bahwa kami ga bs bhs Jepang dia pun berusaha pake bhs Inggris, walaupun agak susah.

@KUCA Dormitory

@KUCA Dormitory

Malamnya pas mau mandi, baru saya tau ada satu masalah besar! ruang mandinya ternyata hanya ada satu n model ofuro! alias mandi bareng2! hiiih.. serem.. jadi saya pikir mending mandinya ntar aja di waktu2 yg kira2 ga ada orang mandi. Besoknya (Selasa subuh) sktar jam 4 subuh sy bangun n langsung mandi, “wah pasti ga ada orang yang cukup gila ampe mandi subuh2 gini” pikir saya. At first, everything went well, ga ada orang disana, eehh.. pas lagi asik2nya mandi, ada suara pintu dibuka! n tiba2 ada om2 gendut masuk!! bugil!!! yahhh.. sial bener.. akhirnya sy cpt2 kluar, kaburrr!!!

Di KUCA ini ada salah satu teman saya sedang kuliah S3, namanya M. Nurul Subkhi, dia ini sama2 dari Fisika ITB. Nah selama di KUCA ini saya pesan bento yg dimasak oleh istrinya Nurul ini, hmm.. sedaap hehe.. maklum dah lama juga ga makan masakan Indonesia.

Experimen “beneran”-nya dimulai hari Selasa. Jam kerja kami disana mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Ada 3 macam eksperimen yang akan kami lakukan disana:

  1. Approach to Criticality, untuk memprediksi jumlah nuclear fuel plate yg diperlukan to achieve criticality
  2. Control rod calibration, untuk tau control rod worth
  3. Measurement of Reaction Rate Distribution, untuk tau distribusi fluks neutron

KUCA C-Core

KUCA C-Core

Jadi “mainan” utama di KUCA ini adalah nuclear critical assembly, ga terlalu besar juga sih, yg kami pakai waktu itu adalah C-Core, assembly bermoderator H2O. Bagian utamanya terdiri dari 12 fuel frame yg tiap frame bisa diisi sampai maksimal 40 fuel plate. Ukuran fuel framenya 14 x 7 cm, jadi ukuran total assembly nya sekitar 28.4 x 42.3 cm, ga trlu besar.

Ternyata 2 profesor di KUCA ini orang Korea n mereka bnr2 fasih bgt bhs Jepang-nya, hmm.. kapan ya orang Indonesia ada yg jadi profesor nuklir di Jepang???

Hampir semua kegiatan intinya dilakukan hari Selasa n Rabu. Most of the time kami duduk d kelas dengerin penjelasan n di control room, doing data mining from there. Kami juga sempat dibawa masuk ke dalam reaktornya utk melihat secara langsung. Satu hal yg agak menarik adalah mereka menggunakan jemuran baju (yg plastik warna-warni itu lo) sbg penjepit pelat almunium utk menjaga constant gap witdth between fuel frames, ko bisa ya alat sederhana gt dipake di nuclear critical assembly???

Kami juga diberi kesempatan untuk mencoba melakukan fuel loading, masukin fuel plate ke dalam fuel frame. Setelah itu kami diminta menghitung jumlah fuel plate di dlm fuel frame, weh2 trnyata ga gampang loh. Orang2 KUCA ketawa aja liat kami kerepotan ngitung tu fuel plate, akhirnya kami disuruh pake ANFPNC alias Advanced Nuclear Fuel Plate Number Counter. Eehh.. taunya tu barang cuma sedotan biasa doang! weh2.. tu orang2 KUCA ketawa2 lagi, mereka bilang it’s just a joke. Saya surprise juga ko mereka bisa pake barang2 sederhana gt di fasilitas nuklir ky gt ya???

Munkhbat, me, and Sicheng @ control room

Munkhbat, me, and Sicheng @ control room

Hari kamis pagi acaranya experiencing reactor control. Jadi tiap student diberi kesempatan sebentar utk ngendaliin tu reaktor dengan cara control rod adjustment. Ada yg kebagian naikin n nurunin daya reaktor, sy kebagian nurunin daya dari 80% ke 40%. Ternyata ga gampang juga ngendaliin control rod, harus pake feeling. Siangnya acaranya group presentation, saya sekelompok dengan Munkhbat (Mongolia), Liu Sicheng (RRC), dan Kim Seon Tae (South Korea), tugas kami membahas mengapa data dari eksperimen ko beda dengan data dari perhitungan teoritis.

Experimental vs Theoretical

Experimental vs Theoretical

Setelah sesi presentasi, kami diminta untuk menyiapkan laporan eksperimen yang harus dikumpulkan besoknya (Jumat) jam 10 pagi, weh2 gilee.. kami cuma punya waktu semalam utk ngerjain laporan segitu banyak. Kelompok kami pun bagi2 tugas, saya kebagian ngerjain laporan chapter 1, fiuhh.. lumayan cape juga, malam itu kami lumayan ganbatte, walaupun sambil bercanda n ketawa2 keras semalaman, emang pada gila tu temen mongol n RRC hehe..Ā  Munkhbat ngomel2 krn rencananya utk mabok2an pake bir Osaka malam itu jadi berantakan, n Sicheng malah ngeloyor santai n mau tidur aja katanya.. weh2.. saya baru tidur sktr jam 4 pagi n bangun sekitar jam 7 pagi.

Kemudian kami semua check out dari asrama dan menuju KUCA utk ngeprint n ngumpulin laporan. Hari itu acaranya cuma site visit, kami mengunjungi Kyoto University Reactor (KUR), yg trletak persis disebelah gedung KUCA, saat itu KUR sedang tdk beroperasi. Kami dibawa masuk ke dalam KUR dan diberi berbagai penjelasan, salah satunya adalah bahwa di KUR ini mereka punya fasilitas utk cancer treatment dengan metode BNCT.

And finally, KUCA experiment has come to the end, kami pun pulang hari jumat siang. Kami pulang bareng seorang profesor Tokodai, Prof. Yoshihisa Matsumoto. Di stasiun Shin Osaka kami makan siang okonomiyaki lagi, kami ditraktir Prof. Matsumoto, asiiik.. hehe..

Saya sampai d asrama Yokohama sktr jam 6 sore.. huff cape juga..

FIN

Posted in just a story, nuclear engineering, study & live in japan | Tagged: , , , , , | 10 Comments »

Helium density in pellet-clad gap of nuclear fuel rod

Posted by Syeilendra Pramuditya on June 20, 2009

Please let me know if you found any mistake , thanks.

The gap between nuclear fuel pellet and inner wall of the cladding of typical PWR fuel rods is filled with Helium gas. When performing neutronic calculation, the density of this gas is needed as an input for the calculation. We can estimate this Helium density by using the ideal gas equation, as described below.

The ideal gas equation [Ref.1]:

eq1

Now let’s do some benchmark calculation for Helium under Standard Temperature and Pressure (STP) condition, the data are:

  • T = 273.15 K [Ref.2]
  • p = 101325 Pa [Ref.2]
  • M Helium = 4.002602E-3 kg/mol [Ref.3]
  • R = 8.314472 J/(K.mol) [Ref.1]

Calculate..

eq2

The value according to Wikipedia [Ref.3] is 0.1786 g/L, which is in a very good agreement with our calculated value.

So all we need now are the value of Helium pressure and (average) temperature inside the pellet-clad gap. Some typical value of those data for PWR fuel rods are as follow:

  • p = 3 MPa
  • T = 650 K

Calculate..

eq3

So Helium density inside pellet-clad gap is roughly about 0.00222185 g/cc.

References:

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Ideal_gas_law
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Standard_conditions_for_temperature_and_pressure
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Helium

Posted in nuclear engineering | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Calculation code for microscopic nuclear cross section

Posted by Syeilendra Pramuditya on June 13, 2009

Code package:

ncs

Posted in nuclear engineering, software & simulation | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Calculation code for spherical nuclear reactor

Posted by Syeilendra Pramuditya on June 13, 2009

Shortlink: http://wp.me/p61TQ-eG

Software License Agreement

This software is given ā€œas isā€. The author holds its copy rights, one can download, copy, use, modify, and spread it free of charge, provided that the original sources (the author and this webpage) are properly cited. The author assumes no responsibility, implicit or explicit, for any possible loss or damage due to the use of this software.

By downloading the software, you agree to accept this agreement.


The governing equation being used is the steady state neutron diffusion equation:

eq1

eq2

Numerical schemes being used are:

  • Central finite difference for flux calculation
  • Gauss-Siedel and S.O.R for flux calculation
  • Power method for criticality calculation

Code package:

Flowchart of the code:

powermethod

Some previews:

—————————————————————————————–

CODE MANUAL

Due to imperfection in the conversion process, document might not be correctly displayed, you can download the original document in MS Word (doc) format on Scribd (free registration is required).

Posted in nuclear engineering, software & simulation | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

The IRIS Reactor Technical Data and Specifications

Posted by Syeilendra Pramuditya on April 14, 2009

Disclaimer:
Information presented in this article is based on publicly available data of the IRIS reactor project, as properly cited from the original sources. This article is NOT part of the official IRIS project led by Westinghouse. For more reliable information, the reader should refer to any official websites and information sources of the IRIS project and/or the IRIS consortium. All trademarks and registered trademarks shown in this article are the property of their respective owners.

General Plant Data
Core thermal power 1000 MWt [ref.2-page35]
Power Plant Net Output 335 MWe [ref.2-page35]
Nuclear Steam Supply System
Number of coolant loops Integral RCS [ref.2-page35]
Steam temperature/pressure 317/5.8 Ā°C/MPa [ref.2-page35]
Feedwater temperature/pressure 224/6.4 Ā°C/MPa [ref.2-page35]
Reactor Coolant System
Total core flow rate 36000 kg/s [ref.3-page53]
Primary coolant flow rate 4700 kg/s [ref.2-page35]
Reactor operating pressure 15.5 MPa [ref.2-page35]
Core inlet temperature 292 Ā°C [ref.2-page35]
Core (riser) outlet temperature 330 Ā°C [ref.2-page35]
Reactor Core
Fuel assembly total length 5.207 m [ref.2-page35]
Fuel inventory 48.5 tU [ref.2-page35]
Average linear heat rate 10.0 kW/m [ref.2-page35]
Average core power density (volumetric) 51.26 kW/l [ref.2-page35]
Specific power
(= core thermal power/fuel inventory)
20.6186 kW/kg-HM
Fuel material Sintered UO2 [ref.2-page35]
Westinghouse standard PWR fuel
Fuel average density 96% Theoretical Density [ref.3-page203]
UO2-TD = 10.96 g/cc
Rod array Square
17×17 XL [ref.2-page38,ref.5-page155]
Number of fuel assemblies 89 [ref.2-page35]
Number of fuel rods/assembly 264 [ref.2-page35]
Fuel pellet diameter 8.19 mm [ref.1-page634]
Pellet-clad gap 0.082 mm [ref.1-page634]
Clad thickness 0.572 mm [ref.1-page634]
Outer diameter of fuel rods 9.5 mm [ref.2-page35,ref.5-page155]
Pitch (center-to-center) 12.54 mm [ref.1-page634]
P/D 1.32 [ref.3-page34]
Average H/HM ratio
(Hydrogen to Heavy Metal ratio)
3.4 [ref.3-page34]
Volume fractions 33.50% fuel
54.92% moderator
11.58% structure
Volume ratios fuel-to-moderator: 0.6099
moderator-to-fuel: 1.6396
Enrichment 4.95 Wt % U-235 [ref.2-page35]
Coolant average density 0.7295 g/cc [ref.6-page31]
0.727664 g/cc (calculated from enrichment and H/HM data)
Equilibrium cycle length 30-48 months [ref.2-page35]
Average discharge burnup 60 000 MWd/tU [ref.2-page35]
Reactor Pressure Vessel
Cylindrical shell inner diameter 6.21 m [ref.2-page35]
Wall thickness of cylindrical shell 28.5 cm [ref.2-page35]
Total height (including clossure head) 22.2 m [ref.5-page154]
Active core height (core barrel) 426.7 cm [ref.5-page156]
Active core inner diameter (core barrel) 241.27 cm [ref7-page45]
calculated from core thermal power, power density, and active core height
Active core outer diameter (core barrel) 285 cm [ref.5-page157]
Steam Generators
Type Vertical, helical coil tube bundle, once-through, superheated [ref.2-page35]
Number 8 [ref.2-page35]
Thermal capacity (each SG) 125 MWt [ref.2-page35]
Number of heat exchanger tubesĀ (each SG) 656 [ref.2-page35]
Reactor Coolant Pump
Type Spool type, fully immersed [ref.2-page35]
Number 8 [ref.2-page35]
Pump head 19.8 m [ref.2-page35]
Primary Containment
Type Pressure suppression, steel [ref.2-page35]
Geometry Spherical, 25 m diameter [ref.2-page35]
Design pressure/temperature 1300/200 kPa/Ā°C [ref.2-page35]

References

  1. Duderstadt, James J. and Louis J. Hamilton. (1976), Nuclear Reactor Analysis, John Wiley & Sons, Inc, New York.
  2. IRIS@NuclearNews
  3. MIT Master Thesis – Thermal Hydraulic Performance Analysis of a Small Integral PWR Core
  4. J-NucEngDes – Carelli – The exciting journey of designing an advanced reactor
  5. J-NucEngDes – Carelli et al. – The design and safety features of the IRIS reactor
  6. Data from US NRC
  7. Reactor dosimetry in the 21st century

Useful links

Related post:

Posted in nuclear engineering | Tagged: , , , , , , , , | 1 Comment »

Standard PWR nuclear fuel assembly (17×17) technical specification

Posted by Syeilendra Pramuditya on April 14, 2009

FAPWR

PWR 17x17 FA


Geometry Square 17×17 matrix
Fuel assembly dimension Square 214 x 214 mm
Composition per assembly Total: 289Fuel: 264

Control rod guide thimble: 24

Instrumentation thimble: 1

Fuel material UO2 (U235,U238,Oxygen)
Cladding material Zircaloy-4
98.23 weight % zirconium with 1.45% tin, 0.21% iron, 0.1% chromium, and
0.01% hafnium
Gap filler Helium gas
Fuel average density 95 – 96% Theoretical Density
UO2-TD = 10.96 g/cc
Moderator (coolant) light water (H2O)
average density 0.7295 gr/cc
H/HM ratio
(hydrogen to heavy metal ratio)
1.7 – 3.4 (depends on enrichment level)
Enrichment 2.5 – 5 Wt % U235
Fuel pellet diameter 8.19 mm
Pellet-clad gap 0.082 mm
Clad thickness 0.572 mm
Outer diameter of fuel rods 9.5 mm
Pitch (center-to-center) 12.54 mm
P/D 1.32

Related Links

Citing Articles

Posted in nuclear engineering | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Catatan perjalanan: Monju Nuclear Power Station

Posted by Syeilendra Pramuditya on March 12, 2009

Hari kamis, 11 maret 2009, saya pergi ke Monju bersama teman2 RLNR, 3 dari Indonesia, 1 dari RRC, 1 dari Italia,Ā  1 dari Mongolia, 1 dari Jepang, dan juga Prof. Ninokata. Monju ini termasuk reaktor nuklir yang sangat penting, karena ia adalah satu dari sangat sedikit Fast Breeder Reactor (FBR) di dunia, FBR terkenal lainnya adalah Superphenix FBR di Prancis.

Monju FBR, Japan

Monju FBR, Japan

Saya berangkat bersama sempai saya, pak Aziz, menggunakan Tokaido- Shinkansen sekitar jam 9 pagi, lumayan mahal juga, 11.400 yen one way. Perjalan Shinkansen sekitar 2 jam dari stasiun Shin-Yokohama sampai Maibara, kemudian dilanjutkan dengan kereta biasa sekitar 30 menit sampai stasiun Tsuruga. Kami sampai di Tsuruga sekitar jam 11.30, sambil menunggu orang dari JAEA yang akan menjemput kami, saya sempat jalan2 sebentar di sekitar stasiun. Akhirnya sekitar jam 12.30 mobil JAEA datang menjemput kami, butuh sekitar 30 menit untuk sampai ke Monju, suasana di perjalanan terlihat sangat terpencil, karena menurut keterangan orang JAEA tsb, Monju memang dibangun di daerah taman nasional, sehingga lumayan jauh dari perumahan penduduk.

Superphenix FBR, France

Superphenix FBR, France

Akhirnya kami sampai juga di kompleks JAEA Tsuruga sekitar jam 13.00. Saat masuk mereka meminta passport kami, kemudian kami dibawa ke sebuah ruangan mirip bioskop mini dan disambut oleh pimpinan Monju, diteruskan dengan menonton 2 film pendek tentang Monju. Setelah itu kami dibawa untuk facility tour ke sebuah gedung yang mirip museum mini, isinya berbagai hal mengenai Monju, ada miniatur system, ada komponen2, ada engineering model, dll, semuanya dijelaskan panjang lebar oleh orang JAEA. Di bagian plant layout, kami disambut oleh “Prof. Monju”, holographic 3D object berbentuk manusia mini yang bergerak2 dan berbicara di dalam miniatur Monju tersebut, kereeeenn bangettt!!

Facility tour ini benar2 sangat menarik! rasanya benar2 beda dengan hanya melihat gambar2 FBR di buku2 atau internet. Saya bisa melihat dengan sangat jelas yg namanya fuel pellet, fuel pin, dan fuel assembly (FA), dimana Monju menggunakan wire-wrapped cylindrical fuel pin, yang kemudian disusun dalam hexagonal FA, saya baru tau kalau susunan fuel pin FBR di dalam FA itu se-tight itu, hanya menyisakan celah yang sangat sempit sebagai flow channel untuk sodium coolant. Yang kami lihat selama facility tour itu adalah:

  • Monju plant layout
  • Monju engineering model
  • Monju simulator/modeled control room
  • Monju actual control room
  • Replica of intermediate heat exchanger (IHX)
  • Replica of steam generator (SG)
  • Replica of primary sodium pump (mechanical pump)
  • Replica of electro magnetic pump
  • Fuel pellet, pin, and assembly
  • Control rods, and its driving mechanism (CRDM)
  • Model of fuel handling mechanism
  • Model of reactor core
  • Sodium testing & handling facilities, kami sempat mencoba memotong dan membakar sodium
  • Miniature of liquid sodium flow inside the core
  • dll.. rada lupa juga uy.. šŸ˜€

Setelah melihat hal2 tersebut, saya sekarang tau bahwa Joseph Stalin memang melakukan hal yang tepat ketika ia menarik orang2 pedesaan untuk membangun industri baja di kota2 Soviet, dalam rangka mencapai industrialisasi Soviet saat itu. Saya melihat bahwa bangunan dan komponen2 utama reaktor nuklir terbuat dari logam. Beberapa komponen tersebut – terutama IHX, SG, & mechanical primary pump – terlihat rumit dan high-tech, mustahil bisa dibuat tanpa terlebih dahulu membangun industri logam yang sophisticated. Menyadari bahwa industri logam amat-amat penting untuk mencapai industrialisasi, lalu mengapa pemerintah kita justru mau menjual Krakatau Steel ya..?!? another stupidity of our government?!? I don’t know…

Dan tibalah saat yang ditunggu-tungu.. we are going to the very heart of Monju, to the interior of the primary containment!! Prof. Ninokata bilang bener2 aneh banget orang luar bisa masuk ke primary containment Monju, apalagi kami ini bukan orang Jepang!! biasanya orang luar ya hanya jalan2 disekitaran gedung reaktor aja, bener2 beruntung banget.. šŸ™‚

Kami menggunkan bis JAEA untuk pergi ke lokasi gedung reaktor Monju, pengamanannya extra ketat! kayanya malah jauh lebih ketat dibanding prosedur masuk ke Mabes TNI kita! atau bahkan Istana Negara! Hanya ada satu jalan untuk masuk ke gedung reaktor, itu pun berupa terowongan kecil sepanjang 900 m, disini atmosfer “top secret” nya mulai terasa! Saat mau masuk gerbang 1, petugas keamanan masuk ke bis kami dan memeriksa satu-persatu ID card kami, setelah itu di gerbang 2 petugas keamanan mengawasi kami dari semacam kendaraan militer anti peluru!

Kemudian kami diberi semacam tracker/identifier dan sebuah alat dosimeter. Setelah berada di dalam gedung reaktor, kami melewati 2 gerbang yang sangat kokoh (sepertinya terbuat dari beton dan baja) yang terdiri dari beberapa pintu kecil yang berjejeran, untuk melewati pintu tersebut kami harus menggunakan tracker kami dan memasukan kode PIN 4 digit, bener2 top secret pokonya! pengamanannya berlapis-lapis! Setelah itu kami menuju lantai 5 ke daerah reactor vessel (RV), kami harus menggunakan helm dan menganti baju, kaus kaki, kaus tangan, dan sepatu yang disediakan oleh JAEA, baju khusus itu lumayan aneh juga, berwarna biru dan terbuat dari semacam kertas. Untuk masuk ke lantai 5 tsb kami harus melewati semacam ruangan transfer yang memiliki 2 pintu, pintu2 tsb terbuat dari logam tebal, modelnya mirip pintu di dalam kapal selam, yg membukanya menggunakan semcam roda putar itu. Sayang sekali kami dilarang membawa kamera… šŸ˜¦

Akhirnya kami sampai di lantai 5, tepat diatas RV! Wow dari dalam, kubahnya terlihat besar sekali, dengan diamter 50 meter. Di dalam sini orang JAEA itu menjelaskan dengan lebih rinci tentang fuel handling system, sayang saat itu RV sedang ditutup rapat sehingga kami tidak bisa melihat reactor core-nya.. kalau di BATAN Bandung dulu saya pernah melihat reactor core di dalam RV.

Setelah puas melihat2 dan mendengarkan penjelasan dari staf JAEA, kami pun keluar dari gedung reaktor, kami menuju sebuah meeting room, dan kemudian ada diskusi singkat dengan orang2 JAEA. Sekitar jam 17.00 kami pun meninggalkan kompleks JAEA menuju stasiun Tsuruga untuk kembali ke Tokyo. Setelah melihat Monju, di perjalanan saya bergumam pada diri sendiri, “those all stuffs in Monju look damn cool, apa bisa Indonesia punya yang kaya gitu ya..? hmm…”

Alhamdulillah, akhirnya saya sampai di asrama jam 22.00 lebih sedikit.. fiuh lumayan cape cuga… anyway, what an exciting trip! šŸ˜€

My bussiness trip report to Monju [PDF]

Posted in nuclear engineering, study & live in japan | Tagged: , , , | 2 Comments »

Free Download: Nuclear Reactor Analysis Code (PRENPAC)

Posted by Syeilendra Pramuditya on November 1, 2008

Shortlink: http://wp.me/p61TQ-5P

Software License Agreement

This software is given ā€œas isā€. The author holds its copy rights, one can download, copy, use, modify, and spread it free of charge, provided that the original sources (the author and this webpage) are properly cited. The author assumes no responsibility, implicit or explicit, for any possible loss or damage due to the use of this software.

By downloading the software, you agree to accept this agreement.


  • Download this file >> prenpac.zip | on google drive
  • Extract it
  • First, execute the “Project1.exe” to test-run it
  • And then you can execute the “Project1.dpr” to view the entire source code (Borland Delphi 7 is required)
  • Enjoy it!

prenpac1prenpac2

prenpac3prenpac4

prenpac51prenpac6

———————————————————————————————

CODE MANUAL

Due to imperfection in the conversion process, document might not be correctly displayed, you can download the original document in PDF format on Scribd (free registration is required). Please feel free to leave comments to this page.

Posted in nuclear engineering, software & simulation | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 27 Comments »

BATAN tidak boleh ragu bicara tentang PLTN

Posted by Syeilendra Pramuditya on September 13, 2008

Dr. Hudi Hastowo

Dr. Hudi Hastowo

Pada hari Kamis, 11 September 2008, saya menghadiri seminar tentang nuklir yang disampaikan oleh pak kepala BATAN, Dr. Hudi Hastowo. Seminar ini diadakan di Campus Center ITB, dari jam 9 sampai 10 pagi, dengan moderator pak Rektor ITB, Prof. Dr. Djoko Santoso. Pada seminar ini pak kepala BATAN menjelaskan tentang aplikasi nuklir pada berbagai bidang, seperti kesehatan & pengobatan, pangan & pertanian, dan tentu saja PLTN. Yang membuat saya heran, dari 60 menit waktu yang disediakan, pak kepala batan menggunakan sekitar 55 menit untuk memaparkan pemanfaatan nuklir di bidang2 non energi (alias non PLTN), dan hanya menggunakan sekitar 5 menit terakhir saja untuk berbicara mengenai PLTN! ada apa ini? mengapa BATAN tampak ragu (takut?) bicara mengenai PLTN? padahal kita semua tahu bahwa untuk bidang2 non PLTN, seperti pertanian, pengobatan, dsb, tidak ada seorang-pun yang keberatan, hal2 seperti ini buat apa disosialisasikan lagi?

nppJustru yang mendapat banyak tantangan adalah tentang PLTN, adakah diantara kita yang pernah mendengar Greenpeace berdemo menentang pengobatan kanker dengan menggunakan nuklir? atau demo menolak penggunaan radiasi nuklir untuk merekayasa bibit pertanian varietas unggul? TIDAK! mereka berdemo (baca : menghasut massa) untuk menolak PLTN, tapi mereka tidak pernah berdemo menolak aplikasi nuklir non PLTN bukan? dengan demikian menurut saya yang harus menjadi fokus sosialisasi dan kampanye nuklir adalah tentang PLTN, sedangkan aplikasi nuklir non PLTN hanya sebagai tambahan saja, bukan malah sebaliknya! spesifik mengenai seminar nuklir kemarin di CC-ITB, pak kepala BATAN tidak perlu khawatir bahwa audiens tidak akan mengerti bila anda menjelaskan tentang, misalnya safety system PLTN, audiens anda kemarin itu terdiri dari para mahasiswa S1, S2, S3, dan juga dosen, jadi Insya Allah mereka akan cukup mengerti bila anda menjelaskan sedikit teknis tentang PLTN.

coreMenurut saya, yang akan membawa perubahan besar bagi bangsa kita adalah aplikasi nuklir pada PLTN, PLTN-lah yang akan mengawal perjalanan pembangunan bangsa kita menuju era industri yang sebenarnya, misalnya melalui penyediaan supply listrik murah dan stabil, yang akan mendukung industri manufaktur dan perdagangan internasional di negara kita. Hal2 seperti inilah yang menurut saya harus disampaikan secara intensif kepada masyarakat, yaitu mengenai outline analisis keselamatan PLTN, dan alasan2 logis tentang mengapa kita harus ber-PLTN bila tidak ingin tertinggal dari negara2 lain. Kesimpulannya, kalau BATAN saja, yang jelas2 memang expert nuklir, ragu bicara tentang PLTN, bagaimana orang lain bisa tidak ragu?

Posted in my thought | Tagged: , , , , , | 4 Comments »