Pada hari Kamis, 11 September 2008, saya menghadiri seminar tentang nuklir yang disampaikan oleh pak kepala BATAN, Dr. Hudi Hastowo. Seminar ini diadakan di Campus Center ITB, dari jam 9 sampai 10 pagi, dengan moderator pak Rektor ITB, Prof. Dr. Djoko Santoso. Pada seminar ini pak kepala BATAN menjelaskan tentang aplikasi nuklir pada berbagai bidang, seperti kesehatan & pengobatan, pangan & pertanian, dan tentu saja PLTN. Yang membuat saya heran, dari 60 menit waktu yang disediakan, pak kepala batan menggunakan sekitar 55 menit untuk memaparkan pemanfaatan nuklir di bidang2 non energi (alias non PLTN), dan hanya menggunakan sekitar 5 menit terakhir saja untuk berbicara mengenai PLTN! ada apa ini? mengapa BATAN tampak ragu (takut?) bicara mengenai PLTN? padahal kita semua tahu bahwa untuk bidang2 non PLTN, seperti pertanian, pengobatan, dsb, tidak ada seorang-pun yang keberatan, hal2 seperti ini buat apa disosialisasikan lagi?
Justru yang mendapat banyak tantangan adalah tentang PLTN, adakah diantara kita yang pernah mendengar Greenpeace berdemo menentang pengobatan kanker dengan menggunakan nuklir? atau demo menolak penggunaan radiasi nuklir untuk merekayasa bibit pertanian varietas unggul? TIDAK! mereka berdemo (baca : menghasut massa) untuk menolak PLTN, tapi mereka tidak pernah berdemo menolak aplikasi nuklir non PLTN bukan? dengan demikian menurut saya yang harus menjadi fokus sosialisasi dan kampanye nuklir adalah tentang PLTN, sedangkan aplikasi nuklir non PLTN hanya sebagai tambahan saja, bukan malah sebaliknya! spesifik mengenai seminar nuklir kemarin di CC-ITB, pak kepala BATAN tidak perlu khawatir bahwa audiens tidak akan mengerti bila anda menjelaskan tentang, misalnya safety system PLTN, audiens anda kemarin itu terdiri dari para mahasiswa S1, S2, S3, dan juga dosen, jadi Insya Allah mereka akan cukup mengerti bila anda menjelaskan sedikit teknis tentang PLTN.
Menurut saya, yang akan membawa perubahan besar bagi bangsa kita adalah aplikasi nuklir pada PLTN, PLTN-lah yang akan mengawal perjalanan pembangunan bangsa kita menuju era industri yang sebenarnya, misalnya melalui penyediaan supply listrik murah dan stabil, yang akan mendukung industri manufaktur dan perdagangan internasional di negara kita. Hal2 seperti inilah yang menurut saya harus disampaikan secara intensif kepada masyarakat, yaitu mengenai outline analisis keselamatan PLTN, dan alasan2 logis tentang mengapa kita harus ber-PLTN bila tidak ingin tertinggal dari negara2 lain. Kesimpulannya, kalau BATAN saja, yang jelas2 memang expert nuklir, ragu bicara tentang PLTN, bagaimana orang lain bisa tidak ragu?



