Hey, what's going on?

Posts Tagged ‘indonesia’

Indonesia dan TKW

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 1, 2010

Kemarin malam saya dan beberapa teman non-Indonesia pergi makan malam bersama. Sambil makan kami ngobrol kesana kemari, sampai seorang teman tiba2 berkata ”eh gw baru tau klo katanya di Thailand tu banyak pembantu rumah tangga dari Indonesia n Philipines ya?

…….

…………

Deg.. seketika saya merasa gugup juga.. saya tidak tau harus berkata apa.. harus menanggapi bagaimana.. jujur harus saya akui bahwa sepintas saya merasa malu juga.. apakah salah kalau saya merasa malu..?

Mungkin teman saya ini menangkap ekspresi wajah saya yg tiba2 berubah, dan ia segera mengubah topik pembicaraan.. fiuh…

Entah dia dapat info itu dari mana, cuma ko Thailand ya, setau saya biasanya TKW itu kan diberangkatkan ke Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan negara2 timur tengah, dan bukan ke Thailand. Di kampus saya memang lumayan banyak mahasiswa dari Malaysia dan Thailand, apa salah satu dari mereka bercerita pada teman saya ini bahwa pembantu2 di rumahnya berasal dari Indonesia? entahlah.. saya juga kenal seorang teman dari timur tengah, kami kadang2 bertemu dan ngobrol di mushola, dalam hati saya terkadang bertanya pada diri sendiri, sebenarnya bagaimana ia memandang kami orang2 Indonesia ya, karena mungkin saja pembantu di rumahnya berasal dari Indonesia..

Orang bilang TKW adalah pahlawan devisa, yang lumayan memberi kontribusi pada perekonomian nasional, memang benar. Saya sendiri tidak pernah memandang rendah mereka. Hanya saja ketika ada orang luar yang menyinggung tentang TKW ini.. entahlah kenapa saya merasa salah tingkah..

Mungkin sebagian besar TKW juga karena terpaksa saja mereka sampai bekerja di luar negeri, you know lah, karena di Indonesia tidak tersedia cukup banyak lapangan pekerjaan yg cukup layak untuk mereka.. Orang2 Indonesia yg bekerja di luar negeri sebagai profesional pun sepertinya tetap merasa bahwa sebenarnya somehow lebih nyaman berkarir di Indonesia, apalagi para TKW, sangat mungkin sebenarnya mereka lebih senang bekerja di negeri sendiri.. keadaan memaksa mereka untuk menjadi pembantu rumah tangga bagi bangsa lain.. tragis…

Lalu mengapa para TKW ini tidak bekerja saja di Indonesia, di pabrik2 mungkin, atau sebagai petani?

Orang bilang repot membuka pabrik di Indonesia karena biaya produksinya tidak bersaing dengan negara2 lain, birokrasi yg berbelit2, hukum yg selalu berubah2, tarif listrik yg mahal..

Orang bilang repot menjadi petani di Indonesia, karena kebijakan impor beras, karena harus bersaing dengan petani negara2 lain, karena harga pupuk mahal..

Mengapa harga pupuk mahal..?

Orang bilang karena gas kita dijual ke negara lain, pabrik pupuk gulung tikar jadinya, karena kekurangan bahan baku untuk membuat pupuk.. jadilah kita harus mengimpor pupuk..

Ahh.. masih banyak sekali yg harus dibenahi di negara kita kawan..

Advertisements

Posted in just a story | Tagged: , | 3 Comments »

Empat jenis presiden, mana yang anda sukai?

Posted by Syeilendra Pramuditya on July 3, 2010

Putin and Yudhoyono

Di negara2 “demokrasi” (saya beri tanda petik karena kata2 ini begitu absurd dan tidak mudah utk dipahami), biasanya masa jabatan presiden dibatasi hanya sampai 2 kali masa jabatan berturut-turut, dimana hal ini konon dimaksudkan utk mencegah seseorang utk mendominasi kekuasaan.

Untuk kasus negara2 maju yang demokrasi nya sudah matang, urusan “who is the president” mungkin tidak terlalu menarik, karena SYSTEM telah begitu mendominasi, sehingga sulit bagi seorang INDIVIDUAL untuk melakukan sesuatu yang berbeda, sekalipun si individual ini adalah presiden. Coba deh lihat Amerika, Inggris, Prancis, dll, siapapun presiden (or PM) nya, secara umum keadaan tidak akan banyak berubah, ya gitu2 aja.

Keadaan menjadi lain utk kasus negara2 berkembang, apalagi yang masih berjibaku menghadapi penyakit2 sosial yg bisa dibilang jadul: korupsi, kolusi, nepotisme, kartel bisnis, mafia, neo-kolonialisme, dll. Di tempat2 seperti ini, dimana demokrasi belumlah matang, dan SYSTEM belum terlalu mendominasi, ada kesempatan bagi seorang INDIVIDUAL untuk melakukan sesuatu yang berbeda, to significantly change something! Anda juga pasti punya perasaan seperti ini, menunggu seseorang yang tepat, the chosen one, yang akan mengakhiri zaman kegelapan di negara kita.

Bagi mereka yang beruntung (atau tidak beruntung, tergantung konteks pembicaraan), yaitu para presiden yg terpilih secara “demokratis” utk menjabat selama 2 kali berturut-turut, adalah cukup menarik bagi kita untuk mengamati tingkah polah mereka selama menjalani pekerjaan maha-berat mereka sebagai presiden.

Kalau diamati, mereka itu bisa dikelompokan menjadi 4 jenis:

Jenis 1: Play safe? sure!

Presiden2 jenis ini memang senengnya main aman, prinsipnya jangan sampai kursi jabatan mereka bergoyang terlalu kencang. Tidak harus berarti mereka buruk, beberapa diantara mereka sadar betul akan banyaknya masalah yang harus dibereskan, hanya saja alih2 berusaha melakukan perbaikan secara kilat dengan resiko menghadapi perlawanan yg hebat, mereka percaya bahwa perbaikan harus dilakukan secara pelan2 dan bertahap. Dengan gaya seperti ini, mereka berharap musuh2nya (koruptor, mafia, dll) tidak terlalu gencar melakukan perlawanan, sehingga perbaikan bisa dilakukan secara “lambat tapi pasti”. Mereka juga percaya bahwa dengan tidak terlalu menimbulkan sensasi, kesempatan untuk terpilih lagi menjadi lebih besar. Mungkin salah satu tujuan mereka adalah membangun fondasi yang kokoh dan kuat agar perbaikan bisa diteruskan oleh presiden berikutnya. Baik dimasa jabatan yang pertama maupun yang kedua, gaya mereka kurang lebih sama, selalu main aman.

Jenis 2: Play safe, at the beginning

Presiden2 jenis ini sedari awal sudah punya target untuk menjabat selama dua periode, dan cukup optimis untuk bisa meraihnya. Di masa jabatan mereka yang pertama, mereka mirip dengan jenis 1, tidak terlalu membuat sensasi, tujuannya juga kurang lebih sama, agar perlawanan dari para penjahat negara tidak terlalu kuat. Dengan demikian mereka juga jadi punya kesempatan untuk melakukan konsolidasi sumber daya untuk digunakan kemudian pada masa jabatan yang kedua. Dengan terciptanya rasa aman dan stabilitas sosial, rakyat pun cukup happy dan popularitasnya menjadi naik, mereka pun terpilih lagi untuk kedua kalinya. Dimasa jabatannya yang kedua, barulah ia bergerak secara serius dan progresif, kalau perlu sensasional, satu alasan adalah ia sadar ini adalah kesempatan terakhir baginya untuk melakukan perbaikan nasional, inilah saatnya memberangus penjahat2 negara semaksimal mungkin.

Jenis 3: Play safe, at the end

Presiden2 jenis  ini awalnya tidak terlalu optimis bahwa ia akan terpilih lagi utk yang kedua kalinya, sehingga ia selalu berpikir bahwa mungkin ini adalah satu2nya kesempatan baginya untuk bergerak. Segera setelah terpilih, mereka sering membuat sensasi, misalnya dengan sering meng-ekspose penangkapan koruptor kelas kakap, mengumumkan diperbaharuinya kontrak2 pertambangan minyak, gas, emas, dll. Mereka mendapat perlawanan yang hebat dari para penjahat negara, tapi somehow mereka berhasil mengatasinya sehingga tidak sampai jatuh dari jabatannya. Sensasi2 yg mereka buat secara otomatis mendongkrak popularitas mereka, sampai akhirnya terpilih lagi untuk kedua kalinya. Dimasa jabatan yg kedua, berdasarkan pengalaman sebelumnya, mereka mulai merasa sedikit hawatir dengan tingkat perlawanan yang mereka hadapi, yah bagaimanapun mereka juga manusia biasa yg bisa merasa cemas. Mereka hawatir para penjahat negara akan melakukan balas dendam habis2an setelah mereka turun dari jabatan presiden. Jadilah performa mereka turun di masa jabatan yg kedua, dan lebih memikirkan tentang soft landing, alias agar bisa turun dari jabatan kepresidenan dengan aman.

Jenis 4: Play safe? no thanks.

Presiden jenis bisa dibilang orang2 istimewa yg punya misi, a man with mission, yang sudah sangat muak dengan keadaan, sedari awal mereka bertekad untuk mendedikasikan dirinya untuk melakukan perbaikan nasional semaksimal mungkin. Jauh2 hari mereka sudah punya target dan strategi yang sistematis tentang apa yang akan dilakukan bila terpilih menjadi presiden. Bisa dibilang gaya kepemimpinan mereka mirip dengan jenis 3 pada masa jabatan yang pertama, dan mirip dengan jenis 2 pada masa jabatan yang kedua. Pada masa jabatan yang pertama, mereka berfikir bahwa mungkin ini adalah satu2nya kesempatan, dan pada masa jabatan yang kedua mereka berfikir bahwa ini adalah kesempatan terakhir, jadilah mereka selalu bergerak secara progresif dan pantang menyerah. Gaya seperti ini tentu menimbulkan sensasi dan perlawanan yang hebat dari para penjahat negara, tapi mereka seolah tak perduli dan terus saja bergerak dengan program2 perbaikan nasionalnya.

– – –

Secara pribadi, saya pikir untuk saat ini Republik Indonesia butuh presiden jenis 4, bagaimana menurut anda?

Posted in social & politics | Tagged: , | 2 Comments »

Protected: The Yudhoyono Dynasty..? beware o people…

Posted by Syeilendra Pramuditya on April 12, 2009

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in social & politics | Tagged: , , , , , , , , , | Enter your password to view comments.

BATAN tidak boleh ragu bicara tentang PLTN

Posted by Syeilendra Pramuditya on September 13, 2008

Dr. Hudi Hastowo

Dr. Hudi Hastowo

Pada hari Kamis, 11 September 2008, saya menghadiri seminar tentang nuklir yang disampaikan oleh pak kepala BATAN, Dr. Hudi Hastowo. Seminar ini diadakan di Campus Center ITB, dari jam 9 sampai 10 pagi, dengan moderator pak Rektor ITB, Prof. Dr. Djoko Santoso. Pada seminar ini pak kepala BATAN menjelaskan tentang aplikasi nuklir pada berbagai bidang, seperti kesehatan & pengobatan, pangan & pertanian, dan tentu saja PLTN. Yang membuat saya heran, dari 60 menit waktu yang disediakan, pak kepala batan menggunakan sekitar 55 menit untuk memaparkan pemanfaatan nuklir di bidang2 non energi (alias non PLTN), dan hanya menggunakan sekitar 5 menit terakhir saja untuk berbicara mengenai PLTN! ada apa ini? mengapa BATAN tampak ragu (takut?) bicara mengenai PLTN? padahal kita semua tahu bahwa untuk bidang2 non PLTN, seperti pertanian, pengobatan, dsb, tidak ada seorang-pun yang keberatan, hal2 seperti ini buat apa disosialisasikan lagi?

nppJustru yang mendapat banyak tantangan adalah tentang PLTN, adakah diantara kita yang pernah mendengar Greenpeace berdemo menentang pengobatan kanker dengan menggunakan nuklir? atau demo menolak penggunaan radiasi nuklir untuk merekayasa bibit pertanian varietas unggul? TIDAK! mereka berdemo (baca : menghasut massa) untuk menolak PLTN, tapi mereka tidak pernah berdemo menolak aplikasi nuklir non PLTN bukan? dengan demikian menurut saya yang harus menjadi fokus sosialisasi dan kampanye nuklir adalah tentang PLTN, sedangkan aplikasi nuklir non PLTN hanya sebagai tambahan saja, bukan malah sebaliknya! spesifik mengenai seminar nuklir kemarin di CC-ITB, pak kepala BATAN tidak perlu khawatir bahwa audiens tidak akan mengerti bila anda menjelaskan tentang, misalnya safety system PLTN, audiens anda kemarin itu terdiri dari para mahasiswa S1, S2, S3, dan juga dosen, jadi Insya Allah mereka akan cukup mengerti bila anda menjelaskan sedikit teknis tentang PLTN.

coreMenurut saya, yang akan membawa perubahan besar bagi bangsa kita adalah aplikasi nuklir pada PLTN, PLTN-lah yang akan mengawal perjalanan pembangunan bangsa kita menuju era industri yang sebenarnya, misalnya melalui penyediaan supply listrik murah dan stabil, yang akan mendukung industri manufaktur dan perdagangan internasional di negara kita. Hal2 seperti inilah yang menurut saya harus disampaikan secara intensif kepada masyarakat, yaitu mengenai outline analisis keselamatan PLTN, dan alasan2 logis tentang mengapa kita harus ber-PLTN bila tidak ingin tertinggal dari negara2 lain. Kesimpulannya, kalau BATAN saja, yang jelas2 memang expert nuklir, ragu bicara tentang PLTN, bagaimana orang lain bisa tidak ragu?

Posted in my thought | Tagged: , , , , , | 4 Comments »

Dilema Sang Presiden…

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 15, 2008

Kasus : misalnya saya adalah presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat, agenda utama saya adalah memberangus para koruptor, dengan cara memberlakukan hukuman mati untuk para pelaku tindakan korupsi. Tetapi gerakan saya terhambat akibat berlarut-larutnya pembahasan undang2 di parlemen, saya jelas membutuhkan sebuah undang2 agar vonis mati untuk koruptor tersebut mempunyai dasar hukum yang jelas. Tetapi saya pesimis undang2 tersebut bisa lolos di parlemen, karena kita semua tahu bahwa parlemen adalah salah satu markas koruptor (ingatlah tentang nasib undang2 anti pornografi dan pornoaksi), lalu apa yang harus saya lakukan? apakah saya harus melakukan tindakan inkonstitusional? kalau saya melakukan hal tersebut saya khawatir negara akan mengadopsi hukum rimba dan akan terjadi chaos dan anarki, lagipula saya juga belum yakin benar apakah militer ada di pihak saya. Di luar istana, kekesalan rakyat sudah mencapai puncaknya, anarki sudah di depan mata. Jika saya diam saja, anarki akan meletus dengan sendirinya, jika saya bertindak inkonstitusional, sayalah yang akan menjadi penyebab anarki, lalu apa yang harus saya lakukan..?

Bersambung…

Posted in social & politics | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Empat jenis kejahatan yang harus diganjar vonis mati

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 15, 2008

Empat jenis kejahatan yang menyebabkan pelakunya tidak punya hak hidup lagi di dunia ini, alias harus dihukum mati, adalah (diurutkan berdasarkan tingkat kejahatan) :

  1. Orang-orang yang terlibat dalam tindakan korupsi, kolusi, dan pungutan liar (pungli) yang menyangkut kepentingan publik. Manusia-manusia yang melakukan kejahatan ini adalah yang paling terkutuk dari semua jenis penjahat, kejahatan mereka benar-benar tak terperikan dan menyebabkan kehancuran dimana-mana. Tindakan mereka antara lain menyebabkan jutaan rakyat kehilangan haknya dan hidup menderita, jutaan anak harus putus sekolah dan malah harus bekerja, macetnya kegiatan pembangunan bangsa, dan masih banyak efek negatif lainnya. Mereka ini termasuk para pejabat korup, para pembuat kebijakan korup, pebisnis2 yang menipu negara, dan juga komprador2 asing yang menipu bangsanya sendiri. Kejahatan ini menyebabkan kehidupan negara dan bangsa menjadi mandek dan tidak bisa maju. Mereka ini harus dieksekusi mati di alun-alun dihadapan rakyat yang ia zalimi. Vonis : MATI
  2. Orang-orang yang terlibat narkoba. Menurut saya bukan hanya bandar/pengedar narkoba saja yang harus dihukum mati, tetapi juga orang-orang yang menggunakannya, seperti dikatakan hukum ekonomi universal, supply ada karena ada demand, jika tidak ada demand, maka tidak akan ada supply. Karena itu kejahatan narkoba harus diberangus dengan motto Once And For All, targetnya adalah pengedar, pemakai, kurir, beking (backing), dan semua pihak lainnya yang terlibat. Kejahatan ini sungguh menghancurkan masa depan bangsa, yaitu dengan merusak pemuda anak2 bangsa. Vonis : MATI
  3. Pemerkosa dan pen-sodomi. Menurut saya kejahatan ini lebih buruk dari pembunuhan, korban nya harus menjalani sisa hidupnya dalam trauma psikologis yang hampir tidak mungkin bisa pulih sepenuhnya, sebagian dari mereka merasa sangat malu dan hina hidup di tengah masyarakat, dan akhirnya memilih bunuh diri. Tidak jarang pula korban2nya akhirnya mengalami gangguan jiwa atau malah terjerumus ke lembah kenistaan, dengan menjadi pelacur, mereka benar2 kehilangan masa depan. Vonis : MATI
  4. Pembunuh. Logikanya sederhana saja : nyawa dibayar nyawa, titik. Vonis : MATI

Saya mengerti bahwa beberapa pihak akan menganggap hal ini terlalu berlebihan, tapi mau bagaimana lagi, kejahatan di negeri kita memang sudah sangat ekstrim, sehingga harus ditangani dengan cara yang ekstrim juga.

Posted in my thought | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Indonesia : Land of idiots?

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 11, 2008

Richard Nixon, US former president: “(Indonesia is) the richest hoard of natural resources, the greatest prize in south-east Asia..

Fakta-fakta menyedihkan tentang negeri kita berikut ini sebagian besar saya dapatkan dari buku karya salah seorang yang saya kagumi, salah satu negarawan terbaik negeri ini, Prof. Dr. M. Amien Rais, buku beliau berjudul “Agenda Mendesak Bangsa – SELAMATKAN INDONESIA!” , semoga bisa menggugah kita semua untuk memikirkan dan yang paling penting melakukan sesuatu, apa saja yang bisa kita lakukan, sesuai kapasitas dan kemampuan kita masing-masing.

  • Produksi minyak nasional sebesar sekitar satu juta barel per hari saat ini sudah didominasi bahkan dikuasai asing.
  • Sekitar 46.8% kekayaan laut dikuasai kapal-kapal berbendera asing
  • Sekitar 62.5% industri perbankan dikuasai asing.
  • Indosat dimiliki singtel/temasek singapura, 35% saham Telkom dan 98% saham XL adalah milik pihak asing.
  • Berdasarkan perjanjian pertahanan RI-Singapura, maka Singapura berhak mengadakan latihan tempur dengan peluru tajam (!) di wilayah Indonesia sekitar laut cina selatan (Alfa I, Alfa II, Bravo, Baturaja) selama 25 tahun! dan bahkan bebas mengundang pihak ketiga manapun (baca : amerika, israel, belanda, australia, timor leste, dll), alamak!
  • Batas kepemilikan saham oleh pihak asing di industri perbankan China adalah 25%, malaysia 30%, Amerika 30%, India 49%, lalu Indonesia? check this out >> 99%!
  • Kontrak karya pengelolaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia (!) di papua oleh Freeport (yang setiap hari membuang 300 ribu ton limbah tailings!) dimulai pada 1967, dan akan baru berakhir pada 2041! bayangkan, 74 tahun emas kita (akan) dirampok dan kita tenang2 saja, kita pasti sudah GILA!!
  • Blok cepu, minimal menyimpan 600 juta barel minyak dan 2 triliun kaki kubik (TCF) gas. Dengan harga minyak saat ini USD 120/barel, ladang minyak tersebut setidaknya bernilai 72 milyar dolar alias 662.4 trilyun rupiah (kurs Rp 9200), sekitar 2/3 APBN kita! belum lagi natuna (yang kabarnya adalah ladang gas terbesar di dunia!), arun, dan banyak lagi! Secara de facto ladang minyak cepu telah diserahkan pada Exxon Mobil, sampai 2036!! G – I – L – A . . .
  • Porsi bagi hasil ladang gas natuna adalah 100% buat exxon dan 0% buat Indonesia, exxon memasang sistem pipa gas bawah laut dari natuna ke singapura, dengan demikian eksplorasi gas natuna langsung dikirim ke singapura, dimana di sana kapal2 tanker exxon sudah menunggu untuk mengangkut gas tersebut, dan kita dengan bodohnya hanya menjadi penonton dan diam saja melihat semua ketololan itu terjadi!
  • Berdasarkan UU migas, penjualan gas ke dalam negeri dibatasi sampai maksimal hanya 25%, dengan kata lain 75% gas alam kita WAJIB di-ekspor ke luar negeri. Apa implikasinya? industri pupuk kita kekurangan bahan baku, dan banyak yang akhirnya gulung tikar, dengan demikian petani2 kita kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau… buat makan sendiri saja bangsa kita masih keteteran…

External links:

Disclaimer: data2 diatas saya kutip dari buku pak Amien Rais yang saya sebutkan di awal artikel ini, jika anda mendapati bahwa data2 tsb tidak benar, maka silahkan komplain ke sumbernya langsung.

Posted in social & politics | Tagged: , , , | 5 Comments »

Mereka berani melakukannya, kenapa kita tidak?!

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 11, 2008

Ini nih yang wajib kita contoh..

Malaysia. Ketika Malaysia dilanda krisis moneter 1997, perdana menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohammad dengan tegas menolak campur tangan IMF di negaranya, bahkan raja uang New York, yang ditengarai adalah biang kerok krisis moneter Asia, George Soros, dengan berani ia caci maki sebagai moron alias tolol! Dua bulan berikutnya, nilai tukar Ringgit memang turun 24%, tapi secara meyakinkan Malaysia segera berhasil keluar dari krisis, ekonomi-nya malah makin mantap dan kuat, sampai hari ini! Pada suatu kesempatan, Mahathir juga pernah membuat berang komunitas yahudi internasional, ia dengan berani mengatakan bahwa saat ini yahudi telah menguasai dunia. Malaysia dibawah Mahathir berani melawan komplotan sekaliber IMF, kita juga harus berani!

 


Argentina. Ekonomi negeri ini sempat kolaps akibat hantaman krisis ekonomi, persis seperti kisah negeri kita. Untuk mengatasi bencana ekonomi ini, dengan berani pemerintah Argentina secara sepihak segera memperbaharui berbagai kontrak pertambangan dengan korporasi2 multinasional, agar lebih menguntungkan Argentina! lalu apa yang terjadi? ternyata korporasi2 pertambangan multinasional tersebut taat dan patuh, tidak ada yang hengkang! 5 tahun berikutnya (2003-2007) ekonomi Argentina langsung booming dengan rata2 pertumbuhan ekonomi 8.6%! bandingkan dengan negeri kita yang rata2 cuma 5-6%. Argentina berhasil karena berani! kita juga harus berani! segera perbaharui kontrak2 pertambangan freeport, blok cepu, natuna, Arun, dan masih banyak lagi!

 


Venezuela. Ketika Hugo Chavez terpilih menjadi presiden Venezuela, rekonstruksi sistem ekonomi segera ia lakukan, salah satunya adalah nasionalisasi perusahaan2 pertambangan, lalu apa yang terjadi? sama seperti kasus Argentina, korporasi2 pertambangan multinasional ternyata taat dan patuh, mereka tidak lantas hengkang, mereka terus beroperasi di Venezuela, walaupun dengan aturan baru a’la Chavez! hasilnya? pertumbuhan ekonomi Venezuela mencapai angka 10.5%! salah satu yang tertinggi di dunia! kita juga harus bisa seperti ini!

 


Bolivia. Pada 2005, Evo Morales terpilih menjadi presiden baru negeri ini, gebrakan pun segera ia lakukan, ia mengumumkan pemotongan gaji presiden (baca : diri sendiri!) sebesar 50%! Kemudian terhitung mulai 1 Januari 2006, seluruh industri migas Bolivia di nasionalisasi, sama seperti di Argentina dan Venezuela, korporasi2 pertambangan multinasional taat dan patuh pada aturan baru a’la Morales tersebut! hasilnya? penghasilan nasional Bolivia naik 500% dibandingkan tahun 2002! sekali lagi, kita juga harus bisa seperti ini!

Posted in social & politics | Tagged: , , , | 3 Comments »

Ultimate Stupidity of Indonesia [1] : The Indosat Scandal

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 9, 2008

Sampai saat ini saya masih sangat kesal jika ingat tentang skandal Indosat yang secara super-tolol malah dijual ke singapura, saya masih ingat beberapa tahun yang lalu (kalau tidak salah 2004/2005), saat kasus tersebut sedang panas-panas nya, saya mengikuti lokakarya tentang skandal divestasi Indosat tersebut di Aula Barat ITB, yang menjadi keynote speakers pada saat itu seharusnya meneg BUMN laksamana sukardi (manusia ini juga yang secara serampangan menjual super-tanker pertamina/VLCC yang sedang di-konstruksi di Korea Selatan) dan ketua serikat pekerja Indosat (saya lupa namanya), yah.. bisa ditebak sang meneg BUMN batal hadir dengan alasan sibuk, klise! ketua serikat pekerja Indosat ini kelihatan sangat dongkol mengetahui meneg BUMN ternyata mangkir, saat itu ia tampak sangat gusar tetapi juga sangat percaya diri, tampaknya ia sudah menyiapkan grand-assault untuk sang menteri. Secara eksplisit ketua serikat pekerja Indosat tersebut berpendapat bahwa ia benar2 gagal memahami mengapa Indosat sampai dijual, ke pihak asing pula! menurutnya, sejak awal berdirinya Indosat tidak pernah menyusahkan Indonesia, Indosat selalu mencetak profit, ia tidak tahu logika macam apa yang dipakai megawati dan laksamana sukardi ketika mengambil keputusan tersebut. Indosat dijual dengan harga super murah yaitu 5 trilyun saja, atau singapura akan balik modal (Return of Investment/RoI) hanya dalam waktu kurang dari 4 tahun, karena Indosat menghasilkan keuntungan sekitar 1,5 trilyun per tahun! untung besar!! belum lagi jika dihitung pertumbuhan industri ICT Indonesia yang terus saja booming. Juga perlu diketahui bahwa dengan dijualnya Indosat ke singapura, maka secara otomatis satelit palapa dan infrastruktur komunikasi bawah laut (Fiber Optics Communication Backbone Line) di sekitar selat malaka dan laut cina selatan juga menjadi milik singapura! hal berbahaya lainnya adalah singapura (bisa jadi) dengan leluasa menguping komunikasi pertahanan-keamanan/militer Indonesia, yang seharusnya bersifat super-secret!

Lalu bagaimana solusinya?!

Mudah! bikin lagi saja perusahaan semacam Indosat, atau istilah biologinya di-clone saja, kita misalkan saja namanya “Indocom”. saya tahu biaya yang dikeluarkan akan besar, tapi bukan tidak mungkin toh..? ok misalkan Indocom ini sudah berdiri, lalu bagaimana agar ia bisa berjalan, bagaimana marketing-nya? mudah, pemerintah harus “turun gunung”, dengan secara aktif meng-instruksi-kan segenap bangsa untuk turut serta membesarkan Indocom, secara sporadis kita himbau masyarakat yang selama ini menggunakan produk dan jasa Indosat untuk segera beralih ke Indocom! saya yakin sebenarnya masih banyak rakyat kita yang punya nasionalisme tinggi, mereka hanya perlu diingatkan akan bangsanya. Dalam waktu singkat Indosat-singapura akan gulung tikar dari negeri ini! saya tahu semua bualan tentang globalisasi, pasar bebas, ekonomi pasar, bla bla bla… percayalah, semua itu hanya omong kosong! propaganda yang hanya bisa di-injeksi kepada manusia-manusia yang kurang ilmu saja! apa itu liberalisasi ekonomi, deregulasi pasar, the role of WTO, IMF, WorldBank, bla bla bla… dan segudang istilah njlimet lainnya? semuanya bohong! kapitalisme hanya untuk negara2 yang sudah very-well-developed. Untuk negara seperti Indonesia, pemerintah bukan saja boleh untuk turun ke pasar, tetapi malah harus! kalau bukan pemerintah, siapa lagi pihak yang cukup kuat yang mau dan mampu bermain di pasar, untuk mengambil manfaat ekonomi dari pasar itu sendiri, untuk sebesar-besarnya digunakan untuk kepentingan rakyat, persis seperti yang tertuang di dalam konstitusi kita. Memangnya korporasi mana yang secara konsisten mau menciptakan kesejahteraan rakyat?! jangan harap!! pada titik yang paling ekstrim, negara boleh melakukan apa saja untuk mempertahankan hidup dan penghidupan bangsa dan negara itu sendiri.

what do you think?

Posted in social & politics | Tagged: , , | Leave a Comment »

Mengapa harus nuklir?

Posted by Syeilendra Pramuditya on June 21, 2008

Salah satu hal terpenting untuk mendukung keberlangsungan dan perkembangan peradaban umat manusia adalah terjaminnya ketersediaan energi yang memadai. Pada tahun 2001, dari total produksi energi primer dunia sebesar sekitar 110.000 TWh (110E+15 Watt-hours), 86% persennya berasal dari bahan bakar fosil, yaitu minyak 36,3%, gas 25,8%, dan batu bara 23,9%. Sedangkan kontribusi nuklir sebesar 6,6%. Selain digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor, bahan bakar fosil juga digunakan untuk memproduksi listrik, pada tahun 2001, 64% listrik dunia berasal dari bahan bakar fosil, dan 17% berasal dari nuklir.

Untuk kasus Indonesia, 94,5% energi primer berasal dari bahan bakar fosil, yaitu minyak 54%, gas 26,5%, dan batu bara 14%. Sedangkan untuk produksi listrik, dari sekitar 120.000 GWh pada tahun 2004, sebanyak 86,4% berasal dari bahan bakar fosil, yaitu batu bara 40%, minyak 30,2%, dan gas 16%. Sampai saat ini negara kita memang belum memiliki satu pun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), jadi kontribusi nuklir adalah 0%.

Pada tahun 2000, Indonesia mengimpor sekitar 79,26 juta barrel minyak, dengan asumsi harga minyak 50 USD/barrel dan kurs 9000 Rp/USD, maka berarti pemerintah harus mengeluarkan setidaknya 35 trilyun rupiah setiap tahunnya, belum lagi untuk biaya transportasi, subsidi BBM untuk penjualan di dalam negeri, dan juga masalah kebocoran anggaran APBN, mungkin angkanya bisa membengkak sampai dua kali lipat.

Ketersediaan energi berpengaruh secara langsung terhadap perekonomian sebuah negara, karena hampir semua sektor memerlukan energi, terutama transportasi dan industri. Menyandarkan sumber energi pada bahan bakar fosil sepertinya bukanlah keputusan yang terlalu baik. Cadangan bahan bakar fosil Indonesia sebenarnya relatif sangat sedikit, perut bumi negeri ini hanya menyimpan sekitar 1% total cadangan minyak bumi dunia, 2,5% cadangan gas, dan 3,1% cadangan batu bara. Berdasarkan beberapa survey geologi, daerah-daerah seperti selat Malaka, Kalimantan, pulau-pulau sekitar Nusa Tenggara, dan Papua diperkirakan menyimpan cadangan mineral bahan bakar nuklir, seperti Uranium dan Thorium, yang cukup signifikan, walaupun selama ini belum pernah ada kegiatan eksplorasi terhadap mineral-mineral tersebut.

Untuk menjadi sebuah negara industri maju, kebutuhan energi Indonesia tentu akan terus dan terus naik, sedangkan harga minyak terus semakin mahal dari tahun ke tahun, dan juga sangat sensitif terhadap keadaan geopolitik dunia. Selain itu, sampai saat ini, bahan bakar fosil masih didefinisikan sebagai sumber daya tak terbarukan (non-renewable resource), yang artinya akan benar-benar habis pada saatnya nanti, bahkan para ilmuan energi memperkirakan saat itu akan datang dalam orde paling lama 50 atau 100 tahun saja. Jadi kita memang harus segera mengembangkan sumber energi lain yang ekonomis dan ketersediannya dapat terjamin untuk jangka waktu yang lama.

Pada bulan Desember 1942, ahli fisika Enrico Fermi dari universitas Chicago, Amerika Serikat, untuk pertama kalinya berhasil mendemonstrasikan reaksi fisi nuklir berantai, yang merupakan cikal bakal reaktor nuklir. Dua tahun kemudian, pada tahun 1944, reaktor nuklir skala besar pertama di dunia dibangun di Hanford, Washington, Amerika Serikat, tetapi pada saat itu hanya digunakan untuk keperluan militer, yaitu memproduksi material bom atom, sedangkan daya termal yang dihasilkan tidak digunakan. Tujuh tahun kemudian, pada tahun 1951, prototipe reaktor nuklir daya pertama di dunia dibangun di fasilitas nuklir National Reactor Testing Station (NRTS), Idaho, Amerika Serikat, dengan nama Experimental Breeder Reactor No. 1 (EBR1), yang saat itu berhasil menyalakan empat buah bola lampu.

Sejak saat itu, selama sekitar 60 tahun teknologi nuklir telah berkembang dengan sangat pesat, dan hari ini tak kurang dari 442 reaktor nuklir daya beroperasi di 30 negara di seluruh dunia, dan 29 lainnya masih dalam tahap pembangunan di 12 negara. Selain itu, ratusan unit lainnya beroperasi sebagai sumber energi di kapal-kapal induk militer, supertanker, dan kapal laut raksasa lainnya, juga kapal-kapal selam militer (propulsion reactors).

So, why nuclear? mungkin itulah pertanyaan yang sering dilontarkan orang, mengapa kita harus menggunakan nuklir? mengapa tidak yang lain?

Beberapa keunggulan nuklir bila dibandingkan dengan sumber energi lain adalah sebagai berikut :

  • reaksi fisi nuklir secara teoritis menghasilkan energi dengan orde 10 juta kali energi yang dihasilkan reaksi pembakaran kimiawi
  • sebuah pellet bahan bakar uranium standar seukuran kuku jari tangan (sekitar 1 cm3), akan menghasilkan energi setara dengan pembakaran 600 liter minyak, atau 800 kg batu bara, atau 500 m3 gas
  • pembakaran 1 kg batu bara menghasilkan energi 1,6 kWh, minyak dan gas sekitar 3 -5 kWh, dan uranium 50.000 kWh
  • capacity factor (persentase daya listrik yang benar-benar dihasilkan pembangkit listrik relatif terhadap potensi daya listrik yang dapat dihasilkan) pembangkit listrik gas sebesar 15 – 38%, minyak 29,8%, batu bara 72,6%, dan nuklir 89,3%
  • biaya produksi listrik rata-rata per 2005 adalah 8,09 sen USD/kWh untuk minyak, 7,51 sen USD/kWh untuk gas, 2,21 sen USD/kWh untuk batu bara, dan 1,72 sen USD/kWh untuk nuklir. Disamping itu, harga bahan bakar nuklir jauh lebih stabil dibanding bahan bakar fosil
  • Bernard Cohen, profesor fisika universitas Pittsburgh, telah menghitung dan menyatakan bahwa dengan teknologi Fast Breeder Reactor (FBR), ketersedian energi dari nuklir akan terjamin untuk lima milyar tahun
  • reaktor nuklir adalah fasilitas yang memiliki standar keamanan yang sangat tinggi, selama 60 tahun sejarahnya, dan telah beroperasinya ratusan reaktor daya dan ratusan unit propulsion reactors, sampai saat ini hanya pernah terjadi dua kecelakaan yang cukup besar, yaitu kasus Chernobyl di Ukrainia, dan Three Mile Island di Amerika.
  • dengan penanganan yang benar, nuklir adalah yang paling ramah lingkungan dibanding sumber energi lain, nuklir nyaris tidak menghasilkan polutan atau partikulat apapun ke tanah, air, dan udara. Pada tahun 2005, reaktor-reaktor nuklir di Amerika Serikat saja telah mencegah emisi 3,32 juta ton SO2, 1,05 juta ton NOx, dan 681,9 juta metrik ton CO2 ke udara. Dengan kata lain, jika Amerika menggunakan bahan bakar fosil untuk memproduksi listriknya, maka gas-gas berbahaya diatas akan diemisikan ke atmosfer Bumi
  • selain untuk memproduksi listrik, reaktor nuklir juga dikembangkan untuk beberapa aplikasi lain, salah satu yang cukup penting adalah penggunaan High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR) untuk produksi hidrogen. Hidrogen ini di masa depan akan menjadi sumber energi Fuel Cell, yang akan menggantikan penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor. Sehingga nuklir akan menjadi sumber energi inti bagi dunia di masa depan.

Dengan demikian tidak ada alasan lagi untuk menolak teknologi nuklir. Untunglah pemerintah kita telah menyadari betapa pentingnya untuk segera mengaplikasikan teknologi nuklir untuk produksi energi listrik.

Sistem PLTN pertama Indonesia rencananya akan dibangun di semenanjung Muria, Jepara, Jawa Tengah, dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2016. PLTN yang akan dibangun tersebut adalah jenis Pressurized Water Reactor (PWR), dengan kapasitas total 4000 MWe. Karena itu, mari kita bersama-sama mendukung realisasi program Indonesia Go Nuclear!


Baca juga:

How really safe is nuclear power?

Reading material by Djoko Prasetijo (PLN)

Posted in nuclear engineering | Tagged: , , , | 3 Comments »

Protected: Black Campaign? so what!

Posted by Syeilendra Pramuditya on May 30, 2008

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in social & politics | Tagged: , | Enter your password to view comments.