Hey, what's going on?

Empat jenis presiden, mana yang anda sukai?

Posted by Syeilendra Pramuditya on July 3, 2010

Putin and Yudhoyono

Di negara2 “demokrasi” (saya beri tanda petik karena kata2 ini begitu absurd dan tidak mudah utk dipahami), biasanya masa jabatan presiden dibatasi hanya sampai 2 kali masa jabatan berturut-turut, dimana hal ini konon dimaksudkan utk mencegah seseorang utk mendominasi kekuasaan.

Untuk kasus negara2 maju yang demokrasi nya sudah matang, urusan “who is the president” mungkin tidak terlalu menarik, karena SYSTEM telah begitu mendominasi, sehingga sulit bagi seorang INDIVIDUAL untuk melakukan sesuatu yang berbeda, sekalipun si individual ini adalah presiden. Coba deh lihat Amerika, Inggris, Prancis, dll, siapapun presiden (or PM) nya, secara umum keadaan tidak akan banyak berubah, ya gitu2 aja.

Keadaan menjadi lain utk kasus negara2 berkembang, apalagi yang masih berjibaku menghadapi penyakit2 sosial yg bisa dibilang jadul: korupsi, kolusi, nepotisme, kartel bisnis, mafia, neo-kolonialisme, dll. Di tempat2 seperti ini, dimana demokrasi belumlah matang, dan SYSTEM belum terlalu mendominasi, ada kesempatan bagi seorang INDIVIDUAL untuk melakukan sesuatu yang berbeda, to significantly change something! Anda juga pasti punya perasaan seperti ini, menunggu seseorang yang tepat, the chosen one, yang akan mengakhiri zaman kegelapan di negara kita.

Bagi mereka yang beruntung (atau tidak beruntung, tergantung konteks pembicaraan), yaitu para presiden yg terpilih secara “demokratis” utk menjabat selama 2 kali berturut-turut, adalah cukup menarik bagi kita untuk mengamati tingkah polah mereka selama menjalani pekerjaan maha-berat mereka sebagai presiden.

Kalau diamati, mereka itu bisa dikelompokan menjadi 4 jenis:

Jenis 1: Play safe? sure!

Presiden2 jenis ini memang senengnya main aman, prinsipnya jangan sampai kursi jabatan mereka bergoyang terlalu kencang. Tidak harus berarti mereka buruk, beberapa diantara mereka sadar betul akan banyaknya masalah yang harus dibereskan, hanya saja alih2 berusaha melakukan perbaikan secara kilat dengan resiko menghadapi perlawanan yg hebat, mereka percaya bahwa perbaikan harus dilakukan secara pelan2 dan bertahap. Dengan gaya seperti ini, mereka berharap musuh2nya (koruptor, mafia, dll) tidak terlalu gencar melakukan perlawanan, sehingga perbaikan bisa dilakukan secara “lambat tapi pasti”. Mereka juga percaya bahwa dengan tidak terlalu menimbulkan sensasi, kesempatan untuk terpilih lagi menjadi lebih besar. Mungkin salah satu tujuan mereka adalah membangun fondasi yang kokoh dan kuat agar perbaikan bisa diteruskan oleh presiden berikutnya. Baik dimasa jabatan yang pertama maupun yang kedua, gaya mereka kurang lebih sama, selalu main aman.

Jenis 2: Play safe, at the beginning

Presiden2 jenis ini sedari awal sudah punya target untuk menjabat selama dua periode, dan cukup optimis untuk bisa meraihnya. Di masa jabatan mereka yang pertama, mereka mirip dengan jenis 1, tidak terlalu membuat sensasi, tujuannya juga kurang lebih sama, agar perlawanan dari para penjahat negara tidak terlalu kuat. Dengan demikian mereka juga jadi punya kesempatan untuk melakukan konsolidasi sumber daya untuk digunakan kemudian pada masa jabatan yang kedua. Dengan terciptanya rasa aman dan stabilitas sosial, rakyat pun cukup happy dan popularitasnya menjadi naik, mereka pun terpilih lagi untuk kedua kalinya. Dimasa jabatannya yang kedua, barulah ia bergerak secara serius dan progresif, kalau perlu sensasional, satu alasan adalah ia sadar ini adalah kesempatan terakhir baginya untuk melakukan perbaikan nasional, inilah saatnya memberangus penjahat2 negara semaksimal mungkin.

Jenis 3: Play safe, at the end

Presiden2 jenis  ini awalnya tidak terlalu optimis bahwa ia akan terpilih lagi utk yang kedua kalinya, sehingga ia selalu berpikir bahwa mungkin ini adalah satu2nya kesempatan baginya untuk bergerak. Segera setelah terpilih, mereka sering membuat sensasi, misalnya dengan sering meng-ekspose penangkapan koruptor kelas kakap, mengumumkan diperbaharuinya kontrak2 pertambangan minyak, gas, emas, dll. Mereka mendapat perlawanan yang hebat dari para penjahat negara, tapi somehow mereka berhasil mengatasinya sehingga tidak sampai jatuh dari jabatannya. Sensasi2 yg mereka buat secara otomatis mendongkrak popularitas mereka, sampai akhirnya terpilih lagi untuk kedua kalinya. Dimasa jabatan yg kedua, berdasarkan pengalaman sebelumnya, mereka mulai merasa sedikit hawatir dengan tingkat perlawanan yang mereka hadapi, yah bagaimanapun mereka juga manusia biasa yg bisa merasa cemas. Mereka hawatir para penjahat negara akan melakukan balas dendam habis2an setelah mereka turun dari jabatan presiden. Jadilah performa mereka turun di masa jabatan yg kedua, dan lebih memikirkan tentang soft landing, alias agar bisa turun dari jabatan kepresidenan dengan aman.

Jenis 4: Play safe? no thanks.

Presiden jenis bisa dibilang orang2 istimewa yg punya misi, a man with mission, yang sudah sangat muak dengan keadaan, sedari awal mereka bertekad untuk mendedikasikan dirinya untuk melakukan perbaikan nasional semaksimal mungkin. Jauh2 hari mereka sudah punya target dan strategi yang sistematis tentang apa yang akan dilakukan bila terpilih menjadi presiden. Bisa dibilang gaya kepemimpinan mereka mirip dengan jenis 3 pada masa jabatan yang pertama, dan mirip dengan jenis 2 pada masa jabatan yang kedua. Pada masa jabatan yang pertama, mereka berfikir bahwa mungkin ini adalah satu2nya kesempatan, dan pada masa jabatan yang kedua mereka berfikir bahwa ini adalah kesempatan terakhir, jadilah mereka selalu bergerak secara progresif dan pantang menyerah. Gaya seperti ini tentu menimbulkan sensasi dan perlawanan yang hebat dari para penjahat negara, tapi mereka seolah tak perduli dan terus saja bergerak dengan program2 perbaikan nasionalnya.

– – –

Secara pribadi, saya pikir untuk saat ini Republik Indonesia butuh presiden jenis 4, bagaimana menurut anda?

2 Responses to “Empat jenis presiden, mana yang anda sukai?”

  1. Tedy said

    yang perlu diingat oleh seorang Presiden bahwa Jabatannya adalah Jabatan Politik
    jadi pasti ada yang suka dan tidak suka…dan itu harus disadari
    sebuah kebijakan politik tidaklah mungkin dapat memuaskan semua pihak…tetapi dipastikan bahwa kebijakan itu dapat dinikmati oleh semua kalangan

    jadi… pemimpin yang selalu main aman bukanlah sebuah pemerintahan yang efektif karena dia tidak bisa memberikan perubahan2 signifikan dalam negeri ini

    jadi sependapat deh dengan mas Pramuditya🙂

    Syeilendra said..
    Siipp.. thanks Ted🙂
    mari kita jadi politisi nasional hehehe..:mrgreen:

  2. Surya said

    lama tak bersua bang Syei… ternyata sibuk jadi pengamat politik nih.. Artikelnya bagus !!

    Syeilendra said..
    Eh ada bang Surya neh, lg sibuk apa skrg bang, bnr lama jg tak jumpa..
    hahaha pengamat amatiran…:mrgreen:
    skrg2 ane lg ngantor d luar kampus, jd lumayan jarang ke lab

    本当に?? ありがとう!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: