Hey, what's going on?

Archive for August, 2012

Protected: Le Soleil Bleu

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 31, 2012

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Posted in just a story | Tagged: | Enter your password to view comments.

Proud to be Indonesian, they say. Oh please do stop it, will you.

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 28, 2012

Beberapa tahun ini tiba2 saja seperti ada demam “proud to be Indonesian”. Lengkap dengan berbagai website2, blog2, status2, comment2, dan hal2 sejenis dengan satu keyword yang sama: “PROUD”.

Yeah? so what about it?

Ketika saya masih ‘naif’ dulu, saya juga sempat terjangkit virus “proud” ini, dikit2 bilang “woo Indonesia! I’m proud!”. Tapi belakangan ini saya jadi bertanya2 sendiri ada apa dengan kata2 “proud” ini, ko semakin hari saya merasa seperti ada ‘sesuatu’ dengan kata2 ini. Or in short, saya rasa2nya ko jadi kurang sreg dengan kata2 ini.

“Bangga” menjadi orang Indonesia (..?)

Kemudian beberapa waktu yang lalu research lab kami kebetulan kedatangan beberapa pelajar & mahasiswa Indonesia. Mereka ini bukanlah anak2 ‘biasa’, perjalanan mereka ke Jepang disponsori oleh KEMENLU RI (ada perwakilan KEMENLU dan juga seorang wartawan dalam rombongan mereka). Mereka adalah putra putri terbaik dengan prestasi yang tidak main2, ada juara olimpiade fisika internasional, juara debat internasional, juara technological innovation internasional, siswa SMK yang mewakili proyek mobil ESEMKA, dan banyak lagi juara2 event internasional lainnya. Pokoknya mereka ini adalah anak2 muda dengan prestasi yang luar biasa.

Nah kemudian anak2 nuklir Indonesia dikontak oleh Prof. Obara, beliau meminta kami untuk berpartisipasi dalam kegiatan kunjungan tersebut. Jadi saya, Topan, Reynold, dan Ari diminta to briefly explain kegiatan riset di lab kami masing2. Tapi sebelumnya ternyata mereka akan memberi presentasi kepada beberapa profesor Tokodai. Sebenarnya saat itu saya sedikit bertanya2 juga, what is the purpose of this activity? Karena setau saya presentasi itu biasanya berdasarkan undangan, dan bukan atas permintaan kita. Sedikit agak gimana gitu rasanya. Kalo acara study tour kan purpose nya jelas: they want to know what nuclear engineering research is all about.

Anyway, jadilah kami bersama2 beberapa profesor Jepang menonton presentasi mereka. Kemudian mereka menceritakan prestasi2 mereka dan segudang medali kemenangan dan penghargaan2 yang mereka raih. Terus terang saya sempat melongo juga dibuatnya :D. For a moment I tried to remember what was I doing when I was their age, and when I did remember, sedikit malu juga rasanya hehehe. Anak2 yang benar2 luar biasa di usia yang begitu belia.

After a while, then came this young man, seorang pelajar SMU dengan prestasi kelas wahid. Dia menjelaskan hasil2 karyanya yang mendapat penghargaan US Army medal, US Navy medal, dan beberapa penghargaan ‘wah’ lainnya. Nah ketika dia selesai dengan presentasinya, dia bilang kurang lebih begini, “… I’m an Indonesian, and I’m proud to be Indonesian …”

Hening sesaat…

Entah apa yang dirasakan para profesor Jepang yang saat itu mengikuti presentasi tsb (ya mungkin juga tidak merasa apa2 sih), tapi saya pribadi merasa janggal menyaksikan statement “aku bangga” tsb..

Tapi coba anda bayangkan, misalnya ada mahasiswa Jepang yang meminta diizinkan presentasi di ITB, kemudian di akhir presentasinya, di depan para dosen dan mahasiswa ITB, dia bilang, “I’m a Japanese, and I’m proud to be Japanese“. What would we feel? I say it would be pretty much awkward.

Kemudian dari segi linguistik, apa dan bagaimana sih sebenarnya kata2 “proud” itu? Yang paling mudah adalah jika anda ketik “define: proud” di google.com, dan berikut ini adalah hasilnya:

Definisi kata2 “proud”.

Sinonim kata2 “proud”.

Terutama sekali coba anda perhatikan baik2 sinonim kata2 “proud”: haughty, arrogant, lofty, supercilious, conceited. Wah2.. sinonim2nya benar2 angker sekali..

Terus gimana dong kalau kata2 “proud/bangga” ini ternyata ‘agak gimanaa gitu’? Menurut saya sebaiknya diganti saja dengan kata2 “happy/bahagia” šŸ™‚

Berikut ini adalah definisi kata2 “happy” menurut google:

Definisi kata2 “happy”.

Sinonim kata2 “happy”.

Menurut saya kata2 “happy” ini jauh lebih tidak angker dan juga sangat friendly dibanding kata2 “proud”.

And besides, saya sendiri rasa2nya tidak ingin menjadi orang yang ‘proud’, saya jauh lebih ingin menjadi orang yang ‘happy’.

“Bahagia” menjadi orang Indonesia!

So, I say I am an Indonesian, and I am happy about it. šŸ™‚

Sedikit tambahan: yang lebih aneh lagi adalah kalau bangga2an ini diaplikasikan ke level suku, ada yang bangga menjadi orang Jawa, ada yang bangga jadi orang Betawi, ada yang bangga jadi orang Minang dst dst.. Sudahlah buat apa juga sih bangga2an seperti itu pren… šŸ™‚

Unsubscribe from this blog

Posted in just a story, whatever | Tagged: , | 2 Comments »

Tanya kenapa: Lambatnya pembangunan infrastruktur publik di Indonesia.

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 22, 2012

Baru saja baca berita di http://berita.liputan6.com/read/430754/wah-jakarta-semarang-ditempuh-41-jam

Perjalanan Jakarta-Semarang yang hanya sejauh 400an km ditempuh selama hampir 2 hari 2 malam!
Ko bisa ya?? Sedangkan perjalanan ke Amerika saja yang jauhnya sekitar 1/3 keliling planet Bumi (~15,000an km) hanyalah sekitar 20 jam. Oke2 moda transportasinya memang sangat berbeda.

Tapi poin saya adalah, kenapa masyarakat mau2nya menghabiskan bensin dan waktu sebanyak itu hanya untuk perjalanan sependek itu? Jawabannya menurut saya ya karena belum (tidak?) ada moda transportasi antar provinsi yang nyaman di pulau Jawa, yes Iā€™m talking about bullet train system. Kalau di Jepang, mau ke prefektur mana saja (termasuk lintas pulau), mudah dan menyenangkan sekali dengan menggunakan the world-famous Shinkansen train system.

Salah satu masalah terbesar Indonesia adalah lambatnya pembangunan infrastruktur publik.

Pembangunan infrastruktur publik mungkin saja tidak mudah, tapi juga bukan tidak mungkin, syaratnya ya ada niat dan kerja keras. Ini adalah sebuah “trem” (atau rail bus) di kota Solo, hasil karya pemimpin visioner pak Joko Widodo. Hal seperti ini terlihat sangat futuristik untuk standar Indonesia, bahkan metropolitan Jakarta pun kalah telak.

Dear para kepala daerah yang terhormat, salah satu fokus utama anda2 sekalian saya kira haruslah percepatan pembangunan infrastruktur publik, terutama sekali sistem transportasi, penyedian air bersih ke rumah2 warga (benar2 keterlaluan sekali selama puluhan tahun kita tidak juga punya jaringan air bersih!), dan pastinya juga energi (jaringan listrik dan pipa gas).

Khusus mengenai transportasi, coba anda bayangkan, setelah 67 tahun membangun kita tidak juga punya jembatan (atau terowongan bawah laut) yang menghubungkan pulau Sumatra dan Jawa, dan juga Jawa dan Bali. Bayangkan economic boom yang akan terjadi jika ketiga pulau ini terintegrasi melalui transportasi darat. Saya juga memimpikan jika di masa depan orang bisa berpetualang dari Aceh ke Bali dengan menggunakan sistem kereta api cepat yang nyaman. Bayangkan juga potensi pariwisata internasional that could be generated from this: perjalanan kereta api melintasi tempat2 paling eksotik di Zamrud Khatulistiwa, dimulai dari Aceh dan berakhir di Bali. Jangan2 Trans-Siberian Railway pun bisa kalah :).

Posted in whatever | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Information-driven decision dalam transportasi

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 15, 2012

Tidak, tulisan ini tidak sekeren judulnya ko, tulisan ini hanyalah tentang kemacetan di Indonesia dan kegiatan pengambilan keputusan dalam mengemudi. Solusi yang lebih permanen untuk mengatasi kemacetan tentu saja adalah perbaikan dan pembangunan sistem transportasi yang lebih baik.

Dulu ketika saya masih tinggal di Indonesia (di Bandung tepatnya), tiap saya mau pergi kemana2 pasti pertanyaan yang segera muncul adalah “aduh sekarang di jalan lagi macet ga ya? jalur mana yang ga macet ya?“. Dan saya selalu tidak tahu pasti jawabannya. Okey saat itu memang jalan2 di Bandung hampir setiap saat selalu saja macet, tapi maksud saya adalah pasti akan sangat membantu kalau saya bisa mengetahui informasi ini dengan akurat.

Salah satu keajaiban Indonesia: kondisi lalu-lintas sudah segila ini tetap saja kita tidak membangun subway. Btw coba perhatikan, itu kebetulan ada ambulans terjebak di kerumunan motor, bayangkan apa tidak setres pasien di dalamnya?

Misalnya saja ada 3 alternatif jalur (sebut saja jalur A, B, dan C) yang bisa saya gunakan dalam perjalanan saya dari titik 1 ke titik 2. Saat itu keputusan yang saya ambil selalu berdasarkan tebak2an dan feeling saja, dan tidak berdasarkan informasi tentang kondisi yang sebenarnya di ketiga jalur tersebut. Coba misalnya informasi tersebut tersedia untuk saya, tentu ceritanya akan lain. Maksudnya? Iya, misalnya saya bisa memonitor dan tahu dengan pasti bahwa jalur B adalah jalur yang paling tidak macet dan karenanya adalah jalur yang harus saya pilih dalam perjalanan saya. Dengan demikian saya kan tidak akan menambah kemacetan di jalur A atau C, dan perjalanan saya juga akan menjadi jauh lebih menyenangkan. Everybody is happy, saya senang karena memilih jalur yang tepat, orang2 di jalur A dan C juga senang karena saya tidak menambah lagi kemacetan di jalur mereka. Atau kalau misalnya saya tidak sedang buru2, dan saya tahu bahwa semua jalur kondisinya sedang macet total, mungkin saya akan memilih untuk menunda perjalanan saya selama beberapa jam sampai jalanan tidak macet lagi, atau saya bisa memilih menggunakan transportasi umum saja sehingga kapan saja saya bisa turun dan jalan kaki kalau macetnya sudah setingkat ‘tidak masuk akal‘. Atau kalau macetnya sangat parah dan tidak kunjung mereda, ya saya batalkan saja sekalian rencana saya. Lagi2 everybody is happy, saya tidak menyesal di jalan karena tidak terjebak kemacetan, dan orang2 di jalan pun senang karena saya tidak semakin menambah kemacetan.

Tanpa kemampuan mendapat informasi yang akurat tentang kondisi realtime di jalan raya, kita jadi seperti berjalan di kegelapan, dan pengambilan keputusan pun jadi kegiatan untung2an. Dulu sering sekali saya ngabatin dalam penyesalan, seperti “waduh.. kenapa tadi saya ngambil jalur ini ya, coba ngambil jalur yang satunya, mungkin lebih lancar..“, atau “aahhh.. nyeseeel.. tau macet gila gini sih mending tadi ga jadi aja..“.

Itu dia masalahnya: saya tidak bisa tahu sebelumnya.

Lalu bagaimana?

Simpel saja: realtime traffic load map.

Sebuah teknologi dalam bentuk colored map yang bisa diakses dari mobile devices. Ruas2 jalan ditandai dengan warna yang berbeda2 berdasarkan traffic load saat itu. Anda yang pernah bermain game SimCity pasti segera bisa membayangkan, ya peta semacam ini (saya ambil dari game SimCity 3000 Unlimited):

Contoh traffic load map dari game SimCity 3000 Unlimited

Sejak beberapa waktu yang lalu Google Earth memang sudah menyediakan fitur dengan konsep semacam ini, cuma sayangnya fitur tersebut hanya tersedia untuk wilayah Jakarta saja, dan juga sepertinya tidak meng-cover seluruh jalan di Jakarta. Mungkin karena metode data acquisition yang digunakan masih belum optimal atau karena hal lainnya.

Pasti akan sangat membantu sekali kalau hal ini bisa tersedia.

So, adakah engineer Indonesia yang berminat membuat/mengembangkan teknologi ini?

Posted in whatever | Tagged: , , | Leave a Comment »