Hey, what's going on?

Archive for July, 2010

Installing Midnight Commander (mc) on Tsubame

Posted by Syeilendra Pramuditya on July 17, 2010

When I started to use Tsubame for the first time, one small problem appeared immediately: it doesn’t have any pre-installed terminal file manager! For God sake how can we survive without file manager! Damn.. I need to install it by my self, not from RPM dude, but from source archive…

So for those poor souls out there who are using the machine without any terminal file manager, here I explain how to install one.. :mrgreen:

I chose Midnight Commander version 4.6.1 (mc-4.6.1.tar.gz)

Upload it to your home directory on Tsubame

Extract with the following command:

tar zxf mc-4.6.1.tar.gz

Type the following commands sequentially:

cd mc-4.6.1

make clean

./configure –prefix=$HOME/mc

make

make install

After the installation process has finished, test-run mc by the following commands:

cd $HOME/mc/bin

./mc

If the mc display appears (see below), it means the installation process has been successfully done:

Very Cool Midnight Commander!!

The default terminal when you login to Tsubame is (I believe) BASH, but it doesn’t create “.bash_profile” nor “.bashrc”. So you need to create them by your self, you can just use vi or emacs to do this.

After you create those 2 files, now put the following lines into the file “.bash_profile” :

# .bash_profile

# Get the aliases and functions
if [ -f ~/.bashrc ]; then
. ~/.bashrc
fi

# User specific environment and startup programs

PATH=$PATH:$HOME/bin

export PATH
unset USERNAME

And the following lines into “.bashrc” :

# .bashrc

# User specific aliases and functions
alias mc=’. $HOME/mc/share/mc/bin/mc-wrapper.sh’
alias mcedit=’$HOME/mc/bin/mcedit’

# Source global definitions
if [ -f /etc/bashrc ]; then
. /etc/bashrc
fi

Now you need to restart your session, logout from the terminal (PuTTY or whatever you like) and then login again. Type “mc” to make sure that you have done everything correctly.

This works very well for me.

By the way, one of  the top FAQs when using mc is ” How do I stay in the last directory when I exit Midnight  Commander? “. In some cases, when you hit F10 to exit mc, you return to the directory where you start mc instead of the directory where you were in with mc. There are basically 2 ways to invoke mc, one is by calling the mc binary directly, and one is by calling a file named mc-wrapper.sh. It turned out that the problem happens if the environment variable on your system used to invoke mc calls the mc binary directly instead of mc-wrapper.sh. That’s why I set mc as an alias to mc-wrapper.sh in the “.bashrc” file (see above).


Update 2011/01/25

The file “mc-wrapper.sh” does not work on Tsubame 2.0 (it’s a new machine). The installation procedure is just the same. So all you need to do is just change the content of “.bashrc” with the following lines (copy-paste as a whole):

# .bashrc

# User specific aliases and functions
#alias mc=”$HOME/mc/share/mc/bin/mc-wrapper.sh”
alias mcedit=”$HOME/mc/bin/mcedit”

mc ()
{
mkdir -p $HOME/.mc/tmp 2> /dev/null
chmod 700 $HOME/.mc/tmp
MC=$HOME/.mc/tmp/mc-$$
$HOME/mc/bin/mc -P “$MC”
cd “`cat $MC`”
rm -f “$MC”
unset MC;
}

# Source global definitions
if [ -f /etc/bashrc ]; then
. /etc/bashrc
fi

*Thanks to this useful post!

Posted in whatever | Tagged: , , | Leave a Comment »

Making scanned pdf documents searchable

Posted by Syeilendra Pramuditya on July 10, 2010

Sometimes it is necessary for me to make digital copies of some damn old documents. But I always have a problem about it, the PDF files produced from the scanning process are text-unsearchable! this is very annoying indeed, especially if the document contains so many pages. After googling for a while, finally I know how to make scanned PDF documents become text-searchable, it is unbelievably easy, all you need is just a correct software. I have Adobe Acrobat Professional 8 installed on my PC, fortunately.. :mrgreen:, so here how the magic works..

That’s all dude..

Posted in whatever | Tagged: | Leave a Comment »

Empat jenis presiden, mana yang anda sukai?

Posted by Syeilendra Pramuditya on July 3, 2010

Putin and Yudhoyono

Di negara2 “demokrasi” (saya beri tanda petik karena kata2 ini begitu absurd dan tidak mudah utk dipahami), biasanya masa jabatan presiden dibatasi hanya sampai 2 kali masa jabatan berturut-turut, dimana hal ini konon dimaksudkan utk mencegah seseorang utk mendominasi kekuasaan.

Untuk kasus negara2 maju yang demokrasi nya sudah matang, urusan “who is the president” mungkin tidak terlalu menarik, karena SYSTEM telah begitu mendominasi, sehingga sulit bagi seorang INDIVIDUAL untuk melakukan sesuatu yang berbeda, sekalipun si individual ini adalah presiden. Coba deh lihat Amerika, Inggris, Prancis, dll, siapapun presiden (or PM) nya, secara umum keadaan tidak akan banyak berubah, ya gitu2 aja.

Keadaan menjadi lain utk kasus negara2 berkembang, apalagi yang masih berjibaku menghadapi penyakit2 sosial yg bisa dibilang jadul: korupsi, kolusi, nepotisme, kartel bisnis, mafia, neo-kolonialisme, dll. Di tempat2 seperti ini, dimana demokrasi belumlah matang, dan SYSTEM belum terlalu mendominasi, ada kesempatan bagi seorang INDIVIDUAL untuk melakukan sesuatu yang berbeda, to significantly change something! Anda juga pasti punya perasaan seperti ini, menunggu seseorang yang tepat, the chosen one, yang akan mengakhiri zaman kegelapan di negara kita.

Bagi mereka yang beruntung (atau tidak beruntung, tergantung konteks pembicaraan), yaitu para presiden yg terpilih secara “demokratis” utk menjabat selama 2 kali berturut-turut, adalah cukup menarik bagi kita untuk mengamati tingkah polah mereka selama menjalani pekerjaan maha-berat mereka sebagai presiden.

Kalau diamati, mereka itu bisa dikelompokan menjadi 4 jenis:

Jenis 1: Play safe? sure!

Presiden2 jenis ini memang senengnya main aman, prinsipnya jangan sampai kursi jabatan mereka bergoyang terlalu kencang. Tidak harus berarti mereka buruk, beberapa diantara mereka sadar betul akan banyaknya masalah yang harus dibereskan, hanya saja alih2 berusaha melakukan perbaikan secara kilat dengan resiko menghadapi perlawanan yg hebat, mereka percaya bahwa perbaikan harus dilakukan secara pelan2 dan bertahap. Dengan gaya seperti ini, mereka berharap musuh2nya (koruptor, mafia, dll) tidak terlalu gencar melakukan perlawanan, sehingga perbaikan bisa dilakukan secara “lambat tapi pasti”. Mereka juga percaya bahwa dengan tidak terlalu menimbulkan sensasi, kesempatan untuk terpilih lagi menjadi lebih besar. Mungkin salah satu tujuan mereka adalah membangun fondasi yang kokoh dan kuat agar perbaikan bisa diteruskan oleh presiden berikutnya. Baik dimasa jabatan yang pertama maupun yang kedua, gaya mereka kurang lebih sama, selalu main aman.

Jenis 2: Play safe, at the beginning

Presiden2 jenis ini sedari awal sudah punya target untuk menjabat selama dua periode, dan cukup optimis untuk bisa meraihnya. Di masa jabatan mereka yang pertama, mereka mirip dengan jenis 1, tidak terlalu membuat sensasi, tujuannya juga kurang lebih sama, agar perlawanan dari para penjahat negara tidak terlalu kuat. Dengan demikian mereka juga jadi punya kesempatan untuk melakukan konsolidasi sumber daya untuk digunakan kemudian pada masa jabatan yang kedua. Dengan terciptanya rasa aman dan stabilitas sosial, rakyat pun cukup happy dan popularitasnya menjadi naik, mereka pun terpilih lagi untuk kedua kalinya. Dimasa jabatannya yang kedua, barulah ia bergerak secara serius dan progresif, kalau perlu sensasional, satu alasan adalah ia sadar ini adalah kesempatan terakhir baginya untuk melakukan perbaikan nasional, inilah saatnya memberangus penjahat2 negara semaksimal mungkin.

Jenis 3: Play safe, at the end

Presiden2 jenis  ini awalnya tidak terlalu optimis bahwa ia akan terpilih lagi utk yang kedua kalinya, sehingga ia selalu berpikir bahwa mungkin ini adalah satu2nya kesempatan baginya untuk bergerak. Segera setelah terpilih, mereka sering membuat sensasi, misalnya dengan sering meng-ekspose penangkapan koruptor kelas kakap, mengumumkan diperbaharuinya kontrak2 pertambangan minyak, gas, emas, dll. Mereka mendapat perlawanan yang hebat dari para penjahat negara, tapi somehow mereka berhasil mengatasinya sehingga tidak sampai jatuh dari jabatannya. Sensasi2 yg mereka buat secara otomatis mendongkrak popularitas mereka, sampai akhirnya terpilih lagi untuk kedua kalinya. Dimasa jabatan yg kedua, berdasarkan pengalaman sebelumnya, mereka mulai merasa sedikit hawatir dengan tingkat perlawanan yang mereka hadapi, yah bagaimanapun mereka juga manusia biasa yg bisa merasa cemas. Mereka hawatir para penjahat negara akan melakukan balas dendam habis2an setelah mereka turun dari jabatan presiden. Jadilah performa mereka turun di masa jabatan yg kedua, dan lebih memikirkan tentang soft landing, alias agar bisa turun dari jabatan kepresidenan dengan aman.

Jenis 4: Play safe? no thanks.

Presiden jenis bisa dibilang orang2 istimewa yg punya misi, a man with mission, yang sudah sangat muak dengan keadaan, sedari awal mereka bertekad untuk mendedikasikan dirinya untuk melakukan perbaikan nasional semaksimal mungkin. Jauh2 hari mereka sudah punya target dan strategi yang sistematis tentang apa yang akan dilakukan bila terpilih menjadi presiden. Bisa dibilang gaya kepemimpinan mereka mirip dengan jenis 3 pada masa jabatan yang pertama, dan mirip dengan jenis 2 pada masa jabatan yang kedua. Pada masa jabatan yang pertama, mereka berfikir bahwa mungkin ini adalah satu2nya kesempatan, dan pada masa jabatan yang kedua mereka berfikir bahwa ini adalah kesempatan terakhir, jadilah mereka selalu bergerak secara progresif dan pantang menyerah. Gaya seperti ini tentu menimbulkan sensasi dan perlawanan yang hebat dari para penjahat negara, tapi mereka seolah tak perduli dan terus saja bergerak dengan program2 perbaikan nasionalnya.

– – –

Secara pribadi, saya pikir untuk saat ini Republik Indonesia butuh presiden jenis 4, bagaimana menurut anda?

Posted in social & politics | Tagged: , | 2 Comments »