Hey, what's going on?

Archive for June, 2011

Hal2 yg akan saya rindukan tentang Jepang

Posted by Syeilendra Pramuditya on June 27, 2011

Entah kapan saya akan meninggalkan negeri ini, yg jelas suatu hari nanti insya Allah saya harus pergi juga dari Jepang. Tapi walaupun saat ini saya masih akan berada di Jepang, rasanya saya sudah bisa membayangkan apa2 saja yang akan saya rindukan setelah saya meninggalkan negeri ini. Dulu ketika pertama datang, terus terang perasaan saya biasa2 aja, ga terlalu “gimana” gitu. Tapi seiring berjalannya waktu, lama2 saya rasanya jadi suka juga sama Jepang, suka banget malah, bahkan sepertinya saya sudah jatuh cinta sama negeri yang indah ini.. yaa walaupun saya memang belum tau sih rasanya tinggal di negeri lain seperti Amerika or negeri2 Eropa.. mungkin juga sama menyenangkannya ya.. semoga aja ntar dapet kesempatan untuk merasakan juga tinggal di Eropa huehuehue.. amiiin.. 🙂

Lalu apa hal2 yang saya suka dari Jepang? dan apa yang akan saya rindukan ketika saatnya tiba untuk meninggalkan negeri ini?

Heheheh.. sebenarnya hal2 yg ga terlalu serius sih.. misalnya..

Kamar mandi di apartemen saya 🙂 buat saya kamar mandinya amat sangat nyaman sekali, airnya melimpah dan jernih, tidak pernah mati pula, ada shower air hangat, ada bathtub, mantaf pokonya..

Air keran yang bisa langsung diminum, klo mau minum ga perlu repot2 masak or beli air botol/galon, ini jelas udah standar di negara2 maju, yg jelas di Bandung belum ada yg beginian.. (oke di komplek perumahan saya, exactly speaking :D)

Apartemen saya yg nyuamann bgt, ukurannya just perfect, ga terlalu besar (ga cape ngebersihinnya), n ga terlalu kecil, n lengkap lah pokonya, ada mini-kitchen, ada balkon, ada mesin cuci di balkon, ada AC, lantainya wooden-look, lampunya pake remote n ada timer nya segala, ada fiber optic internet connection, belum lagi kompor induction heating kesayangan saya.. ah.. miss u already..

Polisi Jepang yang kawai dan ramah, di Jepang kalau ada laporan kehilangan sepeda, polisi langsung sweeping sekitar daerah itu, dulu pertama kali ngalamin sweeping di sekitaran Midorigaoka agak grogi juga, gmn Nihongo wakarimasen, eeh.. taunya polisinya ruamahh bgt, saat itu dia kira sy Nihon-jin (emang mirip??), sy tau krn samar2 dlm bhs Jepang dia bilang “loh sampeyan orang Indonesia?? oalah sy kira orang Jepang mas”, n pas tau sy ryugakusei mereka malah bilang “gambatte ne!” sambil ketawa2, hwahahaha jd mau ketawa jg, total klo ga salah so far sy kena 5 kali sweeping ky gini pas lg pulang naik sepeda tengah malem (sekriminal itukah wajah saya..? :D), satu kali pun ga pernah ada pengalaman tidak menyenangkan, lha polisinya aja naik sepeda onthel, gmn mau serem..

Polisi Jepang dengan sepedanya

Pelayan2 supermarket, bank, kantor pos, dlsb yang ruarr biasa perhatian ke pelanggan, kita baru masuk pintu aja udah disapa irashaimase lengkap dgn senyum ramah, di kasir ga ada petugas yg saling ngerumpi, semuanya fokus ke pelanggan yg sedang dilayani, pas sepi ya para kasir ini diam mematung nunggu pelanggan yg mau bayar (coba deh liat di Tokyu Store), n pas kita keluar n dia bilang arigatou gozaimashita, ga jarang semua petugas teriak trimakasih juga (ky di toko2 kecil di shopping street Ishikawadai), pokonya semua pelayan ingin terlihat sbg yg paling sigap dan paling ramah terhadap pelanggan, salut..

Irashaimase!!!!!!!!!!!

Orang2 yang selalu saja bilang sumimasen, klo di jalan kebetulan senggolan or kejadian kecil lainnya, ga peduli siapa yg salah, semua orang pasti bilang sumimasen, sopan bgt..

KRL yang bersih dan ontime, sangking nyamannya, kayanya ditawari mobil pun saya bakal nolak, lha buat apa? keretanya udah nyaman bgt gitu, bersih, bebas macet n ontime (kecuali klo lg ada yg bunuh diri sih..), ada AC nya juga, klo punya mobil malah berabe cari parkirnya..

Di Jepang, ga boleh senam di dalam kereta.

Administrative things yang ga neko2, beberapa kali sy harus mengurus macam2 dokumen ke beberapa kantor pemerintah (insurance reduction lah, perpanjang visa lah, update alien card lah, dll), pelayanannya kelas wahid, walaupun dlm beberapa kasus mereka ga bs bahasa Inggris, somehow mereka tetap berusaha berkomunikasi, semua aturan juga jelas n biasanya dengan mudah bisa didapat di internet, dan yg tertera di website ya memang konsisten, jadi datang ke kantor2 tsb ga kebingungan, dan juga sama sekali ga hawatir ditipu 🙂

Musim gugur yang indah, ini musim favorit saya (menurut sy jauuuuh lebih indah dari musim semi, a perfect symphony of colors..), pas daun2 berubah warna jadi kuning dan merah, suhu udara sejuk, apalagi kalau momiji ke pinggir danau or gunung, beuhh tentrem n damai hati ini pokonya..

Magical autumn…….

Tentu sy jg akan merindukan tingkat kemakmurannya yg tinggi, pemandangan gedung2 pencakar langit yg megah di Tokyo, rumah2 dgn arsitektur keren, mobil2 Ferrari, Jaguar, Lotus Roadster, Hummer dll yg berseliweran bebas di jalan2 raya (BMW n Mercy mah ga usah disebut, biasa bgt di sini soalnya :D). Walaupun di sini ternyata ada juga orang2 ga punya, setidaknya sy pernah liat beberapa orang Jepang yang tinggal di gerobak n kardus2, tepat didepan Tokyo Metropolitan Government Building di Shinjuku, walaupun tampang dan pakaiannya rapih juga. Karena itu saya berterimakasih kepada Sensei saya dan pemerintah Jepang, yg sudah berbaik hati memberi beasiswa Monbusho, sehingga saya bisa mencicipi kemakmuran negeri ini, n bisa makan 4 sehat 5 sempurna every day, every single day, heheheh 😀

Pedagang2 yang jujur (Update, July 1), ini adalah satu hal lagi yang membuat saya tidak merasa khawatir ditipu. Sebagai seorang Muslim, saya memiliki beberapa constraint dalam mengkonsumsi makanan dan minuman, untungnya, pedagang2 makanan di sini sangat jujur, misalnya dulu ketika awal2 tiba di Jepang, saya mencoba membeli bento take out di kantin kampus, saya lihat tema bentonya seafood, but just to make sure saya coba tanya apa itu bento mengandung butaniku, si pelayannya dengan jujur bilang “iya ada, tapi sedikit sekali (ia bilang cotto, sambil menggerak2an tangannya), itu di siomaynya“, ya akhirnya saya tidak jadi membeli bento itu. Pernah juga saya bersama teman2 lab pergi ke sebuah restoran untuk makan malam, sebelum masuk ke restoran, seorang teman Jepang bertanya ke pelayannya apakah ada makanan yang ‘aman’ buat saya, ternyata si pelayannya bilang tidak ada, akhirnya kami pun tidak jadi makan di situ dan mencari restoran lain. Walaupun resikonya kehilangan beberapa pelanggan, ternyata mereka memilih untuk menjawab dengan jujur mengenai makanan yang mereka sediakan. Apapun motivasi mereka, yang jelas mereka jujur..

Btw secara umum, menurut saya orang2 Jepang itu lucu2, kawai ne.. 🙂 bahkan polisinya aja kawai

Ahh.. rasanya ga ingin pergi dari negeri yang indah ini…….

*List ini sangat mungkin akan saya tambah lagi, nanti pas kepikiran hal2 menarik lainnya

Shortlink: http://wp.me/p61TQ-E6

Posted in just a story | 9 Comments »

Protected: Kapsul Waktu (1)

Posted by Syeilendra Pramuditya on June 23, 2011

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in just a story | Enter your password to view comments.

Mandrivalinux: migrasi ke 64 bit

Posted by Syeilendra Pramuditya on June 19, 2011

Shortlink: http://wp.me/p61TQ-DB

Karena satu dan lain hal, saat ini saya perlu menggunakan sebuah software saintifik 64 bit, sedangkan linux yg biasa sy gunakan adalah linux 32 bit, jadilah saya harus menggantinya menjadi 64 bit. Saya memilih Mandriva 2010.0 x86_64. Sebenarnya sebelumnya saya sudah meng-install versi terbaru, Mandriva 2010.2, tapi ternyata versi ini tidak memiliki program tightvnc-server built-in di dalam distribusinya, sudah dicari di beberapa ftp juga ternyata tidak ada, ya sudah daripada repot saya pakai saja yg 2010.0 yg memiliki tightvnc-server.

Tampilan desktop Mandriva Free 2010

Artikel ini saya tulis sebagai pengingat untuk diri saya sendiri, tentang langkah2 yg harus dilakukan agar proses migrasi OS bisa smooth, karena mungkin saja (hopefully not) di lain waktu saya perlu ganti OS lagi. Proses migrasi jadi sedikit repot karena mesin yg saya gunakan selama ini juga berfungsi sebagai sebuah server pribadi yg bisa dibilang cukup lengkap, dgn active services sebagai berikut:

  • HTTP server
  • MySQL server
  • FTP server
  • SSH server
  • Samba server
  • VNC server

HTTP dan MySQL server saya perlukan karena saya punya semacam perpustakaan virtual pribadi, yang isinya kebanyakan adalah paper2 yg pernah saya download.

1. Backup

Karena sebelumnya harddisk memang sudah terpartisi, maka sebenarnya saya tidak perlu mem-backup data di directory /home, karena dengan memilih opsi “use existing partition”, proses instalasi hanya akan mem-format partisi untuk OS saja, sedangkan partisi untuk data tidak akan disentuh. Data2 yg berhubungan dgn http dan ftp juga tidak perlu di-backup, karena sebelumnya direktori httproot dan ftproot sengaja saya letakan di home direktori saya.

Jadi yang harus di backup adalah:

  • Seluruh database MySQL
  • File setting samba, yg terletak di /etc/samba/smb.conf

Setelah proses instalasi selesai, jangan lupa untuk meng-instal paket drakwizard, yang berfungsi memudahkan setting server HTTP dan FTP. Paket2 lainnya bisa di-instal kemudian, sesuai dengan kebutuhan, tapi seluruh paket server sebaiknya langsung di-instal segera setelah proses instalasi OS selesai.

2. Setting samba client di Windows

Salah satu hal yang paling mengasyikan tentang samba server adalah kita bisa secara langsung mengakses home direktori kita di server melalui semacam virtual drive yg saya beri label N. Dengan demikian urusan transfer file tidak perlu pakai protokol FTP, SFTP, atau SCP, tapi dilakukan secara langsung seperti mengakses harddisk lokal.

Setting samba server di linux: login sebagai root dan tambahkan root user dengan perintah smbpasswd -a root, kemudian tambahkan juga samba user dengan perintah smbpasswd -a myusername.

Setting samba client di Windows: login sebagai administrator, lalu klik kanan di My Computer dan masukan domain name sesuai dengan yg tertulis di file smb.conf. Jangan lupa juga untuk meng-add samba user di Windows.

Dengan demikian, samba user harus di-add both on the server and on the client. Kemarin saya sempat lupa untuk meng-add samba user di Windows, jadilah account sy tidak bisa mengakses file setting/profile.

Jika berhasil, network drive akan terlihat di My Computer:

3. Test VNC server

VNC server berfungsi seperti Remote Desktop di Windows, dengan demikian akan sangat memudahkan kalau saya perlu meng-akses server secara GUI. Untuk mengakses VNC server, pertama2 anda perlu meng-instal VNC viewer di Windows, saya menggunakan tightvnc, yang bisa di download secara gratis. Berikut ini step2 utk men-test VNC:

  • login ke server dengan menggunakan Putty
  • setelah login, ketik vncpasswd, lalu pilih password yang anda inginkan
  • kemudian ketik vncserver, kalau berhasil, akan muncul tulisan “New X desktop is…”

Kemudian buka VNC viewer di Windows, dan ketik IP server anda:

Jika berhasil, maka tampilan desktop linux akan muncul:

Hmm.. smoga saja saya tidak perlu lagi mengganti OS.. repot dah..

Tambahan

Kalau mau, bisa juga di instal webmin, cukup membantu untuk remote administration via web.

Agar fungsi mail PHP berfungsi, jangan lupa untuk install postfix atau sendmail atau mailx.

*Oia,Terimakasih banyak untuk Aditya Arief Yahya, junior saya di lab nuklir ITB, dia ini yang dulu sedikit banyak mengajari saya tentang setting server2 linux, pengetahuan praktis yang ternyata sangat berguna untuk memudahkan pekerjaan2 saya saat ini, thanks Adit, n sukses selalu ya! 🙂

Posted in whatever | Tagged: , , , | Leave a Comment »