Syeilendra Pramuditya

Posts Tagged ‘sosial’

The Yudhoyono Dynasty..? beware o people…

Posted by Syeilendra Pramuditya on April 12, 2009

Bertambah kekecewaan saya pada Jenderal Yudhoyono, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kekecewaan saya sebelumnya adalah tentang caleg2 Partai Demokrat yang berasal dari kalangan artis/seniman, saya tekankan bahwa saya sama sekali tidak bermaksud merendahkan profesi artis/seniman, tapi masalahnya saya percaya bahwa semua urusan itu ada ahlinya masing2, pertanyaannya: apakah artis/seniman adalah ahli dalam urusan politik/kenegaraan? saya masih ingat ketika pelawak gaek, Qomar (anggota DPR dari partai Demokrat) ditanya mengenai apa yang akan ia lakukan sebagai anggota dewan yang terhormat di DPR, ia hanya menjawab bahwa ia akan membawa humor2 segar ke DPR!! siapa yang butuh humor?! wahai rakyat sekalian, apakah kalian butuh humor dari wakil rakyat di DPR?! dan bagaimana dengan aktor keren Adjie Massaid? apakah kita pernah melihat/mendengar kiprahnya di DPR? apa saja yang sudah ia lakukan untuk membela kepentingan rakyat?? kalau kalian para caleg/anggota DPR yang juga artis bersikeras bahwa kalian adalah memang ahli politik/kenegaraan, fine then, simply proof it!! show us your ability!! tentu rakyat juga akan senang. Yah.. bukan semuanya salah mereka sih.. kenapa kalian yang termasuk kaum terdidik (dan bermoral tentu) memilih untuk tidak berkecimpung di dunia politik?? jadilah partai2 politik kekurangan SDM, dan tidak sedikit yang akhirnya terpaksa merekrut caleg2 seadanya saja.. ala kadarnya.. saya katakan sekali lagi, ini bukanlah bentuk arogansi, atau penyerangan terhadap profesi tertentu.. saya hanya mengajak kita semua untuk berintrospeksi dan memikirkan ulang semuanya..

Kekecewaan saya terhadapĀ Jenderal Yudhoyono yang berikutnya adalah tentang kultur organisasi di partai Demokrat, ko rasa2nya saya mencium aroma kental FEODALISME! Sebelumnya kita melihat bagaimana Megawati mencoba untuk mendirikan kerajaan dan dinasti politiknya, dengan mempersiapkan putrinya, Puan Maharani, sebagai putra mahkotanya. Apa2an ini, memangnya PDIP milik pribadi keluarga Megawati?! mengapa elite2 PDIP diam saja!! Kemudian kasus serupa juga terjadi di PKB, dimana Yeni Wahid mencoba tampil sebagai putra mahkota Gusdur.

Sekarang Yudhoyono malah ikut2an, dia memasang putra bungsunya, Edhie Baskoro Yudhoyono, sebagai putra mahkota! Look Ed, I’m telling you now, anda itu lulusan luar negeri bergelar master, insya Allah tidaklah terlalu sulit bagi anda untuk mencari pekerjaan atau memulai bisnis sendiri, mengapa harus di Demokrat?? Jika diteruskan, then you will just become a shadow of your father’s great name, nothing more.. I’m sorry for saying this.. but this is likely to be true..

ya saya tau memang repot punya ayah dengan nama besar.. tapiĀ secara pribadi saya menyarankan agar anda segera keluar dari Demokrat dan mencari aktifitas lain yang sebisa mungkin tidak berhubungan dengan aktifitas ayah anda.. bukannya saya menyarankan agar anda menjauhi ayah anda, tentu tidak, tapi dengan menunjukan prestasi di luar dunia ayah anda, maka anda akan dihargai sebagai DIRI ANDA SENDIRI, dan bukan sebagai PUTRA DARI AYAH ANDA.. mengerti kan bedanya..

bukankah sebagian besar dari kita hanya ingin EKSISTENSI kita diakui?? that’s all man…

Akhirnya, kepada seluruh rakyat Indonesia yang saya hormati, saya peringatkan agar selalu hati2 dan waspada terhadap parpol2 yang menunjukan gejala FEODALISME, dimana keluarga dan kroni2 mereka yang diangkat sebagai elite2 partai, jangan dukung mereka, bring them down…

it’s too bad to hear that Partai Demokrat very likely to be the winner of this 2009 parliamentary election… I really sorry to hear that… change for my beloved Indonesia is still very very far away…………………………………

Posted in social & politics | Tagged: , , , | 2 Comments »

Dilema Sang Presiden…

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 15, 2008

Kasus : misalnya saya adalah presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat, agenda utama saya adalah memberangus para koruptor, dengan cara memberlakukan hukuman mati untuk para pelaku tindakan korupsi. Tetapi gerakan saya terhambat akibat berlarut-larutnya pembahasan undang2 di parlemen, saya jelas membutuhkan sebuah undang2 agar vonis mati untuk koruptor tersebut mempunyai dasar hukum yang jelas. Tetapi saya pesimis undang2 tersebut bisa lolos di parlemen, karena kita semua tahu bahwa parlemen adalah salah satu markas koruptor (ingatlah tentang nasib undang2 anti pornografi dan pornoaksi), lalu apa yang harus saya lakukan? apakah saya harus melakukan tindakan inkonstitusional? kalau saya melakukan hal tersebut saya khawatir negara akan mengadopsi hukum rimba dan akan terjadi chaos dan anarki, lagipula saya juga belum yakin benar apakah militer ada di pihak saya. Di luar istana, kekesalan rakyat sudah mencapai puncaknya, anarki sudah di depan mata. Jika saya diam saja, anarki akan meletus dengan sendirinya, jika saya bertindak inkonstitusional, sayalah yang akan menjadi penyebab anarki, lalu apa yang harus saya lakukan..?

Bersambung…

Posted in social & politics | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Empat jenis kejahatan yang harus diganjar vonis mati

Posted by Syeilendra Pramuditya on August 15, 2008

Empat jenis kejahatan yang menyebabkan pelakunya tidak punya hak hidup lagi di dunia ini, alias harus dihukum mati, adalah (diurutkan berdasarkan tingkat kejahatan) :

  1. Orang-orang yang terlibat dalam tindakan korupsi, kolusi, dan pungutan liar (pungli) yang menyangkut kepentingan publik. Manusia-manusia yang melakukan kejahatan ini adalah yang paling terkutuk dari semua jenis penjahat, kejahatan mereka benar-benar tak terperikan dan menyebabkan kehancuran dimana-mana. Tindakan mereka antara lain menyebabkan jutaan rakyat kehilangan haknya dan hidup menderita, jutaan anak harus putus sekolah dan malah harus bekerja, macetnya kegiatan pembangunan bangsa, dan masih banyak efek negatif lainnya. Mereka ini termasuk para pejabat korup, para pembuat kebijakan korup, pebisnis2 yang menipu negara, dan juga komprador2 asing yang menipu bangsanya sendiri. Kejahatan ini menyebabkan kehidupan negara dan bangsa menjadi mandek dan tidak bisa maju. Mereka ini harus dieksekusi mati di alun-alun dihadapan rakyat yang ia zalimi. Vonis : MATI
  2. Orang-orang yang terlibat narkoba. Menurut saya bukan hanya bandar/pengedar narkoba saja yang harus dihukum mati, tetapi juga orang-orang yang menggunakannya, seperti dikatakan hukum ekonomi universal, supply ada karena ada demand, jika tidak ada demand, maka tidak akan ada supply. Karena itu kejahatan narkoba harus diberangus dengan motto Once And For All, targetnya adalah pengedar, pemakai, kurir, beking (backing), dan semua pihak lainnya yang terlibat. Kejahatan ini sungguh menghancurkan masa depan bangsa, yaitu dengan merusak pemuda anak2 bangsa. Vonis : MATI
  3. Pemerkosa dan pen-sodomi. Menurut saya kejahatan ini lebih buruk dari pembunuhan, korban nya harus menjalani sisa hidupnya dalam trauma psikologis yang hampir tidak mungkin bisa pulih sepenuhnya, sebagian dari mereka merasa sangat malu dan hina hidup di tengah masyarakat, dan akhirnya memilih bunuh diri. Tidak jarang pula korban2nya akhirnya mengalami gangguan jiwa atau malah terjerumus ke lembah kenistaan, dengan menjadi pelacur, mereka benar2 kehilangan masa depan. Vonis : MATI
  4. Pembunuh. Logikanya sederhana saja : nyawa dibayar nyawa, titik. Vonis : MATI

Saya mengerti bahwa beberapa pihak akan menganggap hal ini terlalu berlebihan, tapi mau bagaimana lagi, kejahatan di negeri kita memang sudah sangat ekstrim, sehingga harus ditangani dengan cara yang ekstrim juga.

Posted in social & politics | Tagged: , , , , | Leave a Comment »