Hey, what's going on?

Catatan Perjalanan: Trieste, Italia (2)

Posted by Syeilendra Pramuditya on February 17, 2015

Alhandulillah.. hari Minggu siang tanggal 15 Feb saya sudah sampai di ICTP..🙂

Dua minggu lalu saya sebenarnya sakit, hari Selasa 3 Feb saya kena panas sampai 39 C. Tiga hari kemudian, Kamis sore 5 Feb, saya periksa darah dan ternyata trombositnya sudah turun ke 166rb.. astaghfirullah.. deg2an juga takut kena demam berdarah atau typhus. Malam itu saya langsung diopname di RS Borromeus..

Kalau demam berdarah, seminggu sejak mulai panas insya Allah bisa pulang dari RS, yang gawat kalau typhus, di RS bisa 2 minggu dan juga harus istirahat di rumah 2 minggu lagi.. wah hawatir juga.. bisa2 ga jadi ke Italia nih..

Setelah hasil lab keluar, ternyata saya kena demam berdarah dan bukan typhus, alhamdulillah.. lho sakit kok alhamdulillah???😀

Hari Senin 9 Feb saya sudah diperbolehkan pulang.. alhamdulillah..

Hari Sabtu 14 Feb saya berangkat ke bandara Soetta menggunakan bis Primajasa, berangkat dari rumah jam 7 pagi dan naik bis yang jam 8.30 pagi. Jam 11 saya sudah sampai di terminal 2 Soetta (hanya 2.5 jam!). Makan siang di Hokben, lalu muter2 di bandara sambil menunggu waktu check in. Sekitar jam 15.30 saya check in, dan jam 16.30 saya boarding. Pesawat berangkat hampir tepat waktu, yaitu sekitar jam 17.30. ICTP sudah mengatur tiket pesawat saya, dan mereka memberi saya maskapai Etihad Airways. Saya transit dua kali dalam perjalanan ini, yaitu di Abu Dhabi dan Roma.

Penerbangan dari Soetta ke Abu Dhabi memakan waktu 8 jam. Pesawatnya jumbo jet besar, deretan kursinya ada 10 kolom (3-4-3). Saya dapat seat number 18J. Sekitar pukul 22.30 waktu setempat (15, Jan, 1.30 WIB) saya alhamdulillah mendarat di Abu Dhabi. Di pesawat yang saya naiki ada banyak sekali jamaah umrah dari Indonesia, demikian juga di bandara Abu Dhabi, saya melihat banyak sekali jamaah umrah dengan seragam yang berbeda2. Bandaranya terlihat bagus dan sangat modern, juga terlihat sangat besar. Seragam polisinya terlihat berbeda, mereka hanya memakai baju khas Arab warna putih yang mirip daster ibu2 itu, kemudian memakai rompi warna candy green bertuliskan Airport Police, tentu lengkap dengan sorban di kepala.

Rombongan Umrah asal Indonesia di Abu Dhabi Airport

Rombongan Umrah asal Indonesia di Abu Dhabi Airport

Setelah menunggu sekitar 4 jam, saya melanjutkan penerbangan jam 3.00 waktu setempat (6.00 WIB). Berangkatnya agak delayed, jadwalnya sebenarnya jam 2.40. Pesawatnya tidak sebesar yang sebelumnya, kursinya ada 8 kolom (2-4-2) dan saya mendapat seat number 26D. Perjalanan memakan waktu sekitar 6.5 jam. Sekitar pukul 6.30 waktu setempat (15 Jan, 12.30 WIB) saya alhamdulillah mendarat di Roma. Bandaranya bagus, bahkan mungkin lebih bagus dari Abu Dhabi. Terutama toiletnya yang terlihat bagus, bersih, rapih, dan modern.

Transit 3 jam di Rome Airport

Transit 3 jam di Rome Airport

Setelah menunggu hampir 3 jam di Roma, saya melanjutkan penerbangan jam 9.20 waktu setempat (15.20 WIB). Pesawatnya lebih kecil lagi, kursinya hanya 6 kolom (3-3) dan saya mendapat seat number 10B. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 1 jam saja. Pukul 10.30 waktu setempat saya alhamdulillah mendarat di Trieste. Bandaranya tidak terlalu besar, tapi bersih, rapih, dan nyaman. Suhu udara di Trieste sedang lumayan dingin, sekitar 10 C.

Information Counter di Trieste Airport

Information Counter di Trieste Airport

Kemudian saya membeli tiket bis di information counter yang terletak di dalam bandara, harganya 3.30 euro. Bis nomor 51 dan berangkat dari depan bandara jam 12.05. Harus agak hati2 jangan sampai salah naik bis, karena bis 51 ini ternyata ada 2 rute, satu ke Trieste dan satu lagi ke Udine, dan waktu datangnya bersamaan juga. Naik bis yang berhenti di tempat parkir bertuliskan “Trieste” (di sebelahnya persis adalah tempat parkir bertuliskan “Udine”). Bis nya datang tepat waktu dan segera berangkat. Perjalanan memakan waktu sekitar 50 menit, dan sekitar jam 1 siang saya sampai di bus stop Grignano-Miramare (tepat sebelum terowongan). Ternyata ada satu orang lagi yang turun di situ, saya tanya ternyata dia juga menuju ICTP. Orang Vietnam, namanya Hai Hong Vo dari Ho Chi Minh University. Kami ternyata akan mengikuti workshop yang sama, dan juga tinggal di asrama yang sama, Adriatico Guest House (AGH). Dari bus stop, jalan menuju AGH agak tidak normal, bukan berupa jalan besar, tapi jalan kecil menurun mirip gang, terdiri dari tangga2 yang lumayan terjal, jadinya agak repot juga harus angkat2 koper gede saya.

Gang ga jelas menuju ICTP Adriatico Guest House

Gang ga jelas menuju ICTP Adriatico Guest House

Kalau dihitung2, saya berangkat dari rumah tanggal 14 Feb jam 7.00 WIB, dan sampai di Adriatico tanggal 15 Feb jam 13.00 (19.00 WIB), total perjalanan memakan waktu 36 jam! Kalau flight+transit nya memakan waktu sekitar 22 jam.. Walah.. pantes rasanya capek bgt pas sampe asrama..

ICTP Adriatico Guest House

ICTP Adriatico Guest House

Kamarnya tipe shared room, saya kebagian sekamar dengan anak Argentina, dia sampai di AGH satu jam sebelum saya, namanya Agustin Baceyro Ferra, katanya pegawai Komisi Nuklir Argentina. Kamarnya lumayan juga, twin bed, twin desk, dan kamar mandi dengan fasilitas lengkap, dan juga air keran siap minum. Window view nya? Wah jangan ditanya dah, mantappp abisss! Pemandangan langsung ke laut Adriatik! ICTP punya dua asrama, Adriatico dan Galileo, kalau Galileo tempatnya agak ke atas, jadi ga bisa liat laut. Alhamdulillah saya dapat di Adriatico..🙂

Window view dari kamar saya: laut Adriatik yang mantap abis

Window view dari kamar saya: laut Adriatik yang mantap abis

Walaupun capek bgt, setelah menaruh koper di kamar, saya sempatkan untuk jalan2 sebentar di sekitar AGH. Tepat di sebelah AGH ada taman yang luas dan indah, namanya Parco di Miramare, dan di dalamnya ada sebuah kastil yang juga indah, namanya Castello di Miramare. Lumayan ramai juga di situ, banyak orang2 lokal dan juga turis yang sedang jalan2.

Castello di Miramare

Castello di Miramare

Setelah itu saya kembali ke asrama, capek dan ngantuknya udah bener2 ga ketahan, akhirnya langsung tidur deh sore itu.. hehe..

(Bersambung..)

2 Responses to “Catatan Perjalanan: Trieste, Italia (2)”

  1. “… yang mirip daster ibu2 itu” <– asli, ngakak abis bacanya

  2. Reynold said

    Wah, bawa 3 kopor ya? banyak betul hehehe…Saya kemarin cuman bawa 1 kopor sedang buat training seminggu di ICTP.
    Oya, Kang Syei sempat maen ke Roma gak? Kalo sempat, sharing2lah disini.

    Syeilendra said..
    Halo Rey, sy cm transit aja di Rome euy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: