Hey, what's going on?

Mandrivalinux: migrasi ke 64 bit

Posted by Syeilendra Pramuditya on June 19, 2011

Shortlink: http://wp.me/p61TQ-DB

Karena satu dan lain hal, saat ini saya perlu menggunakan sebuah software saintifik 64 bit, sedangkan linux yg biasa sy gunakan adalah linux 32 bit, jadilah saya harus menggantinya menjadi 64 bit. Saya memilih Mandriva 2010.0 x86_64. Sebenarnya sebelumnya saya sudah meng-install versi terbaru, Mandriva 2010.2, tapi ternyata versi ini tidak memiliki program tightvnc-server built-in di dalam distribusinya, sudah dicari di beberapa ftp juga ternyata tidak ada, ya sudah daripada repot saya pakai saja yg 2010.0 yg memiliki tightvnc-server.

Tampilan desktop Mandriva Free 2010

Artikel ini saya tulis sebagai pengingat untuk diri saya sendiri, tentang langkah2 yg harus dilakukan agar proses migrasi OS bisa smooth, karena mungkin saja (hopefully not) di lain waktu saya perlu ganti OS lagi. Proses migrasi jadi sedikit repot karena mesin yg saya gunakan selama ini juga berfungsi sebagai sebuah server pribadi yg bisa dibilang cukup lengkap, dgn active services sebagai berikut:

  • HTTP server
  • MySQL server
  • FTP server
  • SSH server
  • Samba server
  • VNC server

HTTP dan MySQL server saya perlukan karena saya punya semacam perpustakaan virtual pribadi, yang isinya kebanyakan adalah paper2 yg pernah saya download.

1. Backup

Karena sebelumnya harddisk memang sudah terpartisi, maka sebenarnya saya tidak perlu mem-backup data di directory /home, karena dengan memilih opsi “use existing partition”, proses instalasi hanya akan mem-format partisi untuk OS saja, sedangkan partisi untuk data tidak akan disentuh. Data2 yg berhubungan dgn http dan ftp juga tidak perlu di-backup, karena sebelumnya direktori httproot dan ftproot sengaja saya letakan di home direktori saya.

Jadi yang harus di backup adalah:

  • Seluruh database MySQL
  • File setting samba, yg terletak di /etc/samba/smb.conf

Setelah proses instalasi selesai, jangan lupa untuk meng-instal paket drakwizard, yang berfungsi memudahkan setting server HTTP dan FTP. Paket2 lainnya bisa di-instal kemudian, sesuai dengan kebutuhan, tapi seluruh paket server sebaiknya langsung di-instal segera setelah proses instalasi OS selesai.

2. Setting samba client di Windows

Salah satu hal yang paling mengasyikan tentang samba server adalah kita bisa secara langsung mengakses home direktori kita di server melalui semacam virtual drive yg saya beri label N. Dengan demikian urusan transfer file tidak perlu pakai protokol FTP, SFTP, atau SCP, tapi dilakukan secara langsung seperti mengakses harddisk lokal.

Setting samba server di linux: login sebagai root dan tambahkan root user dengan perintah smbpasswd -a root, kemudian tambahkan juga samba user dengan perintah smbpasswd -a myusername.

Setting samba client di Windows: login sebagai administrator, lalu klik kanan di My Computer dan masukan domain name sesuai dengan yg tertulis di file smb.conf. Jangan lupa juga untuk meng-add samba user di Windows.

Dengan demikian, samba user harus di-add both on the server and on the client. Kemarin saya sempat lupa untuk meng-add samba user di Windows, jadilah account sy tidak bisa mengakses file setting/profile.

Jika berhasil, network drive akan terlihat di My Computer:

3. Test VNC server

VNC server berfungsi seperti Remote Desktop di Windows, dengan demikian akan sangat memudahkan kalau saya perlu meng-akses server secara GUI. Untuk mengakses VNC server, pertama2 anda perlu meng-instal VNC viewer di Windows, saya menggunakan tightvnc, yang bisa di download secara gratis. Berikut ini step2 utk men-test VNC:

  • login ke server dengan menggunakan Putty
  • setelah login, ketik vncpasswd, lalu pilih password yang anda inginkan
  • kemudian ketik vncserver, kalau berhasil, akan muncul tulisan “New X desktop is…”

Kemudian buka VNC viewer di Windows, dan ketik IP server anda:

Jika berhasil, maka tampilan desktop linux akan muncul:

Hmm.. smoga saja saya tidak perlu lagi mengganti OS.. repot dah..

Tambahan

Kalau mau, bisa juga di instal webmin, cukup membantu untuk remote administration via web.

Agar fungsi mail PHP berfungsi, jangan lupa untuk install postfix atau sendmail atau mailx.

*Oia,Terimakasih banyak untuk Aditya Arief Yahya, junior saya di lab nuklir ITB, dia ini yang dulu sedikit banyak mengajari saya tentang setting server2 linux, pengetahuan praktis yang ternyata sangat berguna untuk memudahkan pekerjaan2 saya saat ini, thanks Adit, n sukses selalu ya!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: