Hey, what's going on?

Proud to be Indonesian, they say. Oh please do stop it, will you.

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 28, 2012

Beberapa tahun ini tiba2 saja seperti ada demam “proud to be Indonesian”. Lengkap dengan berbagai website2, blog2, status2, comment2, dan hal2 sejenis dengan satu keyword yang sama: “PROUD”.

Yeah? so what about it?

Ketika saya masih ‘naif’ dulu, saya juga sempat terjangkit virus “proud” ini, dikit2 bilang “woo Indonesia! I’m proud!”. Tapi belakangan ini saya jadi bertanya2 sendiri ada apa dengan kata2 “proud” ini, ko semakin hari saya merasa seperti ada ‘sesuatu’ dengan kata2 ini. Or in short, saya rasa2nya ko jadi kurang sreg dengan kata2 ini.

“Bangga” menjadi orang Indonesia (..?)

Kemudian beberapa waktu yang lalu research lab kami kebetulan kedatangan beberapa pelajar & mahasiswa Indonesia. Mereka ini bukanlah anak2 ‘biasa’, perjalanan mereka ke Jepang disponsori oleh KEMENLU RI (ada perwakilan KEMENLU dan juga seorang wartawan dalam rombongan mereka). Mereka adalah putra putri terbaik dengan prestasi yang tidak main2, ada juara olimpiade fisika internasional, juara debat internasional, juara technological innovation internasional, siswa SMK yang mewakili proyek mobil ESEMKA, dan banyak lagi juara2 event internasional lainnya. Pokoknya mereka ini adalah anak2 muda dengan prestasi yang luar biasa.

Nah kemudian anak2 nuklir Indonesia dikontak oleh Prof. Obara, beliau meminta kami untuk berpartisipasi dalam kegiatan kunjungan tersebut. Jadi saya, Topan, Reynold, dan Ari diminta to briefly explain kegiatan riset di lab kami masing2. Tapi sebelumnya ternyata mereka akan memberi presentasi kepada beberapa profesor Tokodai. Sebenarnya saat itu saya sedikit bertanya2 juga, what is the purpose of this activity? Karena setau saya presentasi itu biasanya berdasarkan undangan, dan bukan atas permintaan kita. Sedikit agak gimana gitu rasanya. Kalo acara study tour kan purpose nya jelas: they want to know what nuclear engineering research is all about.

Anyway, jadilah kami bersama2 beberapa profesor Jepang menonton presentasi mereka. Kemudian mereka menceritakan prestasi2 mereka dan segudang medali kemenangan dan penghargaan2 yang mereka raih. Terus terang saya sempat melongo juga dibuatnya😀. For a moment I tried to remember what was I doing when I was their age, and when I did remember, sedikit malu juga rasanya hehehe. Anak2 yang benar2 luar biasa di usia yang begitu belia.

After a while, then came this young man, seorang pelajar SMU dengan prestasi kelas wahid. Dia menjelaskan hasil2 karyanya yang mendapat penghargaan US Army medal, US Navy medal, dan beberapa penghargaan ‘wah’ lainnya. Nah ketika dia selesai dengan presentasinya, dia bilang kurang lebih begini, “… I’m an Indonesian, and I’m proud to be Indonesian …”

Hening sesaat…

Entah apa yang dirasakan para profesor Jepang yang saat itu mengikuti presentasi tsb (ya mungkin juga tidak merasa apa2 sih), tapi saya pribadi merasa janggal menyaksikan statement “aku bangga” tsb..

Tapi coba anda bayangkan, misalnya ada mahasiswa Jepang yang meminta diizinkan presentasi di ITB, kemudian di akhir presentasinya, di depan para dosen dan mahasiswa ITB, dia bilang, “I’m a Japanese, and I’m proud to be Japanese“. What would we feel? I say it would be pretty much awkward.

Kemudian dari segi linguistik, apa dan bagaimana sih sebenarnya kata2 “proud” itu? Yang paling mudah adalah jika anda ketik “define: proud” di google.com, dan berikut ini adalah hasilnya:

Definisi kata2 “proud”.

Sinonim kata2 “proud”.

Terutama sekali coba anda perhatikan baik2 sinonim kata2 “proud”: haughty, arrogant, lofty, supercilious, conceited. Wah2.. sinonim2nya benar2 angker sekali..

Terus gimana dong kalau kata2 “proud/bangga” ini ternyata ‘agak gimanaa gitu’? Menurut saya sebaiknya diganti saja dengan kata2 “happy/bahagia”🙂

Berikut ini adalah definisi kata2 “happy” menurut google:

Definisi kata2 “happy”.

Sinonim kata2 “happy”.

Menurut saya kata2 “happy” ini jauh lebih tidak angker dan juga sangat friendly dibanding kata2 “proud”.

And besides, saya sendiri rasa2nya tidak ingin menjadi orang yang ‘proud’, saya jauh lebih ingin menjadi orang yang ‘happy’.

“Bahagia” menjadi orang Indonesia!

So, I say I am an Indonesian, and I am happy about it.🙂

Sedikit tambahan: yang lebih aneh lagi adalah kalau bangga2an ini diaplikasikan ke level suku, ada yang bangga menjadi orang Jawa, ada yang bangga jadi orang Betawi, ada yang bangga jadi orang Minang dst dst.. Sudahlah buat apa juga sih bangga2an seperti itu pren…🙂

Unsubscribe from this blog

2 Responses to “Proud to be Indonesian, they say. Oh please do stop it, will you.”

  1. sybond said

    Nice post gan!🙂
    Mohon maaf lahir & batin

    Syeilendra said..
    tengkyu2, siip sama2 ya agan Bondan😀

  2. Maya Gita said

    Meskipun proud itu bersinonim dengan arogan, PD or percaya diri juga bisa dikonotasikan negatif dengan arogan juga kan?? hehehehe.

    Syeilendra said..
    Kalau PD sih kynya ga melulu arogan, sering jg malah jd amusing n lucu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: