Hey, what's going on?

Archive for October, 2011

Catatan perjalanan: NURETH-14 Conference

Posted by Syeilendra Pramuditya on October 8, 2011

Alhamdulillah.. dapet rejeki lagi berupa kesempatan menghadiri conference.. =)

Nama conference nya NURETH-14, dengan venue di Toronto, Ontario, Canada.

Saya berangkat dari Narita hari Sabtu, 24 September, pesawatnya take off jam 17.45 Tokyo time. Saya menggunakan Air Canada, direct flight Tokyo-Toronto, tadinya sempat mikir mau pake Delta Air Lines, karena harga tiketnya yang lebih murah, tapi ternyata harus transit di Los Angeles, yang berarti saya harus apply visa Amerika. Karena waktu yang cukup mepet dan sy jg sempat dengar kabar bahwa ada beberapa teman Indonesia yang aplikasi visanya mengambang sampai beberapa bulan di Kedubes Amerika di Tokyo, jadilah saya menggunakan Air Canada yang lebih mahal, ongkos 2-way sekitar JPY 200,000. Proses aplikasi visa Canada sendiri ternyata sangat simpel dan cepat, hanya submit dokumen2 yang diperlukan ke Kedubes Canada di Tokyo dan visanya selesai dalam 2-4 hari, sama sekali tidak ada interview seperti kalau apply visa Amerika.

Seperti biasa, saya kebagian kelas ekonomi hehe.. tp gpp.. kelas ekonomi juga nyaman koq. Pesawatnya jenis Boeing 777, dan saya kebagian kursi nomor 54A: Window Seat, cihuy bisa liat pemandangan! =) Berbeda dengan transit flight yang menggunakan jalur Pacific Ocean, direct flight ternyata menggunakan jalur Bering Strait, sehingga pesawat yang saya naiki melewati daerah2 sekitar selat Bering dan Alaska. Cuma sayang ternyata pramugari memerintahkan kami menutup jendela, agar tidak mengganggu tidur kami katanya, yahhh ga jadi dah liat pemandangan……. =(

Pemandangan padang es di sekitar Alaska

Perjalanan memakan waktu sekitar 12 jam, alhamdulillah selama perjalanan flight nya lancar2 saja. Selama perjalanan, kami disediakan makan 2 kali, lumayan lah hehe..

Akhirnya hari Sabtu, 24 September, jam 16.35 Toronto time, pesawatnya landing di Pearson International Airport. Dari Pearson saya menggunakan bis untuk sampai ke hotel saya di downtown Toronto, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Saya menginap di Metropolitan Hotel Toronto, sedangkan tempat conference nya sendiri di Hilton Hotel Toronto, dekat dengan hotel saya, cuma 10 menit jalan kaki.

Pemandangan dari jendela bis

Suasana kamar hotelnya secara umum tidak sebersih dan secanggih hotel2 di Jepang atau Korea, walaupun sewanya jauh lebih mahal dari hotel2 sekelas di Jepang, yaitu CAD 370 per malam, atau sekitar JPY 27,500, bandingkan dengan hotel2 sekelas di Jepang yang hanya sekitar JPY 6000. Koneksi wireless internet hotel nya juga ternyata jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhh lebih lambat dari koneksi paling murah sekalipun di Tokyo, koneksi internetnya bener2 rasa Indonesia hehe =P.

Walaupun local time lebih lambat 13 jam dari Tokyo, ternyata saya tidak mengalami jet lag, malam itu saya bisa dengan mudah tidur dan bangun pagi keesokan harinya, alhamdulillah.. =)

Hari Minggu, karena tidak ada official program di tempat konferens, saya sempatkan jalan2 sebentar menyusuri kota. Kotanya memang beda sekali dengan Tokyo (apalagi Bandung! =D), jadi lumayan menarik juga buat saya, yang jelas kerasa banget sensasi luar negerinya! mungkin karena banyak banget orang bulenya, beda dengan Tokyo hehehe..

Bangunan unik Royal Ontario Museum

Hari itu ternyata sedang ada semacam festival kampus di sekitaran Queen’s Park dan Toronto University, suasananya ramai juga. Saya sempat melihat booth mahasiswa Malaysia yang menjual martabak, saya coba cari2 siapa tau ada booth Indonesia, tapi sepertinya tidak ada.

Festival kampus di sekitar Toronto University

Beberapa impresi awal yang saya dapat ketika baru sampai di Toronto:

  • Pemandangannya campuran antara Amerika dan Eropa klasik, dengan gedung2 pencakar langit a’la New York dan gedung2 anggun a’la Eropa saling berdampingan
  • Kotanya relatif tidak sebersih dan seteratur Tokyo, trotoar2 besar memang ada, tapi seperti dibangun ala kadarnya, lain dengan trotoar2 di Tokyo yang lebih bagus
  • Kotanya sangat kosmopolitan, sepertinya semua suku bangsa ada di kota ini, walaupun saya belum bertemu orang Indonesia sih.. ada orang2 negro dan Amerika latin yang lumayan banyak, ada juga orang2 Cina yang asyik ngobrol dengan bahasa mereka sendiri
  • Banyak sekali orang Islam di kota ini, kemanapun saya melihat, pasti ada perempuan2 berjilbab, ada juga beberapa pria yang menggunakan baju bergaya Muslim. Dari physical appearance nya, tampaknya mereka berasal dari Afrika utara. Mungkin karena banyak orang Islam, penjual hotdog pinggir jalan pun ada yang memasang label halal!
  • Lumayan banyak gelandangan dan pengemis, mereka tidak selalu orang negro atau latin, tapi pengemis2 bule pun tampak di beberapa sudut kota. Saya pun sempat dimintai a quarter atau 25 sen
  • Seperti di kota2 besar dunia lainnya, di Toronto juga ada banyak taman dengan berbagai ukuran. Yang berbeda dari taman2 di Tokyo adalah bahwa taman2 di Toronto ada penghuninya: tupai2 lucu yang bebas berkeliaran!

Hari Senin pagi baru saya pergi ke Hilton, untuk registrasi dan menghadiri opening ceremony dan plenary session. Saya sendiri kebagian presentasi hari Selasa, di ruangan yang (alhamdulillah? =P) tidak terlalu besar. Slot waktu presentasinya sendiri adalah 20 menit, dimana kami diminta menyisakan 3-5 menit untuk tanya jawab. Waktu saya presentasi bos hadir juga di ruangan itu, mungkin maksudnya ngasih semangat kali ya, tapi malah jadi rada grogi hehe..

Beberapa sudut kota Toronto

Yang sedikit repot adalah urusan makanan. Karena saya datang ke Toronto ini bisa dibilang sendirian, urusan makan jadi lumayan repot juga. Memang bos juga datang sih, cuma karena beliau cukup terkenal di kalangan mbah2 nuklir Amerika, jadi beliau ya kongkownya sama mereka2. Restoran sih banyak banget disini, mau makanan apa aja ada, dari pizza, kare India, makanan Thailand, sampai sushi pun ada, cuma makan sendirian di restoran ga asik banget kan.. jadilah saya memilih untuk membeli makanan2 yang praktis saja (seperti roti dan sandwich) di convenience store. Berbeda dengan di Jepang, di sini harga2 yang terpampang di rak ternyata belum termasuk pajak dll. Ketika saya membeli snack, tulisan di rak harganya 3.59 dollar, jadi di kasir saya keluarkan 4 dollar, trus kasirnya nanya “do you have 4 cents?” agak bingung saya jawab “no I don’t have”, dia bilang lagi “well it’s 4.06 dollar”, loh?? akhirnya agak malu saya keluarkan uang 5 dollar. Lagi2 lain dengan di Jepang, kasir secara default tidak memberi kantong plastik ataupun bon pembelian. Juga lain dengan di Jepang, they don’t smile.

Suatu malam saya lagi nyari makan malem di semacam restoran deket hotel, pas mau ngambil minum sy pilih softdrink rasa stroberi, pas mesinnya dipencet ko warnanya merah bening kaya air putih, sempat mikir juga, ini udah abis apa emang warna minumannya ky gini..? tiba2 orang negro jangkung di sebelah saya manggil “yo brada!!”, waduh kaget juga, ni orang item ngapain manggil2 saya??, trus dia bilang lagi “the strawberry juice is f*cked up, yeah it’s f*cked up, taste it!” pas sy coba emang rasa air putih doang, weh baek jg tu orang negro ya, thanks brada! hehehe..

Beberapa sudut kota lainnya

Konferensnya berlangsung sampai hari Jumat, dimana ternyata tidak ada closing ceremony, hanya ada semacam closing plenary session. Hari Sabtu pagi, 1 Oktober, saya sempatkan jalan2 sebentar untuk mengambil beberapa foto sudut kota Toronto. Dan sekitar jam 11.30 saya check out dan berangkat ke Pearson Airport dengan menggunakan bus. Pesawatnya take off jam 14.05 Toronto time, kali ini saya kebagian kursi nomor 50J (bukan window seat). Alhamdulillah.. perjalanan pulang ini juga relatif lancar, dan 12 jam kemudian, hari Minggu 2 Oktober jam 15.50 Tokyo time, pesawat kami landing di Narita. Saya sampai di my lovely apartment room sekitar jam 9 malam, lelah dan super ngantuk… malam itu saya tidur 16 jam non stop.

Alhamdulillah.. hanya karena izin Mu lah ya Allah.. saya berkesempatan mengunjungi North America, pengalaman yang cukup menarik..  =)

Beberapa foto bisa dilihat di album berikut:

Destination Toronto, Ontario

Advertisements

Posted in just a story | Tagged: , , , | 4 Comments »

+++ The Grimpis Manifesto +++

Posted by Syeilendra Pramuditya on October 8, 2011

Kami Grimpis Indonesia.

Operasi kami 100% didanai pihak2 asing yang tidak rela melihat Republik Indonesia mampu membangun dan maju.

Propaganda adalah permainan kami, kami kampanyekan bahwa pembangunan dan kemajuan adalah hal yang mengerikan dan tidak baik untuk rakyat Indonesia.

Kami menolak teknologi energi berbasis nuklir dikuasai dan dibangun di Republik Indonesia.

Kami menolak energi berbasis batu bara digunakan di Republik Indonesia.

Kami menolak semua energi berkapasitas tinggi yang bisa mendukung sustainability pembangunan nasional Republik Indonesia.

Kami mendukung the so-called ‘clean energy’ yang saat ini masih sangat tidak realistis untuk diterapkan di Indonesia, dimana negara2 maju saja memasang time frame 30-40 tahun untuk penerapannya, kami tidak perduli kalau Indonesia perlu 100 bahkan 500 tahun untuk menerapkan ‘clean energy’ ini, kami hanya menjalankan perintah, nothing personal.

Kami mendukung kelestarian hutan, kami men-encourage masyarakat yang masih tinggal di hutan2 untuk membenci pembangunan, dan untuk menolak segala bentuk kemajuan, kami ajarkan pada mereka bahwa tetap hidup di hutan adalah yang terbaik bagi mereka.

Kami adalah jawara pelestarian lingkungan hidup, tapi maaf, for some reason kami tidak bisa memprotes operasi penambangan ‘gunung emas’ oleh PT Fripot (BUKAN Freeport) Indonesia yang jelas2 merusak lingkungan.

Sekali lagi, kami Grimpis Indonesia, dan BUKAN Greenpeace Indonesia, jika maksud anda adalah Greenpeace Indonesia, maaf anda salah membaca artikel.

Materi berikut mungkin saja berguna bagi anda yang ingin tahu tentang Greenpeace Indonesia:

Posted in whatever | Tagged: | 1 Comment »

Protected: My experience with a big flight company

Posted by Syeilendra Pramuditya on October 3, 2011

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in whatever | Enter your password to view comments.