Hey, what's going on?

Deliberate yen devaluation is coming: is it time to escape? but to where?

Posted by Syeilendra Pramuditya on January 3, 2013

Ada berita menarik tentang policy keuangan yang akan diambil PM Jepang yang baru saja terpilih, Mr. Shinzo Abe [1,2,3]. Intinya adalah bahwa pak PM akan berusaha sekuat tenaga untuk menurunkan nilai tukar Yen terhadap mata uang lainnya, alasannya ya sederhana: agar produk2 ekspor Jepang terasa murah di pasar dunia, yang pada akhirnya diharapkan akan menggerakan kembali ekonomi Jepang yang bermasalah selama beberapa tahun belakangan.

The new PM, Mr. Shinzo Abe.

The new PM, Mr. Shinzo Abe.

Currency war pada dasarnya adalah usaha memanipulasi mata uang masing2 demi kepentingan masing2 negara, dalam hal ini mereka berusaha menurunkan nilai tukar mata uang mereka. Salah satu instrumen untuk mengontrol manipulasi ini adalah interest rate yang dikeluarkan bank sentral, logikanya simpel [4,6]:

  • interest rate tinggi > orang malas berhutang > supply uang menjadi terbatas > nilai tukar tinggi > produk ekspor terasa mahal di pasar dunia sehingga tidak laku
  • interest rate rendah > orang semangat berhutang > supply uang melimpah > nilai tukar rendah > produk ekspor terasa murah di pasar dunia sehingga bisa laku

Saat ini bank2 sentral di dunia ramai2 saling menurunkan interest rate nya sampai hampir 0% [4,5], sehingga semua orang sedang saling menyandra. Metode lainnya untuk menurunkan nilai tukar mata uang adalah salah satunya dengan cara meng-inflate volume uang yang beredar melalui mekanisme “pembelian” government bonds (Surat Utang Negara/SUN) [7,8]. Triknya simpel, pemerintah mengeluarkan bonds, dan bank sentral mem-print uang, kemudian saling ditukar. Uang yang baru di-print ini kemudian dipakai sebagai “stimulus penggerak ekonomi”.

Bahkan sangking semangatnya pak PM Jepang untuk meng-encourage orang2 untuk berhutang yen, beliau sampai2 menyarankan agar interest rate Bank of Japan diturunkan sampai minus! [10] Yang berarti bank akan membayar orang2 yang mau berhutang! walah!

Trik2 manipulasi uang ini mungkin saja diam2 sudah diterapkan oleh otoritas moneter Jepang (?), karena kalau diamati, ternyata dalam 3 bulan terakhir nilai yen turun hampir 10% relatif terhadap USD (setelah selama 5 tahun trend nya yen selalu menguat terhadap USD) [9]:

Menurunnya nilai yen terhadap USD selama Oktober-Desember 2012

Nilai yen terhadap USD turun hampir 10% selama Oktober-Desember 2012

Demikian juga dengan nilai tukar yen terhadap rupiah yang turun hampir 10% dalam 3 bulan terakhir [9]:

Nilai yen terhadap rupiah turun hampir 10% selama Oktober-Desember 2012

Nilai yen terhadap rupiah turun hampir 10% selama Oktober-Desember 2012

Bahkan relatif terhadap emas, nilai tukar yen sudah turun hampir 15% dalam 6 bulan terakhir:

Nilai yen terhadap emas turun hampir 15% selama Juli-Desember 2012

Nilai yen terhadap emas turun hampir 15% selama Juli-Desember 2012

So selamat kepada anda yang memiliki saving dalam bentuk yen, karena dalam 3 bulan terakhir purchasing power anda dalam rupiah sudah hilang entah kemana sebanyak ~10% (dan ~15% jika diukur dalam emas).

Maka mari kita sama2 mendoakan pak PM, agar beliau selalu semangat dan bisa berhasil dalam usahanya untuk menurunkan nilai tukar yen (termasuk terhadap rupiah), sehingga Jepang bisa kembali mengekspor produk2 industrinya ke pasar dunia dan ekonomi Jepang bisa pulih dan menggeliat kembali.😉

Tapi ya konsekuensinya, anda2 yang saat ini memiliki saving dalam yen dan berniat mengkonversi ke rupiah tahun depan, ya siap2 saja kehilangan purchasing power sampai beberapa puluh persen. Agar anda2 tidak terlalu kaget nanti, berikut ini adalah ilustrasi hitung2an sederhananya:

Misal 3 bulan yang lalu anda punya tabungan 5 juta yen, maka dalam rupiah:

3 bulan lalu: JPY 5 juta dikalikan 123 rupiah/yen = Rp. 615 juta

Hari ini: JPY 5 juta dikalikan 112 rupiah/yen = Rp. 560 juta

Anda sudah kehilangan Rp. 55 juta dalam 3 bulan terakhir.

Misalnya pak PM berhasil menurunkan nilai tukar yen sebesar 20% dalam 6 bulan kedepan, maka:

Hari ini (anda sudah kehilangan Rp. 55 juta): Rp. 560 juta

Juni 2013: Rp. 5 juta dikalikan 90 rupiah/yen = Rp. 450 juta

So anda mungkin saja bisa kehilangan Rp. 110 juta dalam 6 bulan kedepan.

***

Atau anda ingin menyelamatkan diri dengan mengkonversi saving anda ke mata uang lain yang aman? tapi ke mata uang apa?

Jawabannya adalah tidak ada mata uang yang “aman”. Karena nilai mata uang apapun selalu bisa dimanipulasi dengan trik2 yang biasanya disebut “monetary policy” masing2 negara. Dunia saat ini beroperasi berdasarkan sistem keuangan yang sama. Anda tidak bisa lari kemanapun!

– There is always somebody out there who decides what your “money” can buy –

Di titik ini seharusnya anda bertanya dengan marah: saving yang saya miliki sekarang saya peroleh dari hasil bekerja selama bertahun2, kenapa nilainya bisa seenaknya diturunkan oleh orang lain tanpa saya bisa mencegahnya?!

Adil? tentu saja tidak.

Ada banyak alasan2 lainnya mengapa sistem keuangan yang digunakan saat ini amat sangat tidak adil dan inherently corrupt, dimana beberapa efek yang notoriously paling merusak adalah inflasi dan reversed wealth transfer. Insya Allah lain kali mungkin bisa kita bahas di artikel terpisah.

*Ouw btw, saya belum bilang ya, kalau saya pendukung gerakan kembali ke real money.

Presiden Rusia pada pertemuan G8 tahun 2009 menyerukan dunia untuk kembali ke real money yang bebas manipulasi: emas.

Presiden Rusia pada pertemuan G8 tahun 2009 menyerukan dunia untuk kembali ke real money yang bebas manipulasi: emas.

Referensi:

  1. Japan pushes world closer to currency wars
  2. Japan to join currency wars as exports slump
  3. Japan may fire first in any currency war
  4. BBC: What’s the currency war about?
  5. US Federal Reserve: Why are interest rates being kept at a low level?
  6. CBS News: Global Currency War: What It Means, And What To Do About It
  7. MIT: The Federal Reserve and Money Supply
  8. PennState lecture on monetary policy
  9. http://finance.yahoo.com
  10. Japan Daily Press: LDP’s Abe calls on Bank of Japan to issue interest rates below zero

Beberapa artikel terkait yang menarik:

2 Responses to “Deliberate yen devaluation is coming: is it time to escape? but to where?”

  1. wyw said

    bang syei gimana? apakah semua tabungannya dlm yen uda di-convert ke “safe haven” sebelum PM Abe terpilih? 😀

    Syeilendra said..
    huehehehe.. confidensial itu Wil😉

  2. msholihulh said

    wah terimakasih atas pencerahannya, waktu itu sempat heran nilai tukar yen turun terhadap rupiah lumayan jauh. sekarang sudah pada kisaran 101 sd 104 rupiah per 1 yen. kalau saya sih diuntungkan, soalnya tabungan banyakan dalam bentuk rupiah🙂. tapi menabung uang di bank tanah air juga gak untung2 banget, soalnya nilai bunga bank sangat kecil jika dibanding angka inflasi di negara kita hehe

    saya lebih menyarankan untuk investasikan uang kita ke property, soalnya harga property kan naik gila2an tiap tahun. jauh di atas bunga deposito ataupun inflasi.

    Syeilendra said..
    Siip sama2 mas Sholihul🙂
    Wah mantep nih, sprtinya pundi2nya sdh bejibun d tanah air😀
    Klo sy tingkatannya blm nyampe ‘investasi’, levelnya masih ‘fulfilling basic needs’ hahaha
    Hati2 lho mas Sholihul, ‘harga’ property yang terus naik adalah tanda2 an economic bubble is in the making (n WILL burst one day):mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: