Hey, what's going on?

Indonesia dan TKW

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 1, 2010

Kemarin malam saya dan beberapa teman non-Indonesia pergi makan malam bersama. Sambil makan kami ngobrol kesana kemari, sampai seorang teman tiba2 berkata ”eh gw baru tau klo katanya di Thailand tu banyak pembantu rumah tangga dari Indonesia n Philipines ya?

…….

…………

Deg.. seketika saya merasa gugup juga.. saya tidak tau harus berkata apa.. harus menanggapi bagaimana.. jujur harus saya akui bahwa sepintas saya merasa malu juga.. apakah salah kalau saya merasa malu..?

Mungkin teman saya ini menangkap ekspresi wajah saya yg tiba2 berubah, dan ia segera mengubah topik pembicaraan.. fiuh…

Entah dia dapat info itu dari mana, cuma ko Thailand ya, setau saya biasanya TKW itu kan diberangkatkan ke Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan negara2 timur tengah, dan bukan ke Thailand. Di kampus saya memang lumayan banyak mahasiswa dari Malaysia dan Thailand, apa salah satu dari mereka bercerita pada teman saya ini bahwa pembantu2 di rumahnya berasal dari Indonesia? entahlah.. saya juga kenal seorang teman dari timur tengah, kami kadang2 bertemu dan ngobrol di mushola, dalam hati saya terkadang bertanya pada diri sendiri, sebenarnya bagaimana ia memandang kami orang2 Indonesia ya, karena mungkin saja pembantu di rumahnya berasal dari Indonesia..

Orang bilang TKW adalah pahlawan devisa, yang lumayan memberi kontribusi pada perekonomian nasional, memang benar. Saya sendiri tidak pernah memandang rendah mereka. Hanya saja ketika ada orang luar yang menyinggung tentang TKW ini.. entahlah kenapa saya merasa salah tingkah..

Mungkin sebagian besar TKW juga karena terpaksa saja mereka sampai bekerja di luar negeri, you know lah, karena di Indonesia tidak tersedia cukup banyak lapangan pekerjaan yg cukup layak untuk mereka.. Orang2 Indonesia yg bekerja di luar negeri sebagai profesional pun sepertinya tetap merasa bahwa sebenarnya somehow lebih nyaman berkarir di Indonesia, apalagi para TKW, sangat mungkin sebenarnya mereka lebih senang bekerja di negeri sendiri.. keadaan memaksa mereka untuk menjadi pembantu rumah tangga bagi bangsa lain.. tragis…

Lalu mengapa para TKW ini tidak bekerja saja di Indonesia, di pabrik2 mungkin, atau sebagai petani?

Orang bilang repot membuka pabrik di Indonesia karena biaya produksinya tidak bersaing dengan negara2 lain, birokrasi yg berbelit2, hukum yg selalu berubah2, tarif listrik yg mahal..

Orang bilang repot menjadi petani di Indonesia, karena kebijakan impor beras, karena harus bersaing dengan petani negara2 lain, karena harga pupuk mahal..

Mengapa harga pupuk mahal..?

Orang bilang karena gas kita dijual ke negara lain, pabrik pupuk gulung tikar jadinya, karena kekurangan bahan baku untuk membuat pupuk.. jadilah kita harus mengimpor pupuk..

Ahh.. masih banyak sekali yg harus dibenahi di negara kita kawan..

3 Responses to “Indonesia dan TKW”

  1. dian said

    salam kenal mas,,,mau tanggepin TKI ataupun TKW ini,kebetulan daerah saya jg banyak yang memilih menjdi pekerja kasaran ke luar negeri,,mereka sebenarnya bs bekerja mandiri di rumah bl ada dukungan dari pemerintah,,namun karena udah kayak adat kalu gak keluar gak bakalan sukses itu yang jg menjadi kendala,,susah merubah pola pikir orang desa dan parahnya dari pemerintah gak da yang peduli dengan ini. aq jg kadang miris melihat kejadian ini,,,negara kita dikenal karena para buruhnya,,,padahal para pemuda jg banyak yang berprestasi diluar negeri.
    saya pasti jg merasakan hal sama bila dalam kondisi seperti anda ,,,

    Syeilendra said..
    Halo salam kenal jg
    Terimakasih sudah membaca blog ini🙂

    • dian said

      iya mas,,,aq pengen banget kul di tokyo institut kayak mas ini,,,aq dah smester 7 jurusan teknik fisika ITS.ya rencananya ntar pengen cari beasiswa jg,,,sp tau bs ketemu mas pramuditya di sana,hehe “ngayal”.pengen tau juga gmn sih hidup di negara yang kebanyakan non-muslim…pa lagi pas puasaan gtu,,,,kadang2 aq sring ngayal hidup di jepang,,hehe.ni gara2 sering nonton film dorama jepang,,,
      aq sneng skali bs berteman dengan mas pramuditya dan bisa nambah pengetahuan tentang jepang,,,,

      Syeilendra said..
      wah dah ampir beres ya, sip2
      klo sy malah jarang bgt nonton dorama, hehe
      yoi disini muslim y minoritas, tp g trlu masalah jg
      good luck with your thesis and “scholarship hunting” then:mrgreen:

  2. Ery Wijaya said

    Saya tinggal dan kerja di Thailand, sepengetahuan saya hampir tidak ada TKW Indonesia non formal di Thailand. Hampir keseluruhan TKI yg ada di Thailand mereka bekerja sebagai profesional dan expert, seperti di perusahaan migas, otomotif dan pariwisata.

    Syeilendra said..
    Terimakasih atas info nya mas Ery, saya bangga mendengar hal ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: