Hey, what's going on?

Catatan perjalanan: Monju Nuclear Power Station

Posted by Syeilendra Pramuditya on March 12, 2009

Hari kamis, 11 maret 2009, saya pergi ke Monju bersama teman2 RLNR, 3 dari Indonesia, 1 dari RRC, 1 dari Italia,  1 dari Mongolia, 1 dari Jepang, dan juga Prof. Ninokata. Monju ini termasuk reaktor nuklir yang sangat penting, karena ia adalah satu dari sangat sedikit Fast Breeder Reactor (FBR) di dunia, FBR terkenal lainnya adalah Superphenix FBR di Prancis.

Monju FBR, Japan

Monju FBR, Japan

Saya berangkat bersama sempai saya, pak Aziz, menggunakan Tokaido- Shinkansen sekitar jam 9 pagi, lumayan mahal juga, 11.400 yen one way. Perjalan Shinkansen sekitar 2 jam dari stasiun Shin-Yokohama sampai Maibara, kemudian dilanjutkan dengan kereta biasa sekitar 30 menit sampai stasiun Tsuruga. Kami sampai di Tsuruga sekitar jam 11.30, sambil menunggu orang dari JAEA yang akan menjemput kami, saya sempat jalan2 sebentar di sekitar stasiun. Akhirnya sekitar jam 12.30 mobil JAEA datang menjemput kami, butuh sekitar 30 menit untuk sampai ke Monju, suasana di perjalanan terlihat sangat terpencil, karena menurut keterangan orang JAEA tsb, Monju memang dibangun di daerah taman nasional, sehingga lumayan jauh dari perumahan penduduk.

Superphenix FBR, France

Superphenix FBR, France

Akhirnya kami sampai juga di kompleks JAEA Tsuruga sekitar jam 13.00. Saat masuk mereka meminta passport kami, kemudian kami dibawa ke sebuah ruangan mirip bioskop mini dan disambut oleh pimpinan Monju, diteruskan dengan menonton 2 film pendek tentang Monju. Setelah itu kami dibawa untuk facility tour ke sebuah gedung yang mirip museum mini, isinya berbagai hal mengenai Monju, ada miniatur system, ada komponen2, ada engineering model, dll, semuanya dijelaskan panjang lebar oleh orang JAEA. Di bagian plant layout, kami disambut oleh “Prof. Monju”, holographic 3D object berbentuk manusia mini yang bergerak2 dan berbicara di dalam miniatur Monju tersebut, kereeeenn bangettt!!

Facility tour ini benar2 sangat menarik! rasanya benar2 beda dengan hanya melihat gambar2 FBR di buku2 atau internet. Saya bisa melihat dengan sangat jelas yg namanya fuel pellet, fuel pin, dan fuel assembly (FA), dimana Monju menggunakan wire-wrapped cylindrical fuel pin, yang kemudian disusun dalam hexagonal FA, saya baru tau kalau susunan fuel pin FBR di dalam FA itu se-tight itu, hanya menyisakan celah yang sangat sempit sebagai flow channel untuk sodium coolant. Yang kami lihat selama facility tour itu adalah:

  • Monju plant layout
  • Monju engineering model
  • Monju simulator/modeled control room
  • Monju actual control room
  • Replica of intermediate heat exchanger (IHX)
  • Replica of steam generator (SG)
  • Replica of primary sodium pump (mechanical pump)
  • Replica of electro magnetic pump
  • Fuel pellet, pin, and assembly
  • Control rods, and its driving mechanism (CRDM)
  • Model of fuel handling mechanism
  • Model of reactor core
  • Sodium testing & handling facilities, kami sempat mencoba memotong dan membakar sodium
  • Miniature of liquid sodium flow inside the core
  • dll.. rada lupa juga uy..😀

Setelah melihat hal2 tersebut, saya sekarang tau bahwa Joseph Stalin memang melakukan hal yang tepat ketika ia menarik orang2 pedesaan untuk membangun industri baja di kota2 Soviet, dalam rangka mencapai industrialisasi Soviet saat itu. Saya melihat bahwa bangunan dan komponen2 utama reaktor nuklir terbuat dari logam. Beberapa komponen tersebut – terutama IHX, SG, & mechanical primary pump – terlihat rumit dan high-tech, mustahil bisa dibuat tanpa terlebih dahulu membangun industri logam yang sophisticated. Menyadari bahwa industri logam amat-amat penting untuk mencapai industrialisasi, lalu mengapa pemerintah kita justru mau menjual Krakatau Steel ya..?!? another stupidity of our government?!? I don’t know…

Dan tibalah saat yang ditunggu-tungu.. we are going to the very heart of Monju, to the interior of the primary containment!! Prof. Ninokata bilang bener2 aneh banget orang luar bisa masuk ke primary containment Monju, apalagi kami ini bukan orang Jepang!! biasanya orang luar ya hanya jalan2 disekitaran gedung reaktor aja, bener2 beruntung banget..🙂

Kami menggunkan bis JAEA untuk pergi ke lokasi gedung reaktor Monju, pengamanannya extra ketat! kayanya malah jauh lebih ketat dibanding prosedur masuk ke Mabes TNI kita! atau bahkan Istana Negara! Hanya ada satu jalan untuk masuk ke gedung reaktor, itu pun berupa terowongan kecil sepanjang 900 m, disini atmosfer “top secret” nya mulai terasa! Saat mau masuk gerbang 1, petugas keamanan masuk ke bis kami dan memeriksa satu-persatu ID card kami, setelah itu di gerbang 2 petugas keamanan mengawasi kami dari semacam kendaraan militer anti peluru!

Kemudian kami diberi semacam tracker/identifier dan sebuah alat dosimeter. Setelah berada di dalam gedung reaktor, kami melewati 2 gerbang yang sangat kokoh (sepertinya terbuat dari beton dan baja) yang terdiri dari beberapa pintu kecil yang berjejeran, untuk melewati pintu tersebut kami harus menggunakan tracker kami dan memasukan kode PIN 4 digit, bener2 top secret pokonya! pengamanannya berlapis-lapis! Setelah itu kami menuju lantai 5 ke daerah reactor vessel (RV), kami harus menggunakan helm dan menganti baju, kaus kaki, kaus tangan, dan sepatu yang disediakan oleh JAEA, baju khusus itu lumayan aneh juga, berwarna biru dan terbuat dari semacam kertas. Untuk masuk ke lantai 5 tsb kami harus melewati semacam ruangan transfer yang memiliki 2 pintu, pintu2 tsb terbuat dari logam tebal, modelnya mirip pintu di dalam kapal selam, yg membukanya menggunakan semcam roda putar itu. Sayang sekali kami dilarang membawa kamera…😦

Akhirnya kami sampai di lantai 5, tepat diatas RV! Wow dari dalam, kubahnya terlihat besar sekali, dengan diamter 50 meter. Di dalam sini orang JAEA itu menjelaskan dengan lebih rinci tentang fuel handling system, sayang saat itu RV sedang ditutup rapat sehingga kami tidak bisa melihat reactor core-nya.. kalau di BATAN Bandung dulu saya pernah melihat reactor core di dalam RV.

Setelah puas melihat2 dan mendengarkan penjelasan dari staf JAEA, kami pun keluar dari gedung reaktor, kami menuju sebuah meeting room, dan kemudian ada diskusi singkat dengan orang2 JAEA. Sekitar jam 17.00 kami pun meninggalkan kompleks JAEA menuju stasiun Tsuruga untuk kembali ke Tokyo. Setelah melihat Monju, di perjalanan saya bergumam pada diri sendiri, “those all stuffs in Monju look damn cool, apa bisa Indonesia punya yang kaya gitu ya..? hmm…”

Alhamdulillah, akhirnya saya sampai di asrama jam 22.00 lebih sedikit.. fiuh lumayan cape cuga… anyway, what an exciting trip!😀

My bussiness trip report to Monju [PDF]

2 Responses to “Catatan perjalanan: Monju Nuclear Power Station”

  1. Reynold_Dipu said

    wah keren banget mas Syei….eh, jadi pengen juga he..he…

    Syeilendra:
    mangkanya ngambil kelas Ninokata-sensee ntar yak.. =D

  2. adhi said

    dulu sy pernah masuk reactor hall-nya RSG serpong, lumayan ketat…. untuk masuk ke ruangannya kita harus lewat 3 pintu besi yang saling interlock. tapi pengawasan dari keamanannya gak terlalu ribet sih.
    Sampe di dalem bisa liat teras reaktornya dari atas anjungan reaktor. dengan kedalaman sekitar 7-8 meter tuh teras bisa dilihat dengan JELAS. mungkan karena H2Onya pure kali ya. Efek cerenkov juga sedikit terlihat ,karena waktu itu reaktor baru gak operasi. mungkin romantis ya kalo dinner diterangi sinar radiasi cerenkov ang kebiru-biruan sama hujan rintik2 radiasi gamma.hehe…
    dalem hati ane bangga, gak nyangka indonesia bisa punya fasilitas kayak gini…

    Syeilendra:
    whats?! romantis?? hahaha ada2 aja..😀

    thanks4commenting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: