Hey, what's going on?

Catatan perjalanan: The AJK-SME Conference 2011

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 12, 2011

Bulan kemarin, selama 5 hari (24 – 28 Juli) saya berada di kota Hamamatsu, prefektur Shizuoka (~200 km barat daya Tokyo), untuk menghadiri sebuah konferens, The ASME-JSME-KSME Joint Fluids Engineering Conference 2011.

Konferens nya dimulai hari Senin pagi (25 Juli), saya berangkat hari Minggu sore (24 Juli) naik Shinkansen Hikari dari stasiun Shinagawa, perjalanan ke Hamamatsu tidak terlalu lama juga, hanya sekitar 1,5 jam. Saya sampai di stasiun Hamamatsu sekitar jam 4.30 sore, dan langsung menuju tempat konferens untuk registrasi. Tempatnya terletak tepat di sebelah stasiun, namanya ACT City Hamamatsu, sebuah convention center yang megah. Sedangkan Sensei saya katanya akan tiba hari Senin sore.

Stasiun Hamamatsu, tempat konferensnya di kompleks gedung yang tinggi itu

Selesai melakukan registrasi, saya langsung menuju hotel tempat saya akan menginap, namanya Comfort Hotel Hamamatsu, tempatnya hanya sekitar 10 menit on foot dari stasiun, dengan tarif 4500 Yen/malam. Yah namanya juga hotel kelas mahasiswa, kamarnya tidak terlalu besar, tapi lengkap dan nyaman, ada digital TV, kulkas mini, AC, internet connection (ini yang paling penting :)), dan tentu saja kamar mandi yang nyaman dan toilet canggih dengan berbagai tombol. Di hotel saya hanya istirahat sebentar, solat, dan ganti baju, dan sekitar jam 6 sore kembali lagi ke tempat konferens untuk menghadiri welcome reception, alias free dinner:mrgreen:. Lumayan banyak juga yang datang ke welcome reception, beberapa partisipan dari Amerika terlihat hadir juga, saya juga bertemu seorang exchange student dari Teknik Fisika ITB yang kebetulan menjadi panitia, kalau tidak salah namanya Erman.

Hari senin pagi acaranya secara resmi dibuka dengan sebuah opening ceremony oleh beberapa orang penting di bidang fluid engineering, dan kemudian dilanjutkan dengan plenary session oleh 3 pembicara utama. Presentasi yang cukup menarik disampaikan oleh seorang businessman asal Australia, Jayden Harman, ia berbicara mengenai Biomimicry, sebuah konsep yang sepertinya cukup baru tentang nature-inspired technology yang berhubungan dengan fluid. Ia memaparkan bagaimana hardware yang di desain oleh perusahaannya berdasarkan konsep biomimicry dapat beroperasi lebih efektif dan efisien dibanding produk2 sejenis lainnya. Ia bahkan sempat berbicara sedikit mengenai sebuah proyek kerjasama dengan US DOE dan Pentagon mengenai atmospheric engineering.

Suasana Opening Ceremony

Plenary session selesai jam 12 siang, dan kemudian dilanjutkan dengan luncheon lecture: makan siang sambil mendengarkan lecture, hmm.. asik juga🙂. Makan siang yang disediakan panitia adalah bento khas Jepang, terdiri dari beberapa kotak kecil2 yang isinya hampir semuanya hidangan laut: ikan, udang, cumi2, dll. Juga ada belut (unagi) panggang dengan saus manis, yang katanya memang khas Hamamatsu, beuh.. guriiih banget rasanya🙂. Kemudian acara dilanjutkan dengan parallel technical sessions sampai jam 6 sore, nah.. ini baru mulai serius..:mrgreen:.

Saya pergi ke Hamamatsu ini bersama 2 teman lab, Marco dan Rui. Kebetulan former advisor nya Marco di Itali datang juga, namanya Prof. Fabio Inzoli. Mungkin dalam rangka menyambut beliau, malam itu kami dinner bersama, saya, Sensei, Marco, Rui, dan beberapa orang lainnya. Malam itu kami makan sushi, sashimi, dan tempura di sebuah restoran di kompleks stasiun Hamamatsu. Selesai dinner, kami menuju lantai 30 ACT Tower, untuk minum2 sambil menikmati pemandangan malam, tentu saja saya tidak ikut minum alkohol, saya hanya minum Canadian ginger ale.

Saya kebagian presentasi pada hari ketiga, jadilah hari Senin dan Selasa saya menjadi partisipan yang baik, saya selalu hadir dari pagi sampai sore, selain karena pikiran tidak tenang (karena belum presentasi), juga untuk mencuri sebanyak2nya teknik presentasi dari peserta lain:mrgreen:. Beberapa presenter benar2 sangat keren, sempat agak terintimidasi juga, tapi mau bagaimana lagi, life must go on (!). Jadilah hari Senin dan Selasa saya tidak jalan2 kemana2, paling hanya ke kombini beli onigiri dan beberapa makanan kecil untuk light dinner.

Salah satu sudut kota Hamamatsu

Akhirnya tiba juga hari Rabu, saya kebagian presentasi pertama di second morning session, dan hal yang menurut saya lumayan aneh adalah bahwa chairman session nya Sensei saya sendiri (!). Agak dagdigdug juga sih, apalagi chairman itu salah satu tugasnya kan ngasih pertanyaan ke presenter, terutama kalau ga ada pertanyaan dari penonton, lah apa jadinya kalo Sensei sampai nanya2 ttg kerjaan/riset saya??:mrgreen:, masa pembimbing nanya ke yang dibimbing di depan semua orang? pasti bakalan awkward kan..

Setelah di introduce oleh chairman (yang adalah Sensei saya sendiri), saya malah kelepasan bilang thank you chairman (!), harusnya kan saya bilang thank you professor, beberapa hadirin tampak tersenyum, ya sudah lah.. namanya juga kelepasan..

Saat itu audiens nya tidak terlalu banyak, padahal ruangannya lumayan besar (entah saya harus bersyukur atau menyesal :)), dan beberapa dari mereka memberi pertanyaan pada presentasi saya, jadinya chairman tidak perlu memberi pertanyaan, fiuhh.. lega juga rasanya..🙂 Setelah presentasi, pikiran jadi jauh lebih tenang, tapi hari itu saya tetap jadi partisipan yang baik, saya hadiri session2nya sampai sore. Acara kemudian dilanjutkan dengan Conference Banquet, yang berupa standing party, dan diisi hiburan live music oleh “ibu2 pkk” Hamamatsu yang memainkan Koto, alat musik tradisional Jepang yang mirip kecapi. Hmm it was quite entertaining🙂.

"Ibu2 pkk" Hamamatsu memainkan alat musik Koto

Malamnya saya mulai melihat2 peta wisata Hamamatsu, rencananya besoknya ingin jalan2 juga🙂. Karena saya suka arkeologi, yang pertama saya cari adalah museum! Ternyata ada museum yang sepertinya cukup menarik di Hamamatsu, namanya Hamamatsu City Museum, menurut brosur, koleksi museum ini adalah benda2 kuno yang ditemukan di sekitar Hamamatsu, termasuk beberapa artefak dari Jomon Culture! Menarik sekali! Cuma museum ini lumayan jauh dari tempat konferens, harus naik bis segala. Saya tidak jadi mengunjungi museum ini, karena rencana saya hanya jalan2 ke tempat2 disekitaran tempat konferens, on foot.

Hari kamis saya check out dari hotel dan langsung menuju stasiun, bukan untuk pulang, tapi untuk menaruh koper saya di stasiun🙂. Ini salah satu hal yang paling saya suka dari stasiun kereta di negara2 maju: ada coin locker yang aman untuk menyimpan koper kita, cukup dengan 500 Yen, saya tidak usah lagi membawa2 koper besar saya, sesuatu yang sepertinya di Indonesia (lagi2) belum ada. Memang sebenarnya saya bisa saja menitipkan koper saya di hotel atau di tempat konferens, but for some reason, saya lebih suka coin locker, rasanya lebih bebas🙂.

Kemudian saya datang ke morning technical sessions dan mendengarkan beberapa presentasi. Dan ketika coffee break jam 10.30, saya menyelinap keluar, tujuan saya: Hamamatsu Castle! Tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat konferens, hanya sekitar setengah jam berjalan kaki. Ternyata kastil nya relatif kecil, jauh lebih kecil dari Osaka castle, dan harga tiket masuknya 150 Yen.

Hamamatsu Castle

Yang istimewa dari kastil ini adalah bahwa shogun pertama dari keluarga Tokugawa, Tokugawa Ieyasu (memegang jabatan shogun dari 1603-1605), pernah tinggal disini semasa mudanya, karena itu ga heran kalau di sebelah kastil ini ada patung perunggu Tokugawa Ieyasu. Menurut saya patungnya terlalu sederhana untuk seorang figur sejarah besar yang berhasil mendirikan sebuah dinasti/rezim militer yang bertahan selama lebih dari 250 tahun.

Patung Shogun Tokugawa Ieyasu

Kastil ini terdiri dari 3 lantai dan sebuah ruangan bawah tanah kecil, dimana terdapat sebuah sumur. Lantai satu dan dua berisi beberapa benda2 bersejarah, terutama yang berhubungan dengan sang shogun, seperti baju besi, senjata2, patung, dll. Ada juga beberapa lukisan dan foto2. Sedangkan lantai tiga hanya berfungsi sebagai menara pengamat.

Rekonstruksi pakaian perang sang Shogun

Setelah selesai dengan Hamamatsu castle, saya kemudian jalan2 mengelilingi castle park. Taman ini lumayan luas juga, dan seperti biasa, amat sangat bersih dan asri. Pemandangannya tidak jauh berbeda dengan taman2 di Tokyo: para lansia yang sedang kongkow dan ibu2 yang bermain2 dengan anak2 balitanya. Hari itu di taman kebetulan ada anak2 sekolah yang sepertinya sedang bersiap2 mau olah raga. Dari taman saya kembali ke tempat konferens untuk makan siang, lumayan lapar juga setelah lebih dari 2 jam berjalan kaki🙂.

Setelah makan siang, saya datang ke plenary session terakhir, sampai sekitar jam 3 sore. Setelah itu saya langsung menuju tujuan jalan2 kedua: The Hamamatsu Museum of Musical Instruments. Saya mengunjungi tempat ini lebih karena lokasinya yang dekat dengan stasiun, maklum hari sudah sore juga. Bangunan museum nya bergaya modern, dan ruang eksebisinya hanya terdiri dari dua lantai, tiket masuknya seharga 400 Yen.

Alat2 musik asal India, suaranya lumayan unik juga

Sesuai namanya, museum ini isinya alat2 musik dari hampir seluruh dunia, termasuk dari Indonesia! Yang mewakili Indonesia adalah gamelan Jawa dan Bali, yang menempati space luas di tengah museum. Yang menarik dari tempat ini adalah kita bukan hanya bisa melihat alat2 musik tersebut, tapi juga bisa mendengarkan suaranya melalui headphone yang tersedia di depan setiap instrumen yang dipajang.

Salah satu sudut museum, tersedia headphone untuk setiap alat musik

Selesai dari museum musik, saya langsung menuju stasiun Hamamatsu untuk pulang ke Tokyo, saya kembali naik Shinkansen Hikari dan berangkat jam 5.10 sore. Alhamdulillah perjalanan lancar dan saya tiba kembali di rumah sekitar jam 8 malam. Fiuhh.. lumayan lelah juga.. anyway it was a quite interesting trip, alhamdulillah, although the place is just 200 km from Tokyo!:mrgreen:

Fin

*Beberapa foto bisa dilihat di album2 berikut:

ASME-JSME-KSME Joint Fluids Engineering Conference 2011
Hamamatsu Castle
Hamamatsu Museum of Musical Instruments

One Response to “Catatan perjalanan: The AJK-SME Conference 2011”

  1. intan said

    the author has pink hair that’s why he didn’t put his picture.. HAHAHA.. =p

    Syeilendra said..
    that might be true, why not hahaha,,😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: