Hey, what's going on?

Catatan Perjalanan: Venezia, Italia

Posted by Syeilendra Pramuditya on February 22, 2015

Kota Trieste terletak di kawasan utara Italia, dan jaraknya tidak terlalu jauh dari Venezia, hanya sekitar 150 km. Jadi Sabtu kemarin saya dan 3 teman jalan2 bersama ke Venezia.

Trieste-Venezia by Train (~150 km, 2 hours)

Trieste-Venezia by Train (~150 km, 2 hours)

Saya pergi dengan Bogdan dari Romania, Okan dari Turki, dan Hai dari Vietnam. Kami berempat pergi pagi2 sekali dari Adriatico, naik bis yang jam 6 pagi dan hari masih gelap karena matahari terbit jam 7. Sampai stasiun Trieste Centrale 20 menit kemudian, beli snack dan minuman di minimarket, dan langsung membeli tiket. Jadwal kereta bisa dilihat di http://www.trenitalia.it , ada versi English nya juga. Sebenarnya tiket bisa dibeli melalui mesin otomatis di dalam stasiun, cuma mesinnya hanya bisa menerima uang pas, jadi saya beli dari loket saja. Tinggal bilang mau ke Venezia Santa Lucia, jangan lupa juga bilang Regionale Train, karena ada dua jenis kereta, dan Regionale adalah yang lebih murah. Kemudian bisa pilih mau 1st Class (~eur 20) atau 2nd Class (~eur 13). Terpaksa kami memilih 2nd Class (karena ga ada 3rd Class :D). Kami dapat yang jam 7.15, dan tidak ada seat number, jadi bisa bebas pilih tempat duduk. PENTING: Jangan lupa untuk memvalidasi tiketnya di mesin berwarna hijau yang ada di platform kereta, nanti mesin itu akan mem-print tanggal di tiket kita. Kalau sampai lupa, kondektur akan mengenakan denda sebesar eur 5 di dalam kereta nanti.

Kereta yang kami gunakan

Pilih tempat duduk di sisi kiri, karena pemandangannya lebih bagus dari sisi kanan🙂. Juga jangan memakai baju hangat berlebihan, karena di dalam kereta sangat hangat dan cenderung panas, selama perjalanan saya hanya memakai kaos saja tanpa sweater. Keretanya lumayan nyaman, kursinya saling berhadap2an, dan juga ada toilet di tiap gerbong. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam, dan sekitar jam 9an kami sampai di stasiun Venezia Santa Lucia. Hati2 jangan sampai salah turun di stasiun Venezia Mastre, yang adalah stasiun sebelum Santa Lucia.

Pagi itu langit agak mendung di Venezia, tapi setidaknya tidak sampai hujan. Di stasiun kami tidak menemukan peta, jadi kami masuk ke Info Point yang terletak di luar stasiun sebelah kanan. Ternyata peta tidak gratis, tapi harus beli seharga 3 euro, aneh juga, biasanya tempat wisata selalu ada peta gratis utk pengunjung. Satu hal lagi, kalau perlu sebaiknya ke toilet dulu di stasiun, karena toilet di Venezia tidaklah gratis (kayak di Bandung aja :P), tapi harus bayar sekitar eur 1-1,5.

Langit mendung di Venezia

Sejak keluar pintu stasiun, pemandangannya sudah luar biasa..🙂 Stasiun terletak di area Canal Grande, gedung2 dengan arsitektur unik dan indah berjejer di sekelilingnya, termasuk di seberang kanal. Kami langsung menuju tujuan wisata utama di Venezia: Basilica di San Marco, yang terletak di sisi selatan pulau, sekitar 2 km dari stasiun.

Venice Tourist Map

Venice Tourist Map

Sepanjang perjalanan kami melalui gang2 sempit dan menyebrangi banyak sekali kanal2 kecil. Macam2 toko suvenir dan restoran berjejer sepanjang jalan. Satu hal yang saya perhatikan adalah bahwa sebagian besar penjaga toko tampaknya bukanlah orang Venezia/Italia, mereka mirip orang2 dari Asia selatan seperti Srilangka, Bangladesh, atau Nepal. Saya sempat tanya beberapa dari mereka, mereka bilang berasal dari Bangladesh. Beberapa penjaga toko dan restoran saya lihat ada juga yang berwajah Chinese. Sebagian dari mereka tentu ada juga yang berwajah bule. Polisi dengan seragam khas italia juga terlihat di beberapa sudut kota. Ketika sedang melihat2, beberapa kali para penjual bertanya pada saya, “from Malaysia?”😦 duh emangnya ga mungkin bgt ya orang Indonesia bisa jalan2 ke Venezia..

Deretan toko suvenir

Di sana saya juga melihat cukup banyak turis dari RRC, berupa tour group sebanyak sekitar mungkin 30an orang tiap grup, lengkap dengan group leader yang membawa bendera, dan memberi penjelasan dalam bahasa Cina dengan suara keras. Ekonomi RRC mungkin memang dalam kondisi baik, jadi banyak warganya bisa jalan2 ke Eropa. Dan sepanjang jalan tentu saja banyak orang2 yang menawarkan untuk naik gondola.

Mau coba naik gondola?

Kami berjalan santai karena sambil melihat2 toko suvenir dan beberapa gereja tua yang kami temui sepanjang jalan. Agar tidak tersesat, pokoknya ikuti saja petunjuk anak panah bertuliskan “St. Marco” yang ada di sepanjang jalan. Sekitar satu jam kemudian kami sampai di jembatan Rialto yang terkenal itu. Jembatannya cukup lebar, suasananya ramai dan crowded sekali, di bagian tengah berjejer toko2 suvenir, dan di sisi jembatan orang2 berebut ingin berfoto. Oh iya, di sepanjang jalan ada banyak sekali pemuda2 yang menawarkan sewa tongsis (tau dong tongsis? :D), mereka bukan bule, tapi kelihatannya adalah orang2 Gypsi berkulit gelap dari Romania.

Setelah sekitar satu jam berjalan dari Rialto, akhirnya kami sampai di St. Marco, yeay!😀

St. Marco Square and St. Marco Basilica

St. Marco Square and St. Marco Basilica

St. Marco.. tempat yang luar biasa.. Basilicanya benar2 sangat indah sekali bgt! hehehe.. Terbuat dari marmer berbagai warna, basilica itu juga dipenuhi dengan mosaic dan patung2 klasik yang benar2 indah.. Bangunannya lebih mirip karya seni ketimbang gedung.. bagus sekali.. Di atas gerbang depan, ada 4 patung kuda yang terbuat dari perunggu, orang2 Venezia membawa (mengambil?) patung2 tsb dari Konstantinople beberapa abad lalu. Tapi patung2 itu hanya replika, yang aslinya tersimpan di gedung museum di Venezia.

Suvenir khas Venezia: Venetian Festival Masks

Di depan basilica ada menara merah yang besar, tinggi, dan tentu saja artistik. Dan di samping basilica ada Palazzo Ducale, atau The Doge’s Palace, bangunan yang tak kalah indah yang merupakan istana penguasa Venezia pada zaman dulu. Dan di sisi Palazzo yang menghadap ke laut, ada sebuah tiang yang diatasnya terdapat lambang kota Venezia: Singa Bersayap. Di sekeliling St. Mark Square, ada gedung berwarna putih yang di dalamnya berjejer banyak sekali toko2 dan restoran. Yang membuat sedikit tidak nyaman adalah ada cukup banyak pengemis di St. Marco yang kerap meminta uang, dan lagi2 mereka tampaknya adalah para Gypsi. Banyak juga yang menawarkan bunga mawar dan sewa tongsis, semuanya terlihat seperti orang2 Gypsi dan bukan bule.

Canal Grande

Hari sudah siang dan kami berkeliling mencari makanan. Harga makanan restoran di sana berkisar eur 7 – 15 per porsi. Karena kami adalah para petualang ekonomis😀, kami memutuskan untuk membeli sepotong pizza saja seharga eur 2,50. Setelah makan pizza, sekitar jam 2 kami berpencar masing2 dan sepakat untuk bertemu di stasiun jam 5 sore. Saya kembali ke basilica untuk menikmati keindahan arsitekturnya, saya duduk di depan basilica dan memandangi dengan kagum bangunan indah itu utk beberapa lama.. Alhamdulillah ya Allah.. rasanya seperti mimpi saja saya bisa berlama2 berada di tempat itu…

Kota yang indah..

Kota yang indah..

Setelah itu saya lanjutkan perjalanan menyusuri lorong2 kota yang penuh dengan orang2 yang berlalu lalang, semuanya terlihat sangat unik dan menarik bagi saya.. sangking asyiknya, saya sampai lupa waktu dan terlambat sampai di stasiun😀. Agar tidak tersesat ketika menuju stasiun, ikuti saja anak panah bertuliskan “Piazzale Roma”. Sampai sore hari pun masih banyak sekali turis yang lalu-lalang. Saya sampai sekitar jam 6 sore dan langsung membeli tiket, haha ternyata di situ saya bertemu Bogdan dan Okan yang juga baru saja sampai. Jadilah akhirnya kami pulang bersama, kami dapat kereta yang jam 18.41. Hai tampaknya sudah pulang duluan. Harus hati2 juga jangan sampai salah naik kereta, karena ada kereta yang langsung menuju Trieste (~2 jam perjalanan), dan ada yang melalui Udine sebelum ke Trieste (~3 jam perjalanan).

Kami sampai di stasiun Trieste Centrale sekitar jam 9 malam, dan naik bis terakhir menuju ICTP. Kami sampai di Adriatico sekitar jam 11 malam. Alhamdulillah..🙂

Foto2 lainnya bisa dilihat di album picasa saya.

Venezia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: