Hey, what's going on?

Rumah sebagai investasi?

Posted by Syeilendra Pramuditya on July 15, 2013

Investasi rumah?

Investasi rumah?

Dulu saya tidak terlalu mengerti kenapa harga rumah terus saja “naik” dengan sangat cepat.

Kemudian saya agak mengerti bahwa hal tersebut adalah akibat devaluasi mata uang (selain memang ada juga efek ketakseimbangan supply-demand).

Tapi ternyata ada sebab lain yang mungkin saja jauh lebih signifikan dari devaluasi mata uang: ulah para spekulan rumah.

Karena itu belakangan ini saya selalu mengernyitkan kening sambil tersenyum simpul kalau ada orang yang bilang/cerita/menawarkan “investasi properti” dengan koar2 semangat 45 dan mata berbinar2, seolah2 keuntungan ratusan juta sudah didepan mata.

Ada baiknya anda mencari tahu definisi “investasi” terlebih dahulu, seperti saya tulis di post ini.

Jadi sama seperti kegiatan membeli emas, kegiatan membeli rumah bukanlah sebuah aksi investasi, tapi merupakan aksi spekulasi. Karena dalam prosesnya, sama sekali tidak ada barang atau jasa apapun yang diproduksi! Dan seperti semua aksi spekulasi lainnya, spekulasi rumah memang bisa saja memberikan keuntungan yang besar (memang hal inilah yang selama ini terjadi).

BI juga menyatakan bahwa 31 trilyun kredit properti diduga untuk spekulasi.

Spekulasi bagaimana? Yaitu membeli rumah semata2 hanya untuk segera dijual lagi. Mendapat untung tanpa melakukan kerja apapun! Sedap kan.

Lalu kenapa harus gusar? Karena akibat dari kegiatan spekulasi ini adalah harga rumah menjadi terus saja naik secara eksponensial tanpa sebab yang jelas. Konsumen menjadi sangat overpaying. Dan semakin banyak orang yang tidak mampu membeli rumah. Yang rumahnya banyak semakin banyak, dan yang belum mampu membeli rumah menjadi benar2 tidak mampu membelinya.

Jadi jika anda kebetulan punya uang lebih, terus bersyukurlah dan ucapkan Alhamdulillah dan jangan lupa zakat dan sodaqoh, daan.. jangan dipakai untuk membeli rumah hanya untuk dijual lagi, lebih baik gunakanlah untuk membuat bisnis yang benar, misalnya membuat restoran, toko, atau bahkan rumah kost. Selain mendapat untung dan membuka lapangan kerja baru, anda juga memutar perekonomian dengan cara memproduksi barang dan jasa secara nyata.

Belilah rumah hanya jika anda benar2 akan menempatinya.

So please! Berhentilah mengatakan bahwa rumah itu adalah investasi! Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: