Hey, what's going on?

Emas sebagai media penyimpan nilai?

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 16, 2011

Gara2 beberapa hari ini secara tidak sengaja menyimak berita2 ekonomi dunia, terutama tentang kondisi ekonomi Amerika yang konon sedang dalam kondisi tidak menentu, dan juga tentang US Dollar yang nasibnya juga tidak menentu, saya jadi sempat membaca beberapa artikel yang menyarankan penggunaan emas -instead of paper money- sebagai media penyimpan nilai, lengkap dengan seabrek argumen yang mereka paparkan. Dan jadilah saya menulis artikel ini

Ketika seseorang memutuskan untuk menggunakan emas sebagai media penyimpan nilai, salah satu pertanyaan natural yang muncul adalah: emas dalam bentuk apa yang sebaiknya saya beli? Berdasarkan bentuknya, emas dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok: emas batangan (gold bar), koin emas (gold coin), dan perhiasan & karya seni (gold jewelry & artwork).

Dulu saya kira yang namanya emas batangan itu harus berupa balok emas yang besar2, yang beratnya 1 kg, ternyata ini tidak benar. Gold bar ternyata tersedia dari mulai ukuran yang sangat kecil, 1 gram. Gold bar ini hampir pasti selalu tersedia di toko2 emas, dimana disain nya bisa berbeda2, biasanya yang tertulis di permukaannya adalah nama toko/pencetak emasnya, kemurniannya, dan tentu saja beratnya. Salah satu gold bar kelas 24 karat yang paling populer di dunia adalah Credit Suisse produksi Swiss, tersedia dari ukuran 1 gram sampai 1 kg. Emas dalam bentuk gold bar biasanya disain nya sangat sederhana dan tidak artistik.

Credit Suisse gold bar dalam berbagai ukuran

Berbeda dengan gold bar yang biasanya menggunakan ukuran gram, gold coin hampir selalu menggunakan ukuran troy ounce (oz atau ozt), dimana 1 troy ounce = 31,1 gram. Gold coin ini hanya tersedia di sedikit toko2 emas tertentu, karenanya relatif lebih sulit didapat dibanding gold bar. Perbedaan lainnya adalah bahwa gold coin biasanya diasosiasikan dengan negara pembuatnya, dan menjadi semacam simbol nasional dari negara tersebut. Beberapa gold coin yang paling populer di dunia saat ini adalah:

Kelas 24 Karat (kemurnian 99,99%): Canadian Mapple Leaf, Austrian Philharmonic, dan American Buffalo

Kelas 22 Karat (kemurnian 91,67%): South African Krugerrand dan American Eagle

Koin2 tersebut tersedia dalam 4 ukuran: 1 ozt, 1/2 ozt, 1/4 ozt, dan 1/10 ozt. Walaupun memiliki berat yang sama persis, tiap jenis koin terkadang dijual dengan harga yang berbeda, karena tiap koin memiliki nilai premium yang berbeda2. Premium adalah biaya tambahan terhadap spot price, yang merupakan biaya2 diluar harga bahan dasar, seperti biaya pencetakan dan transport. Tampilan fisik gold coin jelas lebih menarik dibanding gold bar, dan karena itu harga per gram nya selalu lebih mahal dari gold bar, yaitu karena biaya pencetakannya yang lebih tinggi.

Austrian Philharmonic dalam 4 ukuran

Perhiasan & karya seni emas (jewelry & artwork) tersedia dalam berbagai bentuk, yang paling sering kita lihat tentu anting2, kalung, gelang, dan cincin. Beberapa toko emas juga menjual karya seni emas dalam bentuk patung, gelas, sendok, kipas, dan hiasan2 lainnya. Emas kategori ini adalah yang paling indah dan artistik, dan memiliki harga per gram yang paling mahal, karena kita juga harus membayar elemen seni di dalamnya, yang seringkali sulit diukur secara kuantitatif.

Jadi emas dalam bentuk apa yang sebaiknya dibeli? itu tergantung situasi, kondisi, dan alasan anda membeli emas. Kalau anda seorang yang sangat kaya, maka pertanyaan ini jadi tidak relevan karena anda bisa membeli semuanya tanpa perlu banyak berfikir. Tapi kalau anda seorang middle class yang dengan hati2 membeli emas sebagai media penyimpan nilai yang bebas inflasi dan sewaktu2 dengan mudah dapat dicairkan, maka jawabannya jelas: belilah gold bar.

Gold bar dan gold coin dapat dibeli secara online di berbagai website, diantaranya sebagai berikut:

Ada banyak juga perusahaan yang melayani jual-beli sekaligus penitipan emas, beberapa diantaranya sebagai berikut:

Sebenarnya masih lumayan banyak yang ingin saya tulis mengenai emas ini, terutama tentang kemungkinan  penggunaannya dalam daily transactions dan juga tentang interaksinya dengan paper money, so hopefully artikel ini akan disambung di lain waktu..

Some related links:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: