Hey, what's going on?

Posts Tagged ‘politik’

Protected: The Yudhoyono Dynasty..? beware o people…

Posted by Syeilendra Pramuditya on April 12, 2009

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Posted in social & politics | Tagged: , , , , , , , , , | Enter your password to view comments.

Sebuah pelajaran dari Hillary Rodham Clinton

Posted by Syeilendra Pramuditya on February 25, 2009

Ada yang menarik perhatian saya mengenai pemilu Amerika kemarin, yaitu tentang Hillary Clinton. Seperti kita tahu bahwa Hillary Clinton dan Obama adalah saingan berat selama proses konvensi partai Demokrat, bahkan kalau anda sempat melihat video2 pertarungan debat mereka, anda akan sadar betapa kerasnya persaingan tersebut. Yang menarik, setelah Obama keluar sebagai pemenang, ternyata Hillary Clinton diangkat menjadi U.S Secretary of State (atau di negeri kita dikenal sebagai menlu), Hillary benar2 membuktikan kata2nya untuk membantu Obama’s administration jika ia memang diperlukan.

Young Hillary

Young Hillary

Setidaknya ada 2 implikasi positif dari kasus ini, yaitu:

  1. Hal pertama adalah pendidikan politik melalui keteladanan, tidak ada pendidikan yang lebih efektif dari keteladanan. Ia menunjukan sifat negarawan sejati, dimana ia bergerak di dunia politik bukan karena nafsu kuasa, tapi memang untuk mengabdi kepada negara, bangsa, dan rakyatnya, atau dalam terminologi Islam, mengabdi untuk umat. Tidak masalah ia tidak menjadi presiden, kalau ia memang dibutuhkan untuk posisi lain, fine.. then so be it..
  2. Hal kedua adalah menyatukan (kembali) elemen2 masyarakat, dimana mereka sempat terbagi menjadi berbagai kelompok selama masa2 pemilu. Hal yang paling jelas ya bahwa pendukung Hillary sekarang adalah pendukung Obama juga, karena sekarang Hillary adalah bagian dari sistem, seperti slogan ini: “don’t become a good republican, don’t become a good democrats, just be a good Americans!” (walaupun Hillary & Obama sama2 demokrat sih).
Young Hillary

Young Hillary

Terkait dengan negeri kita tercinta (tapi salah urus), apakah hal serupa bisa terjadi ya? jujur, saat ini saya benar2 tidak bisa membayangkan kalau misalnya di pemerintahan SBY saat ini, Amien Rais jadi menlu/mendagri, Wiranto jadi menkopolkam, megawati jadi.. (ah lupakan saja orang ini! :D), Prabowo jadi menhan, Hamengkubuwono jadi mendiknas.. dst dst.. bayangkan, the whole administration bisa diisi orang2 yg berkualitas! bayangkan kemajuan yang akan dicapai! yah.. tapi itu kan cuma bayangan.. abisnya semua orang hanya ingin jadi presiden.. n kalau kalah ngambek deh.. trusĀ  sengaja membuat kelompok2 anti pemerintah.. bikin the ruling president jd susah n ga bisa konsen mikirin rakyat.. hhhh… šŸ˜¦

Supporting Obama

Supporting Obama

Tapi bagaimanapun juga ini semua kan hanya interpretasi saya saja, kejadian yg sebenarnya seperti apa ya saya tidak tahu, just remember one thing: everything has its own motive.. think about it…

any comment? please!

Posted in social & politics | Tagged: | 2 Comments »

The Islamic World : The Future Ruler of the World?

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 15, 2008

Berikut ini ditampilkan data perbandingan 7 Political & Economic Entities (policonomic) yang terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Saya tidak menggunakan kata “negara”, karena saat ini EU dan MMC* tidak memenuhi definisi negara secara konvensional. Data2 ini saya dapat dari wikipedia, http://www.en.wikipedia.org.

Entity Area
million km2
Population
million
GDP(PPP)
trillion USD
GDP(PPP)/capita
USD
USA 9.83 305 13.84 45417
EU 4.32 499 14.71 29482
Japan 0.38 128 4.29 33595
China 9.64 1322 6.99 5289
India 3.29 1132 2.82 2489
Russia 17.10 142 2.09 14714
MMC* 30.24 1183 5.56 4702

*Muslim Majority Countries (cikal bakal The Re-Born Islamic Caliphate?)

Bersambung…

Posted in social & politics | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Dilema Sang Presiden…

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 15, 2008

Kasus : misalnya saya adalah presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat, agenda utama saya adalah memberangus para koruptor, dengan cara memberlakukan hukuman mati untuk para pelaku tindakan korupsi. Tetapi gerakan saya terhambat akibat berlarut-larutnya pembahasan undang2 di parlemen, saya jelas membutuhkan sebuah undang2 agar vonis mati untuk koruptor tersebut mempunyai dasar hukum yang jelas. Tetapi saya pesimis undang2 tersebut bisa lolos di parlemen, karena kita semua tahu bahwa parlemen adalah salah satu markas koruptor (ingatlah tentang nasib undang2 anti pornografi dan pornoaksi), lalu apa yang harus saya lakukan? apakah saya harus melakukan tindakan inkonstitusional? kalau saya melakukan hal tersebut saya khawatir negara akan mengadopsi hukum rimba dan akan terjadi chaos dan anarki, lagipula saya juga belum yakin benar apakah militer ada di pihak saya. Di luar istana, kekesalan rakyat sudah mencapai puncaknya, anarki sudah di depan mata. Jika saya diam saja, anarki akan meletus dengan sendirinya, jika saya bertindak inkonstitusional, sayalah yang akan menjadi penyebab anarki, lalu apa yang harus saya lakukan..?

Bersambung…

Posted in social & politics | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Empat jenis kejahatan yang harus diganjar vonis mati

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 15, 2008

Empat jenis kejahatan yang menyebabkan pelakunya tidak punya hak hidup lagi di dunia ini, alias harus dihukum mati, adalah (diurutkan berdasarkan tingkat kejahatan) :

  1. Orang-orang yang terlibat dalam tindakan korupsi, kolusi, dan pungutan liar (pungli) yang menyangkut kepentingan publik. Manusia-manusia yang melakukan kejahatan ini adalah yang paling terkutuk dari semua jenis penjahat, kejahatan mereka benar-benar tak terperikan dan menyebabkan kehancuran dimana-mana. Tindakan mereka antara lain menyebabkan jutaan rakyat kehilangan haknya dan hidup menderita, jutaan anak harus putus sekolah dan malah harus bekerja, macetnya kegiatan pembangunan bangsa, dan masih banyak efek negatif lainnya. Mereka ini termasuk para pejabat korup, para pembuat kebijakan korup, pebisnis2 yang menipu negara, dan juga komprador2 asing yang menipu bangsanya sendiri. Kejahatan ini menyebabkan kehidupan negara dan bangsa menjadi mandek dan tidak bisa maju. Mereka ini harus dieksekusi mati di alun-alun dihadapan rakyat yang ia zalimi. Vonis : MATI
  2. Orang-orang yang terlibat narkoba. Menurut saya bukan hanya bandar/pengedar narkoba saja yang harus dihukum mati, tetapi juga orang-orang yang menggunakannya, seperti dikatakan hukum ekonomi universal, supply ada karena ada demand, jika tidak ada demand, maka tidak akan ada supply. Karena itu kejahatan narkoba harus diberangus dengan motto Once And For All, targetnya adalah pengedar, pemakai, kurir, beking (backing), dan semua pihak lainnya yang terlibat. Kejahatan ini sungguh menghancurkan masa depan bangsa, yaitu dengan merusak pemuda anak2 bangsa. Vonis : MATI
  3. Pemerkosa dan pen-sodomi. Menurut saya kejahatan ini lebih buruk dari pembunuhan, korban nya harus menjalani sisa hidupnya dalam trauma psikologis yang hampir tidak mungkin bisa pulih sepenuhnya, sebagian dari mereka merasa sangat malu dan hina hidup di tengah masyarakat, dan akhirnya memilih bunuh diri. Tidak jarang pula korban2nya akhirnya mengalami gangguan jiwa atau malah terjerumus ke lembah kenistaan, dengan menjadi pelacur, mereka benar2 kehilangan masa depan. Vonis : MATI
  4. Pembunuh. Logikanya sederhana saja : nyawa dibayar nyawa, titik. Vonis : MATI

Saya mengerti bahwa beberapa pihak akan menganggap hal ini terlalu berlebihan, tapi mau bagaimana lagi, kejahatan di negeri kita memang sudah sangat ekstrim, sehingga harus ditangani dengan cara yang ekstrim juga.

Posted in my thought | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Indonesia : Land of idiots?

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 11, 2008

Richard Nixon, US former president: “(Indonesia is) the richest hoard of natural resources, the greatest prize in south-east Asia..

Fakta-fakta menyedihkan tentang negeri kita berikut ini sebagian besar saya dapatkan dari buku karya salah seorang yang saya kagumi, salah satu negarawan terbaik negeri ini, Prof. Dr. M. Amien Rais, buku beliau berjudul “Agenda Mendesak Bangsa – SELAMATKAN INDONESIA!” , semoga bisa menggugah kita semua untuk memikirkan dan yang paling penting melakukan sesuatu, apa saja yang bisa kita lakukan, sesuai kapasitas dan kemampuan kita masing-masing.

  • Produksi minyak nasional sebesar sekitar satu juta barel per hari saat ini sudah didominasi bahkan dikuasai asing.
  • Sekitar 46.8% kekayaan laut dikuasai kapal-kapal berbendera asing
  • Sekitar 62.5% industri perbankan dikuasai asing.
  • Indosat dimiliki singtel/temasek singapura, 35% saham Telkom dan 98% saham XL adalah milik pihak asing.
  • Berdasarkan perjanjian pertahanan RI-Singapura, maka Singapura berhak mengadakan latihan tempur dengan peluru tajam (!) di wilayah Indonesia sekitar laut cina selatan (Alfa I, Alfa II, Bravo, Baturaja) selama 25 tahun! dan bahkan bebas mengundang pihak ketiga manapun (baca : amerika, israel, belanda, australia, timor leste, dll), alamak!
  • Batas kepemilikan saham oleh pihak asing di industri perbankan China adalah 25%, malaysia 30%, Amerika 30%, India 49%, lalu Indonesia? check this out >> 99%!
  • Kontrak karya pengelolaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia (!) di papua oleh Freeport (yang setiap hari membuang 300 ribu ton limbah tailings!) dimulai pada 1967, dan akan baru berakhir pada 2041! bayangkan, 74 tahun emas kita (akan) dirampok dan kita tenang2 saja, kita pasti sudah GILA!!
  • Blok cepu, minimal menyimpan 600 juta barel minyak dan 2 triliun kaki kubik (TCF) gas. Dengan harga minyak saat ini USD 120/barel, ladang minyak tersebut setidaknya bernilai 72 milyar dolar alias 662.4 trilyun rupiah (kurs Rp 9200), sekitar 2/3 APBN kita! belum lagi natuna (yang kabarnya adalah ladang gas terbesar di dunia!), arun, dan banyak lagi! Secara de facto ladang minyak cepu telah diserahkan pada Exxon Mobil, sampai 2036!! G – I – L – A . . .
  • Porsi bagi hasil ladang gas natuna adalah 100% buat exxon dan 0% buat Indonesia, exxon memasang sistem pipa gas bawah laut dari natuna ke singapura, dengan demikian eksplorasi gas natuna langsung dikirim ke singapura, dimana di sana kapal2 tanker exxon sudah menunggu untuk mengangkut gas tersebut, dan kita dengan bodohnya hanya menjadi penonton dan diam saja melihat semua ketololan itu terjadi!
  • Berdasarkan UU migas, penjualan gas ke dalam negeri dibatasi sampai maksimal hanya 25%, dengan kata lain 75% gas alam kita WAJIB di-ekspor ke luar negeri. Apa implikasinya? industri pupuk kita kekurangan bahan baku, dan banyak yang akhirnya gulung tikar, dengan demikian petani2 kita kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau… buat makan sendiri saja bangsa kita masih keteteran…

External links:

Disclaimer: data2 diatas saya kutip dari buku pak Amien Rais yang saya sebutkan di awal artikel ini, jika anda mendapati bahwa data2 tsb tidak benar, maka silahkan komplain ke sumbernya langsung.

Posted in social & politics | Tagged: , , , | 5 Comments »

Mereka berani melakukannya, kenapa kita tidak?!

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 11, 2008

Ini nih yang wajib kita contoh..

Malaysia. Ketika Malaysia dilanda krisis moneter 1997, perdana menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohammad dengan tegas menolak campur tangan IMF di negaranya, bahkan raja uang New York, yang ditengarai adalah biang kerok krisis moneter Asia, George Soros, dengan berani ia caci maki sebagai moron alias tolol! Dua bulan berikutnya, nilai tukar Ringgit memang turun 24%, tapi secara meyakinkan Malaysia segera berhasil keluar dari krisis, ekonomi-nya malah makin mantap dan kuat, sampai hari ini! Pada suatu kesempatan, Mahathir juga pernah membuat berang komunitas yahudi internasional, ia dengan berani mengatakan bahwa saat ini yahudi telah menguasai dunia. Malaysia dibawah Mahathir berani melawan komplotan sekaliber IMF, kita juga harus berani!

 


Argentina. Ekonomi negeri ini sempat kolaps akibat hantaman krisis ekonomi, persis seperti kisah negeri kita. Untuk mengatasi bencana ekonomi ini, dengan berani pemerintah Argentina secara sepihak segera memperbaharui berbagai kontrak pertambangan dengan korporasi2 multinasional, agar lebih menguntungkan Argentina! lalu apa yang terjadi? ternyata korporasi2 pertambangan multinasional tersebut taat dan patuh, tidak ada yang hengkang! 5 tahun berikutnya (2003-2007) ekonomi Argentina langsung booming dengan rata2 pertumbuhan ekonomi 8.6%! bandingkan dengan negeri kita yang rata2 cuma 5-6%. Argentina berhasil karena berani! kita juga harus berani! segera perbaharui kontrak2 pertambangan freeport, blok cepu, natuna, Arun, dan masih banyak lagi!

 


Venezuela. Ketika Hugo Chavez terpilih menjadi presiden Venezuela, rekonstruksi sistem ekonomi segera ia lakukan, salah satunya adalah nasionalisasi perusahaan2 pertambangan, lalu apa yang terjadi? sama seperti kasus Argentina, korporasi2 pertambangan multinasional ternyata taat dan patuh, mereka tidak lantas hengkang, mereka terus beroperasi di Venezuela, walaupun dengan aturan baru a’la Chavez! hasilnya? pertumbuhan ekonomi Venezuela mencapai angka 10.5%! salah satu yang tertinggi di dunia! kita juga harus bisa seperti ini!

 


Bolivia. Pada 2005, Evo Morales terpilih menjadi presiden baru negeri ini, gebrakan pun segera ia lakukan, ia mengumumkan pemotongan gaji presiden (baca : diri sendiri!) sebesar 50%! Kemudian terhitung mulai 1 Januari 2006, seluruh industri migas Bolivia di nasionalisasi, sama seperti di Argentina dan Venezuela, korporasi2 pertambangan multinasional taat dan patuh pada aturan baru a’la Morales tersebut! hasilnya? penghasilan nasional Bolivia naik 500% dibandingkan tahun 2002! sekali lagi, kita juga harus bisa seperti ini!

Posted in social & politics | Tagged: , , , | 3 Comments »

President vs Scientist

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 11, 2008

Cerita tentang keberhasilan Pakistan dalam mengejar ketertinggalan dari India diceritakan oleh Prof. Dr. DDDr.h.c. Bernd Michael Rode, asisten menteri pendidikan tinggi dan ilmu pengetahuan Austria, di sela2 acara The 2nd World Science Forum di Budapest, Hungaria. Pada tahun 2000, presiden Pakistan Pervez Musharraf meminta kesediaan seorang ilmuan terkemuka Pakistan, Prof. Dr. Atthaur Rahman, untuk menjadi menteri pendidikan tinggi dan ilmu pengetahuan Pakistan, begini kira2 percakapan mereka :

Pervez Musharraf : I am asking you to become theĀ  minister of education & science of Pakistan

Atthaur Rahman : Are you serious on scinece Mr. President?

Pervez Musharraf : Of course I am serious

Atthaur Rahman : If you are serious on science, then follow my policy

Pervez Musharraf : Then tell me about your policy

Atthaur Rahman : First, government must increase higher education budget this year by 100%, then followed by 50% every years to come until 5 years. Secondly, government must increase research expenditure by 6000%, and lastly, government must pay Pakistani outsatnding scientists four time higher than cabinet ministers. If you agree with my policy, I am ready to be your minister.

Pervez Musharraf : Hmm.. Ok I am agree..

Hasilnya bisa ditebak, dalam 5 tahun, perkembangan sains, teknologi, dan industri Pakistan mulai menyaingi India! hmm.. kapan ya kejadian seperti ini bakal terjadi di negeri kita tercinta, Indonesia yang salah urus…

Posted in just a story | Tagged: , , , | 1 Comment »

Ultimate Stupidity of Indonesia [1] : The Indosat Scandal

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 9, 2008

Sampai saat ini saya masih sangat kesal jika ingat tentang skandal Indosat yang secara super-tolol malah dijual ke singapura, saya masih ingat beberapa tahun yang lalu (kalau tidak salah 2004/2005), saat kasus tersebut sedang panas-panas nya, saya mengikuti lokakarya tentang skandal divestasi Indosat tersebut di Aula Barat ITB, yang menjadi keynote speakers pada saat itu seharusnya meneg BUMN laksamana sukardi (manusia ini juga yang secara serampangan menjual super-tanker pertamina/VLCC yang sedang di-konstruksi di Korea Selatan) dan ketua serikat pekerja Indosat (saya lupa namanya), yah.. bisa ditebak sang meneg BUMN batal hadir dengan alasan sibuk, klise! ketua serikat pekerja Indosat ini kelihatan sangat dongkol mengetahui meneg BUMN ternyata mangkir, saat itu ia tampak sangat gusar tetapi juga sangat percaya diri, tampaknya ia sudah menyiapkan grand-assault untuk sang menteri. Secara eksplisit ketua serikat pekerja Indosat tersebut berpendapat bahwa ia benar2 gagal memahami mengapa Indosat sampai dijual, ke pihak asing pula! menurutnya, sejak awal berdirinya Indosat tidak pernah menyusahkan Indonesia, Indosat selalu mencetak profit, ia tidak tahu logika macam apa yang dipakai megawati dan laksamana sukardi ketika mengambil keputusan tersebut. Indosat dijual dengan harga super murah yaitu 5 trilyun saja, atau singapura akan balik modal (Return of Investment/RoI) hanya dalam waktu kurang dari 4 tahun, karena Indosat menghasilkan keuntungan sekitar 1,5 trilyun per tahun! untung besar!! belum lagi jika dihitung pertumbuhan industri ICT Indonesia yang terus saja booming. Juga perlu diketahui bahwa dengan dijualnya Indosat ke singapura, maka secara otomatis satelit palapa dan infrastruktur komunikasi bawah laut (Fiber Optics Communication Backbone Line) di sekitar selat malaka dan laut cina selatan juga menjadi milik singapura! hal berbahaya lainnya adalah singapura (bisa jadi) dengan leluasa menguping komunikasi pertahanan-keamanan/militer Indonesia, yang seharusnya bersifat super-secret!

Lalu bagaimana solusinya?!

Mudah! bikin lagi saja perusahaan semacam Indosat, atau istilah biologinya di-clone saja, kita misalkan saja namanya “Indocom”. saya tahu biaya yang dikeluarkan akan besar, tapi bukan tidak mungkin toh..? ok misalkan Indocom ini sudah berdiri, lalu bagaimana agar ia bisa berjalan, bagaimana marketing-nya? mudah, pemerintah harus “turun gunung”, dengan secara aktif meng-instruksi-kan segenap bangsa untuk turut serta membesarkan Indocom, secara sporadis kita himbau masyarakat yang selama ini menggunakan produk dan jasa Indosat untuk segera beralih ke Indocom! saya yakin sebenarnya masih banyak rakyat kita yang punya nasionalisme tinggi, mereka hanya perlu diingatkan akan bangsanya. Dalam waktu singkat Indosat-singapura akan gulung tikar dari negeri ini! saya tahu semua bualan tentang globalisasi, pasar bebas, ekonomi pasar, bla bla bla… percayalah, semua itu hanya omong kosong! propaganda yang hanya bisa di-injeksi kepada manusia-manusia yang kurang ilmu saja! apa itu liberalisasi ekonomi, deregulasi pasar, the role of WTO, IMF, WorldBank, bla bla bla… dan segudang istilah njlimet lainnya? semuanya bohong! kapitalisme hanya untuk negara2 yang sudah very-well-developed. Untuk negara seperti Indonesia, pemerintah bukan saja boleh untuk turun ke pasar, tetapi malah harus! kalau bukan pemerintah, siapa lagi pihak yang cukup kuat yang mau dan mampu bermain di pasar, untuk mengambil manfaat ekonomi dari pasar itu sendiri, untuk sebesar-besarnya digunakan untuk kepentingan rakyat, persis seperti yang tertuang di dalam konstitusi kita. Memangnya korporasi mana yang secara konsisten mau menciptakan kesejahteraan rakyat?! jangan harap!! pada titik yang paling ekstrim, negara boleh melakukan apa saja untuk mempertahankan hidup dan penghidupan bangsa dan negara itu sendiri.

what do you think?

Posted in social & politics | Tagged: , , | Leave a Comment »

Protected: Black Campaign? so what!

Posted by Syeilendra Pramuditya on May 30, 2008

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in social & politics | Tagged: , | Enter your password to view comments.