Hey, what's going on?

The Devil Sounds “Dungdung”

Posted by Syeilendra Pramuditya on September 26, 2012

Di gedung apartemen yang saya tinggali sekarang, para tetangga datang dan pergi silih berganti seiring bergantinya semester akademik dan juga tahun fiskal. Penghuni gedung apartemen sy mungkin saja bukan hanya mahasiswa, tapi juga mungkin ada karyawan. Di Jepang, karyawan baru memulai masa kerjanya hanya pada bulan April, sedangkan mahasiswa baru memulai kuliahnya pada pada bulan April atau Oktober. Nah menjelang dimulainya autumn semester ini, something is happening (or changing) in my building, something that I really don’t like.

Gedung apartemen saya mungkin bisa dibilang kecil (mini malah) utk ukuran supermetropolis seperti Tokyo (maklum apato murahmeriah :mrgreen:), dimana gedung2 apartemen “beneran” bisa sampai lantai 20. Gedung saya cuma berlantai 3 saja, dan saya tinggal di lantai 2. Selama ini cenderung tidak pernah ada masalah/gangguan, kalaupun ada amat sangat jarang dan bisa dimaklumi lah. Misalnya tetangga sebelah pernah ngadain small party yg lumayan ribut semaleman, tp itu jg paling satu semester sekali aja. Pokoknya selama ini kondisinya cenderung tentrem n adem ayem, mungkin jg krn budaya orang Jepang yang biasanya sebisa mungkin tidak mengganggu dunia di sekitarnya. Pokoknya saya merasa betah bgt, buktinya selama ini saya tidak pernah sekalipun nulis komplain di blog saya ini kan🙂.

Nah sejak summer holiday kemarin ini, sepertinya kamar tepat di atas kamar saya berganti penghuni, and with it ketentraman umat mulai terganggu.. Orang baru ini ternyata punya ritual yang aneh sekali, dia ini kalau berjalan di kamarnya benar2 ribut sekali, rasanya seperti ada bigfoot yang sedang berjalan saja, DUNGGGG!! DUNGGG! DUNGGGG! DUNGG! very very annoying! Yang lebih parah lagi adalah bahwa ternyata dia punya jadwal reguler utk ritual ini, sometime between jam 12 malam sampai jam 2 pagi. Nah! Itu kan orang lagi siap2 mau tidur! Dan ada lagi, pintu ke balkon kan berupa pintu geser, nah entah kenapa saat tengah malam dia ini senang membuka-tutup pintu tsb, dgn sangat kasar, DHUARR! DHUARRR! DHUARR! Dugaan saya, dia keluar masuk kamar itu membuang abu rokok di asbak, karena kalau dia keluar ke balkon (tepat di atas balkon saya), segera ada suara JDAKK! JDAKK! JDAKK! JDAKK! seperti suara asbak kaca (atau botol) yang diadukan ke lantai.

Pernah saya berfikir kalau ini orang pasti gaijin yang badannya (dan juga kakinya) guedhe banget, krn klo Nihon-jin ga mungkin kelakuannya annoying ky gt, pokonya orang2 Jepang tu hampir semua baeeek2 bgt🙂 Tp pas sy liat trnyata dia ini seorang anak muda Jepang berbadan kecil. Nah kelakuannya koq barbarian ky gaijin gt ya??

Wah.. repot jg neh.. gmn ngatasinnya ya..? mau sy ajak ngobrol langsung.. hampir pasti language barrier.. nanti sy capek menjelaskan taunya dia malah senyum2 aja kan gawat..

Hmm.. blm ketemu solusi yg efektif neh…😦

Heuh.. rasanya jadi ga betah lagi tinggal di apato ini.. pengen pindah.. but this time I will choose the top floor, so that it is me who will be the ‘devil sounds dungdung’! hohohoho!

Unsubscribe from this blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: