Hey, what's going on?

Indonesia : Land of idiots?

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 11, 2008

Richard Nixon, US former president: “(Indonesia is) the richest hoard of natural resources, the greatest prize in south-east Asia..

Fakta-fakta menyedihkan tentang negeri kita berikut ini sebagian besar saya dapatkan dari buku karya salah seorang yang saya kagumi, salah satu negarawan terbaik negeri ini, Prof. Dr. M. Amien Rais, buku beliau berjudul “Agenda Mendesak Bangsa – SELAMATKAN INDONESIA!” , semoga bisa menggugah kita semua untuk memikirkan dan yang paling penting melakukan sesuatu, apa saja yang bisa kita lakukan, sesuai kapasitas dan kemampuan kita masing-masing.

  • Produksi minyak nasional sebesar sekitar satu juta barel per hari saat ini sudah didominasi bahkan dikuasai asing.
  • Sekitar 46.8% kekayaan laut dikuasai kapal-kapal berbendera asing
  • Sekitar 62.5% industri perbankan dikuasai asing.
  • Indosat dimiliki singtel/temasek singapura, 35% saham Telkom dan 98% saham XL adalah milik pihak asing.
  • Berdasarkan perjanjian pertahanan RI-Singapura, maka Singapura berhak mengadakan latihan tempur dengan peluru tajam (!) di wilayah Indonesia sekitar laut cina selatan (Alfa I, Alfa II, Bravo, Baturaja) selama 25 tahun! dan bahkan bebas mengundang pihak ketiga manapun (baca : amerika, israel, belanda, australia, timor leste, dll), alamak!
  • Batas kepemilikan saham oleh pihak asing di industri perbankan China adalah 25%, malaysia 30%, Amerika 30%, India 49%, lalu Indonesia? check this out >> 99%!
  • Kontrak karya pengelolaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia (!) di papua oleh Freeport (yang setiap hari membuang 300 ribu ton limbah tailings!) dimulai pada 1967, dan akan baru berakhir pada 2041! bayangkan, 74 tahun emas kita (akan) dirampok dan kita tenang2 saja, kita pasti sudah GILA!!
  • Blok cepu, minimal menyimpan 600 juta barel minyak dan 2 triliun kaki kubik (TCF) gas. Dengan harga minyak saat ini USD 120/barel, ladang minyak tersebut setidaknya bernilai 72 milyar dolar alias 662.4 trilyun rupiah (kurs Rp 9200), sekitar 2/3 APBN kita! belum lagi natuna (yang kabarnya adalah ladang gas terbesar di dunia!), arun, dan banyak lagi! Secara de facto ladang minyak cepu telah diserahkan pada Exxon Mobil, sampai 2036!! G – I – L – A . . .
  • Porsi bagi hasil ladang gas natuna adalah 100% buat exxon dan 0% buat Indonesia, exxon memasang sistem pipa gas bawah laut dari natuna ke singapura, dengan demikian eksplorasi gas natuna langsung dikirim ke singapura, dimana di sana kapal2 tanker exxon sudah menunggu untuk mengangkut gas tersebut, dan kita dengan bodohnya hanya menjadi penonton dan diam saja melihat semua ketololan itu terjadi!
  • Berdasarkan UU migas, penjualan gas ke dalam negeri dibatasi sampai maksimal hanya 25%, dengan kata lain 75% gas alam kita WAJIB di-ekspor ke luar negeri. Apa implikasinya? industri pupuk kita kekurangan bahan baku, dan banyak yang akhirnya gulung tikar, dengan demikian petani2 kita kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau… buat makan sendiri saja bangsa kita masih keteteran…

External links:

Disclaimer: data2 diatas saya kutip dari buku pak Amien Rais yang saya sebutkan di awal artikel ini, jika anda mendapati bahwa data2 tsb tidak benar, maka silahkan komplain ke sumbernya langsung.

5 Responses to “Indonesia : Land of idiots?”

  1. Mas_rey... said

    mas…saya sedih dengan kenyataan yang menimpa bangsa kita ini…mari berjuang selmatkan bangsa kita…

    saya mo sekolah tinggi2 n habis itu mengabdi buat bangsa kita biar bangsa n rakyat kita g terus2 dibodohin ma orang2 asing yang g tau malu itu…hiks…hiks….sedih aku…..

  2. @Mas_rey

    Benar mas, ayo kita bersama-sama BERJUANG! selamatkan rakyat kita! dedikasi itu harus dimulai dari sekarang, dan harus konsisten, ayo kita berjuang dengan cara yang cerdas!

    Thanks 4 ur visit!

  3. iva said

    so pa kabar masyarakat kita yang buta akan semua ini ?
    yang terus dan terus menerus memperkaya pihak asing ?
    yang notabene menginjak injak harga diri kita ? apa mereka buta ? tuli ? ataukah berlagak bodoh dengan semua penjajahan era sekarang ? kita harus prihatin !!! sangat2 prihatin !!! kita masih di jajah ! kemana pemuda pemudi indonesia ? kemana penerus bangsa ini ? bangsa yang kaya tapi nyatanya miskin ? saudarku sebangsa & setanah air yg kucintai.masihkah engkau mendengar,melihat atas apa yang terjadi ? kenapa diam saja ketika mereka (bangsa asing) mengambil kekayaan yang kita punya ? apakah tega menyaksikan saudara kita membersihakn jamban di rmh2 mrk (bgsa asing) ? dan di injak2 harga diri mereka yang sama saja menginjak2 harga diri kita semua!!! kita indonesia.indonesia yanga amat sangat kita cintai,indonesia yang merdeka seutuhnya ? tolonglah indonesiaku..indonesia kita…beritahu saudara kita yang tidak tahu.biar semua tahu.
    maju indonesia !!! bangkitlah indonesia.amien…!!!
    dan terimakasih buat mas pram

    Syeilendra says..
    hhh… bener banget iva.. sy jg sedih.. hmm.. tp gmn ya cara yg tepat utk memperbaiki semua ini…..

  4. roniocta said

    Entah bernama liberalisme atau neo liberalisme, tak usah kita memperdebatkan itu, yang pasti bahwa terdapat pola yang hampir sama ketika kita masih dijajah Belanda dahulu. Perbedaannya hanya bahwa saat ini ‘penjajah’ tidak perlu repot2 memakai instrumen negara untuk “menjajah” ….
    saya sedikit menulis mengenai hal ini di blog saya dengan judul “Garuda Dalam Sangkar”
    Semoga bermanfaat. Salam.

    Syeilendra says..
    o iya pak, sy sbnernya kmaren2 udh smpt blog surfing d blog anda, tulisan2nya sip
    thanks for sharing
    Salam

  5. Rivaldy_Le Celeste said

    Saya stuju skali dng postingan tdi… Ttpi yg sy ingin tnykan… Amien Rais itu siapa y???? prnah mnjadi ketua MPR-kah…???? Klo prnah apa prestasi yg ia lakukan slma ia mnjbt????? Ttp statis2 saja kan… bahkan stahu sy prnh mmburuk…
    So… Lihat anda sndiri dulu dong Pak… sblm mg-evaluasi orng lain

    Syeilendra said..
    Halo
    Prof. Dr. Amien Rais itu adalah sang lokomotif reformasi, ketika tidak seorangpun dari 200 juta orang Indonesia berani bicara tentang suksesi kepemimpinan nasional, beliau adalah satu2nya manusia Indonesia yang dengan terbuka memaparkan ide ini.
    Benar ia pernah menjabat sebagai ketua MPR (dan BUKAN presiden), ketua MPR itu BUKAN jabatan eksekutif, dengan demikian tidak dilengkapi dengan Executive Power, you must understand this. Wewenangnya hanya berkaitan dengan hal2 mengenai konstitusi. Salah satu dari sekian banyak prestasi beliau yang sangat krusial selama menjabat ketua MPR adalah meng-inisiasi AMANDEMEN Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, hal yang sebelumnya dianggap sakral dan tabu. Saya yakin semua orang setuju kalau UUD hasil amandemen jauh lebih baik dari yang sebelumnya, terutama poin dimana saat ini tidak ada individu/badan yang memiliki kekuasaan terlalu besar. Sisi mana yang anda bilang memburuk (berkaitan dengan wewenang ketua MPR)?

    “So… Lihat anda sndiri dulu dong Pak… sblm mg-evaluasi orng lain” -> kalimat ini ditujukan ke siapa? ke saya atau ke pak Amien? siapa meng-evaluasi siapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: