Hey, what's going on?

Catatan Perjalanan: Makassar

Posted by Syeilendra Pramuditya on December 31, 2014

Bulan Agustus lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi kota Makassar di provinsi Sulawesi Selatan. Ini adalah untuk pertama kalinya saya datang ke pulau Sulawesi.

Saya berada di Makassar selama seminggu penuh dari tanggal 25 (Senin) sampai 29 Agustus (Jumat). Saya datang ke Makassar dalam rangka menjadi juri di Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional. KSM ini adalah event yang amat sangat mirip dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN), perbedaannya hanya terletak pada pesertanya saja, dimana peserta OSN berasal dari sekolah2 konvensional, sedangkat peserta KSM berasal dari madrasah2 baik negeri maupun swasta. Semua jenjang pendidikan madrasah berpartisipasi dalam KSM ini, yaitu Madrasah Ibtidaiyah (setingkat SD), Tsanawiyah (setingkat SMP), dan Aliyah (setingkat SMA). Setiap provinsi mengirimkan satu kontingennya, dengan demikian ada 33 kontingen yang datang. Saya sendiri kebetulan sudah terlibat sebagai perumus soal (bersama rekan2 lain) sejak tingkat kota/kabupaten, provinsi, dan sampai akhirnya nasional.

Saya berangkat dari Bandung hari Senin (25/8), dan kebetulan saya mendapat penerbangan siang. Saya berangkat bersama beberapa rekan. Beberapa rekan lain mendapat penerbangan dari Soetta, penerbangan jam 2 dini hari! Walah.. Untunglah saya mendapat yang penerbangan Bandung, dengan waktu penerbangan yang “normal” juga.. hehe..😀

Dari Bandung kami menggunakan maskapai Garuda Indonesia sampai Denpasar, transit selama sekitar 3 jam, kemudian kami lanjutkan dengan penerbangan dari Denpasar ke Makassar menggunakan maskapai Lion Air. Alhamdulillah kami mendarat dengan selamat dan lancar di bandara Sultan Hasanuddin Makassar sekitar waktu Isya kalau tidak salah. Bandara Hasanuddin ternyata bagus (jauh lebih bagus dari bandara Husein, tentu saja) dan terlihat modern.

Oh iya, by the way, saya sudah pernah melihat beberapa bandara di Indonesia, diantaranya bandara Soetta (Tangerang), Husein (Bandung), Juanda (Sidoarjo), Ngurah Rai (Denpasar), Sepinggan (Balikpapan), Hasanuddin (Makassar), Adi Sucipto (Yogyakarta), dan Sultan Mahmud Badarudin II (Palembang). Kesimpulannya? Well, bandara Husein adalah yang paling tidak bagus, Soetta juga sama tidak bagusnya, dan Juanda, Sepinggan, Ngurah Rai, Hasanuddin sama bagusnya, nyaman dan modern. Husein dan Soetta sangat jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan keempat bandara yang saya sebutkan belakangan. Kalau ditanya yang paling saya sukai, saya akan jawab bandara Juanda, menurut saya kualitasnya sudah mendekati bandara2 kelas internasional di Jepang ataupun Korea Selatan. Hanya masih kurang satu hal saja: interkoneksi dengan rail-based transport menuju downtown Surabaya, karena ternyata jaraknya cukup jauh, sekitar 20 km dari pusat kota. Saya dengar baru bandara Kualanamu di Medan yang sudah dilengkapi fasilitas seperti ini.

Sesampainya di bandara, kami dijemput oleh panitia lokal, dan kami diangkut menggunakan sebuah bis butut mirip metromini menuju hotel.. asli rasa metromini.. wkwkwk😀

Acara KSM tersebut berlangsung di Hotel Grand Clarion, dan kami pun menginap di hotel tersebut. Saya kebagian kamar di lantai 16, shared room bersama seorang rekan, lumayan jadi dapat view kota Makassar..

Hotel Grand Clarion

Hotel Grand Clarion

Acara hari Senin itu hanyalah pembukaan saja, hadir Wakil Menteri Agama dan juga Rektor ITB untuk memberi sambutan dan pembukaan. Saya sendiri tidak mengikuti acara pembukaan karena baru sampai di hotel malam hari.

Pada hari Selasa, acara kompetisi/ujian tertulis dilaksanakan pada pagi hari. Siang harinya setelah para siswa selesai ujian, kami para juri segera bekerja memeriksa seluruh berkas jawaban para siswa. Kegiatan memeriksa jawaban harus selesai hari itu juga. Secara bersamaan, di ruang lain diadakan juga apa yang dinamakan “Marking Scheme”, yaitu penjelasan ke para guru pendamping tentang skor tiap soal ujian dan poin2 apa saja yang akan dinilai. Oh iya, para siswa/siswi datang dengan didampingi oleh guru pendamping, ada juga yang datang ditemani orang tuanya.

Acara makannya lumayan juga, untuk lunch dan dinner kami para juri disediakan tempat di restoran VVIP yang memang sudah di-book oleh panitia KSM.. wkwkwk vvip bo!😀 Menunya enak2, setiap hari (breakfast, lunch, dinner) disediakan macam2 soto daging khas Makassar yang maknyusss bangets! hehehe.. ada coto Makassar, Pallubasa, Sop Daging Saudara, dll yang potongan dagingnya besar2, empuukk, sedaaap dan gurriihh nian… sedap dan mantap pokoknya soto2 khas Makassar ini… Untuk desert, saya paling suka pisang ijo, yang dimakan dengan semacam krim santan kental, es serut, dan juga sirup merah, rasanya manis-gurih-segar…🙂

Hari Rabu acaranya adalah lomba eksperimen. Tema eksperimen yang kami siapkan adalah kromatografi sederhana menggunakan buah naga merah (pewarna alami) dan pewarna tekstil (pewarna artifisial).

Hari Kamis tidak ada kegiatan formal, karena kerjaan memang kami kejar diselesaikan malam sebelumnya. Seperti biasa, kalau saya datang ke suatu kota, tempat yang ingin saya kunjungi adalah museum dan situs2 bersejarah, jadi target saya di kita Makassar ini sudah pasti Fort Rotterdam! Hhfff ternyata teman2 ga ada yg tertarik ke museum, malah pada mau ke pantai Losari. Well, the show go on, jadilah saya berangkat sendiri naik taksi! wkwkwk biarin dah daripada nanti nyesel..

Fort Rotterdam

Fort Rotterdam

Barulah saya tahu kalau Fort Rotterdam itu ternyata deket bgt sama pantai Losari! Tau gitu tadi saya berangkat sama yg lain aja, hemat ongkos! wkwkwk

Masuk ke Fort Rotterdam sebenarnya tidak perlu bayar, tapi saya kena pungli di gerbang oleh petugas2 berseragam, well biasa lah di negeri ini mah.. akhirnya saya ikhlas sedekah 10rb wkwkwk

Kompleksnya cukup menarik, suasananya memang jadi berasa di koloni Belanda jaman baheula, cuma ya ga ada Meneer n Noni Belanda nya aja. Di dalam ternyata ada kejutan, ternyata ada museum! Yuhuu! hehe.. Namanya museum La Galigo, tiketnya murah ga smp 10rb. Koleksinya lumayan, macam2 artefak peninggalan manusia mulai dari jaman batu sampai jaman kolonial ditampilkan di museum ini. Saran saya, jangan datang ke museum ini sore2.. apalagi sendirian.. krn lumayan angker suasananya! wkwkwk

La Galigo Museum – Gini kali ya wajah nenek moyang kita😀

Pulangnya saya berjalan kaki santai menuju pantai Losari yang jaraknya hanya sekitar 1-2 km dari Fort Rotterdam. Sesaat kemudian saya sudah berdiri di bibir pantai.. hamparan laut luas terhampar di depan mata saya..

Siang itu matahari bersinar terik dan terasa panas sekali.. di ujung sana terlihat sebuah masjid.. saya terus berjalan menyusuri tepi pantai yang terlihat sekali memang sudah disiapkan untuk menyambut wisatawan. Ada semacam area luas sepanjang pantai, lengkap dengan berbagai patung, mulai dari miniatur rumah adat, tarian tradisional, dll. Juga ada teks merah besaaar bertuliskan “City of Makassar”, “Pantai Losari”, dll.. pas banget dah untuk para penggemar selfie, tinggal bawa tongsis aja hahaha..

Pantai Losari

Pantai Losari

Akhirnya saya sampai di masjidnya, yang ternyata bernama Masjid Amirul Mukminin. Masjid yang indah.. seolah2 mengambang di tepi laut.. interiornya juga indah.. dengan jendela besaaar ber-view lautan..

Saya menunaikan shalat Ashar di masjid itu.. dan kemudian beristirahat sejenak.. alhamdulillah.. kemudian saya kembali ke hotel dengan menggunakan taxi..

Masjid Amirul Mukminin

Masjid Amirul Mukminin

Oh iya, taxi yang saya gunakan bertuliskan “BSW” alias milik Bosowa Group, jadi pasti punya Oom Jusuf Kalla tuh ya hehe..

Hari Jumat adalah jadwal kami untuk kembali ke Bandung. Kami berangkat subuh dari hotel, lagi2 pakai tuh bis metromini.. wkwkwk gpp yg penting hepi.. Dari Makassar kami menggunakan maskapai Lion Air dan transit di bandara Juanda, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Lion Air lagi ke Bandung.

Alhamdulillah, sore itu kami mendarat di Bandung dengan selamat.. saya bawa oleh2 sirup markisa, macam2 kacang aneh2, dan panganan otak2 satu dus (50 pcs).

Fin🙂

Foto2 lengkap bisa dilihat di album2 foto saya di Google.

Album2 Foto Saya di Google

Album2 Foto Saya di Google

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: