Hey, what's going on?

Stadion Bandung Lautan Api diresmikan: Tragis

Posted by Syeilendra Pramuditya on May 11, 2013

Stadion Bandung Lautan Api (BLA) telah selesai dibangun dan baru saja diresmikan. Tragis. Mengapa saya katakan tragis? Karena hal ini menunjukan betapa asal2annya pemerintah dalam menyusun prioritas pembangunan. Keberadaan sebuah “stadion kelas internasional” apa benar sepenting dan semendesak itu? Apalagi dana pembangunannya juga lumayan besar: 1100 milyar*.

Stadion Bandung Lautan Api di tengan sawah seharga 1100 milyar.

Stadion Bandung Lautan Api di tengan sawah seharga 1100 milyar.

Menurut saya manfaat sebuah stadion sepak bola adalah amat sangat kecil bagi kehidupan sehari2 masyarakat Bandung. Silahkan bangun stadion seperti itu dengan dana yang besar, asalkan pembangunan infrastruktur dasar sudah dioptimalkan.

Buat apa masyarakat Bandung bersorak sorai hanya karena sebuah lapangan bola yang megah dan mahal sudah selesai dibangun? Seharusnya kita bersorak sorai jika:

  • Pemerintah mendeklarasikan bahwa Bandung telah merdeka dari jalan berlubang yang selama ini sudah menelan beberapa korban jiwa.
  • Pemerintah┬ámendeklarasikan bahwa Bandung telah merdeka dari banjir.
  • Pemerintah meresmikan sistem transportasi yang modern.
  • Dan hal2 “serius” lainnya.

Sebagian orang memang kadang2 sulit untuk berfikir logis dan benar2 mengerti what really matters and what doesn’t. Yang paling celaka adalah kalau orang2 tersebut adalah justru para decision makers.

Coba anda bayangkan, dengan uang 1100 milyar, berapa banyak ruas jalan yang bisa diperbaiki/diperluas, berapa km drainase yang bisa diperbaiki, berapa km trotoar baru yang bisa dibangun, berapa banyak taman kota baru yang bisa dibangun. Dengan dana sebesar itu, bahkan bukan tidak mungkin untuk meng-inisiasi pembangunan sebuah sistem transportasi modern.

Lapangan bola seharga 1100 milyar sudah jadi. So what?
Bandung tetap saja penuh jalan berlubang.
Bandung tetap saja banjir kalau hujan.
Bandung tetap saja tidak punya drainase yang baik.
Bandung tetap saja macet.
Bandung tetap saja tidak punya sistem transportasi yang nyaman dan reliable.
Bandung tetap saja tidak punya pedestrian walk (trotoar) yang nyaman.
Bandung tetap saja kekurangan taman kota dan public space.

Sekali lagi saya setuju2 saja Bandung punya stadion bola yang bagus dan mahal, asal pembangunan infrastruktur dasar sudah dioptimalkan.

Lebih dari 4 tahun sudah saya merantau jauh meninggalkan kota ini, nyaris tidak ada yang berubah, Bandung ku tetap saja amburadul.

Sad.

This is my opinion, what’s yours?

*Sumber2:

About these ads

3 Responses to “Stadion Bandung Lautan Api diresmikan: Tragis”

  1. Good point!
    Tapi mungkin bisa dilihat dari sisi yang berbeda mas, dengan adanya stadion ini bisa men-trigger pembangunan infrastruktur lainnya seperti dibangunnya cipularang (yg sebenarnya asal jadi) untuk memfasilitasi peringatan KAA dulu,,,who knows this also can trigger something good (infrastructure improvement for our Bandung)? terkadang di negara kita sebuah perbaikan memang harus ‘dipaksakan’ (bukan dibangun oleh kesadaran)

    Syeilendra said..
    Thanks. Iya semoga sih gitu, bangunan monumental seperti itu semoga saja bisa men-stimulasi pembangunan infrastruktur2 dan sarana-prasarana lainnya yang lebih berguna untuk daily life masyarakat kebanyakan. Ironi aja, koq bisa segelintir orang bersorak-sorai merayakan sebuah stadion bola mahal, sedangkan hal2 yang mendasar dan benar2 penting malah tidak terperhatikan, selalu bertele2, dan tidak pernah ada kemajuan.

  2. Erik said

    Saya tunggu kepulangan Pak Syeilendra ke Bandung, mencalonkan diri jd cagub…saya dukung Pak…tapi tetepkan, PERSIBnya mah…hehehehe

    Syeilendra said..
    Siip kang Erik, PERSIBnya mah nya tetep lah, cm digarap dl yg penting2nya.. bobotoh jg pasti hepi he3..

  3. mbintanghp said

    numpang ngomen panjang dikit ya ^^v

    hmm dulu waktu jalak harupat, sy msh stuju, soalnya stadion siliwangi udah sangat g memadai, dr segi kapasitas tp terutama krn riskan kerusuhan tiap pertandingan. tp sayang perencanaanya terkesan asal2an g menyeluruh, misal masa jalan raya di depan stadion itu cuma jalan dua jalur ngepas, tempat parkir geje, jalur masuk orang2 k dalem stadion ga diatur, dsb (itu dulu waktu sy ke sana, mudah2an skrg dah ada kemajuan)

    kl untuk pembangunan stadion BLA, terus terang sy baru tau, makasih udah bikin ini postingan.
    soal salah prioritas, sy setuju, kl misal pengen ngebangun sesuatu yg ‘wah’, lebih baik bangun yg sesuatu yg bisa jadi simbol kota bandung, bisa jadi objek wisata, warga bandung bangga sama simbol ini. sukur2 bisa terkenal sampe keluar. objek wisata yg jg simbol bandung yg sekarang ada? gedung sate? pasopati? (kl mau maksa dikit, tangkuban perahu). g cuma bandung, indonesia jg. kl skrg jgn harap monas mau dibandingin sama menara kembar tetangga.

    tapi berhubung sekarang udah terlanjur yaa mudah2an infrastruktur pendukungnya jg g ngasal pembangunannya. kl ngeliat foto birdview di atas, rasanya blm menjanjikan? (sotoy sih haha)
    mudah2an tiap ada pertandingan bola, warga sekitar bisa nambah rejeki jg tanpa harus takut ada sawah rusak ato jadi takut keluar rumah
    amin

    Syeilendra said..
    Iya setuju, sy pikir jg Indonesia saat ini ga punya landmark yang ‘beneran’. Tp tetep, klo sy lebih setuju (krn dananya trbatas) pembangunan sarana-prasarana dasar dulu aja. Krn coba bayangin, misalnya kita punya gedung atau menara apa gt yg keren bgt, tp akses k sananya sulit n ga nyaman, n terus pemandangan di sekitarnya adalah jalan berlubang2 nan becek, lha buat apa kan? Dari sudut pandang wisatawan pun, menurut sy kesan paling kuat adalah dari kondisi kota secara umum, hal2 yang mendsar, seperti tersedianya MRT modern nan nyaman, trotoar yg nyaman, n tentu saja jalan yg terawat n bersih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers

%d bloggers like this: