Hey, what's going on?

Archive for April, 2008

Jadi profesor itu keren!

Posted by Syeilendra Pramuditya on April 30, 2008

professorBeberapa hari ini di TV ada sebuah iklan yang menurut saya cukup mengganggu, iklan tersebut adalah iklan produk telekomunikasi ESIA. Di dalam iklan tersebut ditampilkan sosok seorang profesor matematika dengan gaya seperti orang bloon, kepala agak botak, pakaian tidak karuan, dasi kupu-kupu yang aneh, cara bicara yang ganjil, pokoknya ditampilkan bahwa profesor adalah seorang “freak n nerd”. Mengapa harus seperti itu? apa maksudnya? lihat saja kenyataan saat ini, mana ada profesor seperti itu! Menurut saya hal ini adalah sebuah penghinaan terhadap profesi ilmuan, terutama profesor. Saya bukannya menuntut agar profesi ilmuan diistimewakan, saya hanya menuntut agar semua jenis profesi diperlakukan dengan fair, jangan ada yang direndahkan, tapi juga jangan ada yang ditinggikan, karena sesungguhnya semua profesi memiliki peran masing-masing dalam menjaga keseimbangan kehidupan manusia. Salah satu profesi yang menurut saya saat ini terlalu ditinggikan di negeri ini adalah profesi di dunia hiburan, indikasinya adalah gencarnya promosi melalui berbagai acara “Reality Show” di seluruh stasiun TV. Bayangkan bila generasi yang akan datang merasa malu untuk menjadi ilmuan, dan mereka lebih senang menjadi pekerja dunia hiburan, mau jadi apa bangsa kita ini?! Yah selamat deh, berarti bangsa kita telah naik kelas, yang semula berpredikat BANGSA JONGOS, sekarang sudah menjadi BANGSA PENGHIBUR! Bila anak-anak sekarang ditanya tentang cita-citanya, niscaya mereka akan menjawab mau jadi artis, mau jadi aktor, mau jadi penyanyi, mau jadi model, tapi jarang sekali yang menjawab mau menjadi ilmuan, wah wah wah mau dibawa kemana bangsa ini?! Menurut anda bagaimana, lebih baik bangsa kita ini menjadi bangsa ilmuan ataukah bangsa penghibur saja?! Saya sama sekali tidak bermaksud menghina profesi dunia hiburan, hanya saja menurut saya saat ini promosi dunia hiburan sudah over dosis dan kelewatan. Wahai generasi muda Indonesia, ayo kita ramai-ramai menjadi manusia-manusia pecinta ilmu, ayo kita jadi PROFESOR!!

Advertisements

Posted in my thought | 4 Comments »

The Power of SYSTEM?

Posted by Syeilendra Pramuditya on April 26, 2008

obamaBeberapa hari yang lalu saya membaca sebuah tabloid yang di dalamnya memuat artikel tentang profil capres Amerika dari partai Demokrat, Barack Obama. Ternyata ia adalah blasteran orang bule dan negro, ibunya adalah seorang Amerika tulen, sedangkan ayahnya berasal dari Kenya, mereka bertemu di Hawaii ketika ayah Obama kuliah di Unversitas Hawaii. Setelah ayah Obama menyelesaikan pendidikan di Hawaii, ia kemudian melanjutkan pendidikan Ph.D nya ke Universitas Harvard! Sungguh luar biasa!

Hal penting yang ingin saya garis bawahi adalah mengenai kekuatan sebuah SISTEM. Bukan bermaksud merendahkan, tetapi bayangkan bila ayah Obama tidak mendapat kesempatan kuliah di Amerika, dan tetap tinggal di Kenya, akan jadi apa beliau?? memang mungkin ia tetap akan berkembang, tapi kita semua tahu bahwa kemungkinan tersebut sangat kecil. Ayah Obama adalah tetap seorang manusia yang sama, baik ia kuliah di Amerika atau tidak, tapi mengapa setelah ia kuliah di Amerika ia bisa berkembang dengan sangat baik, sedangkan bila ia tetap tinggal di Kenya (kemungkinan besar) ia tidak akan berkembang sebaik itu. Jawabannya tentu adalah SISTEM, manusia itu ibarat sebuah tanaman, bila ia ditanam di tanah yang subur maka ia akan berkembang baik, dan sebaliknya bila ia ditanam di tanah yang tidak subur, maka pelan-tapi-pasti ia akan mati.

Kisah semacam ini juga sering saya dengar mengenai ilmuan-ilmuan Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, saat mereka kuliah di luar negeri mereka menunjukan prestasi yang sangat baik, tetapi ketika mereka kembali ke home institution, mereka menjadi tak berdaya, apa yang terjadi?? Ada yang bilang hal tersebut semata-mata disebabkan faktor ekonomi dan fasilitas saja, hmm..tapi masalah sebenarnya sepertinya tidak sesederhana itu.. Pertanyaannya adalah mengapa sebagian bangsa mampu membuat dan menerapkan SISTEM yang sangat baik, sedangkan beberapa bangsa yang lainnya (sepertinya) tidak?? Atau lebih jelasnya adalah mengapa sebagian bangsa mampu untuk maju, sedangkan sebagian yang lain (sepertinya) tidak?? Hmmm…..

Posted in my thought | Leave a Comment »

Salut atas sikap DAI alias Danny-Iwan!

Posted by Syeilendra Pramuditya on April 23, 2008

Dany - IwanHari selasa kemarin, KPU Jabar melalui rapat pleno memutuskan bahwa pasangan Ahmad Heryawan – Dede Yusuf (HADE) adalah pemenang pilkada jabar 2008. Tadi pagi saya membaca koran PR, dan di halaman 2 pasangan Danny-Iwan (DAI) sudah memasang ucapan selamat atas kemenangan HADE, selain itu DAI juga mengucapkan terima kasih kepada KPU jabar atas suksesnya pilkada jabar. Nah sikap seperti ini nih yang wajib kita tiru, sikap KSATRIA dan FAIR, sikap yang sungguh sudah hampir punah di negeri ini. Sikap DAI ini menunjukan bahwa mereka tidak gila kuasa dan memang dalam kerangka pengabdian. Sikap DAI ini benar2 contoh yang sangat baik untuk ditiru oleh semua pihak yang sedang berjibaku dalam pilkada. Selamat kepada HADE yang memenangkan pilkada, dan juga selamat kepada DAI, anda sungguh telah memberikan pendidikan politik dan suri tauladan yang sungguh luar biasa!

Posted in social & politics | Leave a Comment »

Pengalaman buruk di American Corner – Perpustakaan Pusat ITB

Posted by Syeilendra Pramuditya on April 15, 2008

American Corner ITBBeberapa waktu yang lalu saya dan seorang teman (dia bukan mahasiswa ITB) datang ke perpus pusat ITB, kebetulan saat itu saya membawa laptop. Ketika kami mau menitipkan tas, di situ tertulis bahwa barang2 berharga sebaiknya tidak dititipkan, saya melihat gambar laptop di salah satu gambarnya, ya sudah tas berisi laptop tersebut akhirnya saya bawa masuk ke perpus.

Tujuan kami sebenarnya ke lantai 3, tapi ketika kami menuju tangga, kami melewati American Corner, yang baru saja dibuka beberapa hari sebelumnya, akhirnya kami mampir sebentar untuk melihat-lihat. Sejak pertama kami masuk ruangan tersebut, si penjaga frontdesk (seorang wanita berusia 30an) sudah melihat kami dengan pandangan aneh.. kemudian saya dan teman saya pun duduk di salah satu meja di tengah ruangan, sebentar kemudian wanita tersebut datang dengan seorang satpam, kemudian mereka pura2 ngobrol beberapa meter di depan tempat saya duduk, tidak disangka wanita tersebut berkata keras2 “WAH ASIK YA ADA PAK SATPAM DISINI, JADI TENANG DEH, GAK AKAN ADA YANG BERANI MENCURI BUKU!”, sambil matanya terus memandang kami! ya ampun saya baru sadar bahwa ternyata kami disangka mau mencuri buku, mungkin karena saya terlihat membawa tas besar, padahal orang bodoh pun pasti tau bahwa tas yang saya bawa itu adalah tas laptop, karena ada logonya “ACER”, dan bahkan saya pun sempat mengeluarkan dan menyalakan laptop saya itu di meja. Saya segera mendatangi frontdesk dan menjelaskan bahwa tas yang saya bawa itu berisi laptop, dan mempersilahkan dia untuk menggeledah kami, bahkan saya menawarkan untuk memanggil satpam saja sekalian! eh dia malah gelagapan dan salah tingkah, dasar…

Saya pikir wanita itu pasti orang luar ITB, yang tidak tahu keadaan di ITB. Setahu saya di pintu keluar perpus itu kan ada sensor n alarm nya, juga ada penjaganya, jadi (hampir) pasti akan ketahuan kalau ada yang membawa buku keluar secara ilegal.

Saya sangat tersinggung atas kejadian tersebut, mungkin karena penampilan saya seperti orang miskin dan memakai sendal jadi disangka mau maling, terutama saya malu pada teman saya itu, ini pertama kalinya dia main ke kampus saya, eh kok pengalamannya sama sekali tidak menyenangkan. Tadinya saya mau bikin panjang sekalian urusannya, tapi dipikir2 kasian juga, ya sudah lah…

Posted in just a story | Tagged: | 3 Comments »