The Yudhoyono Dynasty..? beware o people…

Bertambah kekecewaan saya pada Jenderal Yudhoyono, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kekecewaan saya sebelumnya adalah tentang caleg2 Partai Demokrat yang berasal dari kalangan artis/seniman, saya tekankan bahwa saya sama sekali tidak bermaksud merendahkan profesi artis/seniman, tapi masalahnya saya percaya bahwa semua urusan itu ada ahlinya masing2, pertanyaannya: apakah artis/seniman adalah ahli dalam urusan politik/kenegaraan? saya masih ingat ketika pelawak gaek, Qomar (anggota DPR dari partai Demokrat) ditanya mengenai apa yang akan ia lakukan sebagai anggota dewan yang terhormat di DPR, ia hanya menjawab bahwa ia akan membawa humor2 segar ke DPR!! siapa yang butuh humor?! wahai rakyat sekalian, apakah kalian butuh humor dari wakil rakyat di DPR?! dan bagaimana dengan aktor keren Adjie Massaid? apakah kita pernah melihat/mendengar kiprahnya di DPR? apa saja yang sudah ia lakukan untuk membela kepentingan rakyat?? kalau kalian para caleg/anggota DPR yang juga artis bersikeras bahwa kalian adalah memang ahli politik/kenegaraan, fine then, simply proof it!! show us your ability!! tentu rakyat juga akan senang. Yah.. bukan semuanya salah mereka sih.. kenapa kalian yang termasuk kaum terdidik (dan bermoral tentu) memilih untuk tidak berkecimpung di dunia politik?? jadilah partai2 politik kekurangan SDM, dan tidak sedikit yang akhirnya terpaksa merekrut caleg2 seadanya saja.. ala kadarnya.. saya katakan sekali lagi, ini bukanlah bentuk arogansi, atau penyerangan terhadap profesi tertentu.. saya hanya mengajak kita semua untuk berintrospeksi dan memikirkan ulang semuanya..

Kekecewaan saya terhadap Jenderal Yudhoyono yang berikutnya adalah tentang kultur organisasi di partai Demokrat, ko rasa2nya saya mencium aroma kental FEODALISME! Sebelumnya kita melihat bagaimana Megawati mencoba untuk mendirikan kerajaan dan dinasti politiknya, dengan mempersiapkan putrinya, Puan Maharani, sebagai putra mahkotanya. Apa2an ini, memangnya PDIP milik pribadi keluarga Megawati?! mengapa elite2 PDIP diam saja!! Kemudian kasus serupa juga terjadi di PKB, dimana Yeni Wahid mencoba tampil sebagai putra mahkota Gusdur.

Sekarang Yudhoyono malah ikut2an, dia memasang putra bungsunya, Edhie Baskoro Yudhoyono, sebagai putra mahkota! Look Ed, I’m telling you now, anda itu lulusan luar negeri bergelar master, insya Allah tidaklah terlalu sulit bagi anda untuk mencari pekerjaan atau memulai bisnis sendiri, mengapa harus di Demokrat?? Jika diteruskan, then you will just become a shadow of your father’s great name, nothing more.. I’m sorry for saying this.. but this is likely to be true..

ya saya tau memang repot punya ayah dengan nama besar.. tapi secara pribadi saya menyarankan agar anda segera keluar dari Demokrat dan mencari aktifitas lain yang sebisa mungkin tidak berhubungan dengan aktifitas ayah anda.. bukannya saya menyarankan agar anda menjauhi ayah anda, tentu tidak, tapi dengan menunjukan prestasi di luar dunia ayah anda, maka anda akan dihargai sebagai DIRI ANDA SENDIRI, dan bukan sebagai PUTRA DARI AYAH ANDA.. mengerti kan bedanya..

bukankah sebagian besar dari kita hanya ingin EKSISTENSI kita diakui?? that’s all man…

Akhirnya, kepada seluruh rakyat Indonesia yang saya hormati, saya peringatkan agar selalu hati2 dan waspada terhadap parpol2 yang menunjukan gejala FEODALISME, dimana keluarga dan kroni2 mereka yang diangkat sebagai elite2 partai, jangan dukung mereka, bring them down…

it’s too bad to hear that Partai Demokrat very likely to be the winner of this 2009 parliamentary election… I really sorry to hear that… change for my beloved Indonesia is still very very far away…………………………………

Sebuah pelajaran dari Hillary Rodham Clinton

Ada yang menarik perhatian saya mengenai pemilu Amerika kemarin, yaitu tentang Hillary Clinton. Seperti kita tahu bahwa Hillary Clinton dan Obama adalah saingan berat selama proses konvensi partai Demokrat, bahkan kalau anda sempat melihat video2 pertarungan debat mereka, anda akan sadar betapa kerasnya persaingan tersebut. Yang menarik, setelah Obama keluar sebagai pemenang, ternyata Hillary Clinton diangkat menjadi U.S Secretary of State (atau di negeri kita dikenal sebagai menlu), Hillary benar2 membuktikan kata2nya untuk membantu Obama’s administration jika ia memang diperlukan.

Young Hillary

Young Hillary

Setidaknya ada 2 implikasi positif dari kasus ini, yaitu:

  1. Hal pertama adalah pendidikan politik melalui keteladanan, tidak ada pendidikan yang lebih efektif dari keteladanan. Ia menunjukan sifat negarawan sejati, dimana ia bergerak di dunia politik bukan karena nafsu kuasa, tapi memang untuk mengabdi kepada negara, bangsa, dan rakyatnya, atau dalam terminologi Islam, mengabdi untuk umat. Tidak masalah ia tidak menjadi presiden, kalau ia memang dibutuhkan untuk posisi lain, fine.. then so be it..
  2. Hal kedua adalah menyatukan (kembali) elemen2 masyarakat, dimana mereka sempat terbagi menjadi berbagai kelompok selama masa2 pemilu. Hal yang paling jelas ya bahwa pendukung Hillary sekarang adalah pendukung Obama juga, karena sekarang Hillary adalah bagian dari sistem, seperti slogan ini: “don’t become a good republican, don’t become a good democrats, just be a good Americans!” (walaupun Hillary & Obama sama2 demokrat sih).
Young Hillary

Young Hillary

Terkait dengan negeri kita tercinta (tapi salah urus), apakah hal serupa bisa terjadi ya? jujur, saat ini saya benar2 tidak bisa membayangkan kalau misalnya di pemerintahan SBY saat ini, Amien Rais jadi menlu/mendagri, Wiranto jadi menkopolkam, megawati jadi.. (ah lupakan saja orang ini! :D ), Prabowo jadi menhan, Hamengkubuwono jadi mendiknas.. dst dst.. bayangkan, the whole administration bisa diisi orang2 yg berkualitas! bayangkan kemajuan yang akan dicapai! yah.. tapi itu kan cuma bayangan.. abisnya semua orang hanya ingin jadi presiden.. n kalau kalah ngambek deh.. trus  sengaja membuat kelompok2 anti pemerintah.. bikin the ruling president jd susah n ga bisa konsen mikirin rakyat.. hhhh… :(

Supporting Obama

Supporting Obama

Tapi bagaimanapun juga ini semua kan hanya interpretasi saya saja, kejadian yg sebenarnya seperti apa ya saya tidak tahu, just remember one thing: everything has its own motive.. think about it…

any comment? please!

The Islamic World : The Future Ruler of theWorld?

Berikut ini ditampilkan data perbandingan 7 Political & Economic Entities (policonomic) yang terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Saya tidak menggunakan kata “negara”, karena saat ini EU dan MMC* tidak memenuhi definisi negara secara konvensional. Data2 ini saya dapat dari wikipedia, http://www.en.wikipedia.org.

Entity Area
million km2
Population
million
GDP(PPP)
trillion USD
GDP(PPP)/capita
USD
USA 9.83 305 13.84 45417
EU 4.32 499 14.71 29482
Japan 0.38 128 4.29 33595
China 9.64 1322 6.99 5289
India 3.29 1132 2.82 2489
Russia 17.10 142 2.09 14714
MMC* 30.24 1183 5.56 4702

*Muslim Majority Countries (cikal bakal The Re-Born Islamic Caliphate?)

Bersambung…

Dilema Sang Presiden…

Kasus : misalnya saya adalah presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat, agenda utama saya adalah memberangus para koruptor, dengan cara memberlakukan hukuman mati untuk para pelaku tindakan korupsi. Tetapi gerakan saya terhambat akibat berlarut-larutnya pembahasan undang2 di parlemen, saya jelas membutuhkan sebuah undang2 agar vonis mati untuk koruptor tersebut mempunyai dasar hukum yang jelas. Tetapi saya pesimis undang2 tersebut bisa lolos di parlemen, karena kita semua tahu bahwa parlemen adalah salah satu markas koruptor (ingatlah tentang nasib undang2 anti pornografi dan pornoaksi), lalu apa yang harus saya lakukan? apakah saya harus melakukan tindakan inkonstitusional? kalau saya melakukan hal tersebut saya khawatir negara akan mengadopsi hukum rimba dan akan terjadi chaos dan anarki, lagipula saya juga belum yakin benar apakah militer ada di pihak saya. Di luar istana, kekesalan rakyat sudah mencapai puncaknya, anarki sudah di depan mata. Jika saya diam saja, anarki akan meletus dengan sendirinya, jika saya bertindak inkonstitusional, sayalah yang akan menjadi penyebab anarki, lalu apa yang harus saya lakukan..?

Bersambung…

Empat jenis kejahatan yang harus diganjar vonis mati

Empat jenis kejahatan yang menyebabkan pelakunya tidak punya hak hidup lagi di dunia ini, alias harus dihukum mati, adalah (diurutkan berdasarkan tingkat kejahatan) :

  1. Orang-orang yang terlibat dalam tindakan korupsi, kolusi, dan pungutan liar (pungli) yang menyangkut kepentingan publik. Manusia-manusia yang melakukan kejahatan ini adalah yang paling terkutuk dari semua jenis penjahat, kejahatan mereka benar-benar tak terperikan dan menyebabkan kehancuran dimana-mana. Tindakan mereka antara lain menyebabkan jutaan rakyat kehilangan haknya dan hidup menderita, jutaan anak harus putus sekolah dan malah harus bekerja, macetnya kegiatan pembangunan bangsa, dan masih banyak efek negatif lainnya. Mereka ini termasuk para pejabat korup, para pembuat kebijakan korup, pebisnis2 yang menipu negara, dan juga komprador2 asing yang menipu bangsanya sendiri. Kejahatan ini menyebabkan kehidupan negara dan bangsa menjadi mandek dan tidak bisa maju. Mereka ini harus dieksekusi mati di alun-alun dihadapan rakyat yang ia zalimi. Vonis : MATI
  2. Orang-orang yang terlibat narkoba. Menurut saya bukan hanya bandar/pengedar narkoba saja yang harus dihukum mati, tetapi juga orang-orang yang menggunakannya, seperti dikatakan hukum ekonomi universal, supply ada karena ada demand, jika tidak ada demand, maka tidak akan ada supply. Karena itu kejahatan narkoba harus diberangus dengan motto Once And For All, targetnya adalah pengedar, pemakai, kurir, beking (backing), dan semua pihak lainnya yang terlibat. Kejahatan ini sungguh menghancurkan masa depan bangsa, yaitu dengan merusak pemuda anak2 bangsa. Vonis : MATI
  3. Pemerkosa dan pen-sodomi. Menurut saya kejahatan ini lebih buruk dari pembunuhan, korban nya harus menjalani sisa hidupnya dalam trauma psikologis yang hampir tidak mungkin bisa pulih sepenuhnya, sebagian dari mereka merasa sangat malu dan hina hidup di tengah masyarakat, dan akhirnya memilih bunuh diri. Tidak jarang pula korban2nya akhirnya mengalami gangguan jiwa atau malah terjerumus ke lembah kenistaan, dengan menjadi pelacur, mereka benar2 kehilangan masa depan. Vonis : MATI
  4. Pembunuh. Logikanya sederhana saja : nyawa dibayar nyawa, titik. Vonis : MATI

Saya mengerti bahwa beberapa pihak akan menganggap hal ini terlalu berlebihan, tapi mau bagaimana lagi, kejahatan di negeri kita memang sudah sangat ekstrim, sehingga harus ditangani dengan cara yang ekstrim juga.

Indonesia : Land of the IDIOTS!!

Richard Nixon, US former president: “(Indonesia is) the richest hoard of natural resources, the greatest prize in south-east Asia..

Fakta-fakta menyedihkan tentang negeri kita berikut ini sebagian besar saya dapatkan dari buku karya salah seorang yang saya kagumi, salah satu negarawan terbaik negeri ini, Prof. Dr. M. Amien Rais, buku beliau berjudul “Agenda Mendesak Bangsa – SELAMATKAN INDONESIA!” , semoga bisa menggugah kita semua untuk memikirkan dan yang paling penting melakukan sesuatu, apa saja yang bisa kita lakukan, sesuai kapasitas dan kemampuan kita masing-masing.

  • Produksi minyak nasional sebesar sekitar satu juta barel per hari saat ini sudah didominasi bahkan dikuasai asing.
  • Sekitar 46.8% kekayaan laut dikuasai kapal-kapal berbendera asing
  • Sekitar 62.5% industri perbankan dikuasai asing.
  • Indosat dimiliki singtel/temasek singapura, 35% saham Telkom dan 98% saham XL adalah milik pihak asing.
  • Berdasarkan perjanjian pertahanan RI-Singapura, maka Singapura berhak mengadakan latihan tempur dengan peluru tajam (!) di wilayah Indonesia sekitar laut cina selatan (Alfa I, Alfa II, Bravo, Baturaja) selama 25 tahun! dan bahkan bebas mengundang pihak ketiga manapun (baca : amerika, israel, belanda, australia, timor leste, dll), alamak!
  • Batas kepemilikan saham oleh pihak asing di industri perbankan China adalah 25%, malaysia 30%, Amerika 30%, India 49%, lalu Indonesia? check this out >> 99%!
  • Kontrak karya pengelolaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia (!) di papua oleh Freeport (yang setiap hari membuang 300 ribu ton limbah tailings!) dimulai pada 1967, dan akan baru berakhir pada 2041! bayangkan, 74 tahun emas kita (akan) dirampok dan kita tenang2 saja, kita pasti sudah GILA!!
  • Blok cepu, minimal menyimpan 600 juta barel minyak dan 2 triliun kaki kubik (TCF) gas. Dengan harga minyak saat ini USD 120/barel, ladang minyak tersebut setidaknya bernilai 72 milyar dolar alias 662.4 trilyun rupiah (kurs Rp 9200), sekitar 2/3 APBN kita! belum lagi natuna (yang kabarnya adalah ladang gas terbesar di dunia!), arun, dan banyak lagi! Secara de facto ladang minyak cepu telah diserahkan pada Exxon Mobil, sampai 2036!! G – I – L – A . . .
  • Porsi bagi hasil ladang gas natuna adalah 100% buat exxon dan 0% buat Indonesia, exxon memasang sistem pipa gas bawah laut dari natuna ke singapura, dengan demikian eksplorasi gas natuna langsung dikirim ke singapura, dimana di sana kapal2 tanker exxon sudah menunggu untuk mengangkut gas tersebut, dan kita dengan bodohnya hanya menjadi penonton dan diam saja melihat semua ketololan itu terjadi!
  • Berdasarkan UU migas, penjualan gas ke dalam negeri dibatasi sampai maksimal hanya 25%, dengan kata lain 75% gas alam kita WAJIB di-ekspor ke luar negeri. Apa implikasinya? industri pupuk kita kekurangan bahan baku, dan banyak yang akhirnya gulung tikar, dengan demikian petani2 kita kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau… buat makan sendiri saja bangsa kita masih keteteran…

External links:

Mereka berani melakukannya, kenapa kita tidak?!

Ini nih yang wajib kita contoh..

Malaysia. Ketika Malaysia dilanda krisis moneter 1997, perdana menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohammad dengan tegas menolak campur tangan IMF di negaranya, bahkan raja uang New York, yang ditengarai adalah biang kerok krisis moneter Asia, George Soros, dengan berani ia caci maki sebagai moron alias tolol! Dua bulan berikutnya, nilai tukar Ringgit memang turun 24%, tapi secara meyakinkan Malaysia segera berhasil keluar dari krisis, ekonomi-nya malah makin mantap dan kuat, sampai hari ini! Pada suatu kesempatan, Mahathir juga pernah membuat berang komunitas yahudi internasional, ia dengan berani mengatakan bahwa saat ini yahudi telah menguasai dunia. Malaysia dibawah Mahathir berani melawan komplotan sekaliber IMF, kita juga harus berani!

Argentina. Ekonomi negeri ini sempat kolaps akibat hantaman krisis ekonomi, persis seperti kisah negeri kita. Untuk mengatasi bencana ekonomi ini, dengan berani pemerintah Argentina secara sepihak segera memperbaharui berbagai kontrak pertambangan dengan korporasi2 multinasional, agar lebih menguntungkan Argentina! lalu apa yang terjadi? ternyata korporasi2 pertambangan multinasional tersebut taat dan patuh, tidak ada yang hengkang! 5 tahun berikutnya (2003-2007) ekonomi Argentina langsung booming dengan rata2 pertumbuhan ekonomi 8.6%! bandingkan dengan negeri kita yang rata2 cuma 5-6%. Argentina berhasil karena berani! kita juga harus berani! segera perbaharui kontrak2 pertambangan freeport, blok cepu, natuna, Arun, dan masih banyak lagi!

Venezuela. Ketika Hugo Chavez terpilih menjadi presiden Venezuela, rekonstruksi sistem ekonomi segera ia lakukan, salah satunya adalah nasionalisasi perusahaan2 pertambangan, lalu apa yang terjadi? sama seperti kasus Argentina, korporasi2 pertambangan multinasional ternyata taat dan patuh, mereka tidak lantas hengkang, mereka terus beroperasi di Venezuela, walaupun dengan aturan baru a’la Chavez! hasilnya? pertumbuhan ekonomi Venezuela mencapai angka 10.5%! salah satu yang tertinggi di dunia! kita juga harus bisa seperti ini!

Bolivia. Pada 2005, Evo Morales terpilih menjadi presiden baru negeri ini, gebrakan pun segera ia lakukan, ia mengumumkan pemotongan gaji presiden (baca : diri sendiri!) sebesar 50%! Kemudian terhitung mulai 1 Januari 2006, seluruh industri migas Bolivia di nasionalisasi, sama seperti di Argentina dan Venezuela, korporasi2 pertambangan multinasional taat dan patuh pada aturan baru a’la Morales tersebut! hasilnya? penghasilan nasional Bolivia naik 500% dibandingkan tahun 2002! sekali lagi, kita juga harus bisa seperti ini!

To be continued…

Ultimate Stupidity of Indonesia [1] : The Indosat Scandal

Sampai saat ini saya masih sangat kesal jika ingat tentang skandal Indosat yang secara super-tolol malah dijual ke singapura, saya masih ingat beberapa tahun yang lalu (kalau tidak salah 2004/2005), saat kasus tersebut sedang panas-panas nya, saya mengikuti lokakarya tentang skandal divestasi Indosat tersebut di Aula Barat ITB, yang menjadi keynote speakers pada saat itu seharusnya meneg BUMN laksamana sukardi (manusia ini juga yang secara serampangan menjual super-tanker pertamina/VLCC yang sedang di-konstruksi di Korea Selatan) dan ketua serikat pekerja Indosat (saya lupa namanya), yah.. bisa ditebak sang meneg BUMN batal hadir dengan alasan sibuk, klise! ketua serikat pekerja Indosat ini kelihatan sangat dongkol mengetahui meneg BUMN ternyata mangkir, saat itu ia tampak sangat gusar tetapi juga sangat percaya diri, tampaknya ia sudah menyiapkan grand-assault untuk sang menteri. Secara eksplisit ketua serikat pekerja Indosat tersebut berpendapat bahwa ia benar2 gagal memahami mengapa Indosat sampai dijual, ke pihak asing pula! menurutnya, sejak awal berdirinya Indosat tidak pernah menyusahkan Indonesia, Indosat selalu mencetak profit, ia tidak tahu logika macam apa yang dipakai megawati dan laksamana sukardi ketika mengambil keputusan tersebut. Indosat dijual dengan harga super murah yaitu 5 trilyun saja, atau singapura akan balik modal (Return of Investment/RoI) hanya dalam waktu kurang dari 4 tahun, karena Indosat menghasilkan keuntungan sekitar 1,5 trilyun per tahun! untung besar!! belum lagi jika dihitung pertumbuhan industri ICT Indonesia yang terus saja booming. Juga perlu diketahui bahwa dengan dijualnya Indosat ke singapura, maka secara otomatis satelit palapa dan infrastruktur komunikasi bawah laut (Fiber Optics Communication Backbone Line) di sekitar selat malaka dan laut cina selatan juga menjadi milik singapura! hal berbahaya lainnya adalah singapura (bisa jadi) dengan leluasa menguping komunikasi pertahanan-keamanan/militer Indonesia, yang seharusnya bersifat super-secret!

Lalu bagaimana solusinya?!

Mudah! bikin lagi saja perusahaan semacam Indosat, atau istilah biologinya di-clone saja, kita misalkan saja namanya “Indocom”. saya tahu biaya yang dikeluarkan akan besar, tapi bukan tidak mungkin toh..? ok misalkan Indocom ini sudah berdiri, lalu bagaimana agar ia bisa berjalan, bagaimana marketing-nya? mudah, pemerintah harus “turun gunung”, dengan secara aktif meng-instruksi-kan segenap bangsa untuk turut serta membesarkan Indocom, secara sporadis kita himbau masyarakat yang selama ini menggunakan produk dan jasa Indosat untuk segera beralih ke Indocom! saya yakin sebenarnya masih banyak rakyat kita yang punya nasionalisme tinggi, mereka hanya perlu diingatkan akan bangsanya. Dalam waktu singkat Indosat-singapura akan gulung tikar dari negeri ini! saya tahu semua bualan tentang globalisasi, pasar bebas, ekonomi pasar, bla bla bla… percayalah, semua itu hanya omong kosong! propaganda yang hanya bisa di-injeksi kepada manusia-manusia yang kurang ilmu saja! apa itu liberalisasi ekonomi, deregulasi pasar, the role of WTO, IMF, WorldBank, bla bla bla… dan segudang istilah njlimet lainnya? semuanya bohong! kapitalisme hanya untuk negara2 yang sudah very-well-developed. Untuk negara seperti Indonesia, pemerintah bukan saja boleh untuk turun ke pasar, tetapi malah harus! kalau bukan pemerintah, siapa lagi pihak yang cukup kuat yang mau dan mampu bermain di pasar, untuk mengambil manfaat ekonomi dari pasar itu sendiri, untuk sebesar-besarnya digunakan untuk kepentingan rakyat, persis seperti yang tertuang di dalam konstitusi kita. Memangnya korporasi mana yang secara konsisten mau menciptakan kesejahteraan rakyat?! jangan harap!! pada titik yang paling ekstrim, negara boleh melakukan apa saja untuk mempertahankan hidup dan penghidupan bangsa dan negara itu sendiri.

what do you think?

Black Campaign? so what!

sby-wirantoBeberapa hari ini, di berbagai media sedang hangat-hangatnya diberitakan tentang “perang bintang” perseteruan antara dua mantan jenderal bintang 4, Wiranto dan SBY. Dalam perseteruan tersebut kubu SBY menuduh bahwa Wiranto telah melancarkan Black Campaign dengan menjelek-jelekan Presiden SBY di hadapan rakyat. Apa yang salah dengan semua itu, menurut saya hal tersebut wajar-wajar saja, asal saja dilengkapi dengan fakta-fakta yang jelas. Bahkan menurut saya Wiranto melakukan hal yang benar dan harus kita tiru, yaitu memaparkan fakta dan kebenaran, betapapun berat dan pahit hal tersebut. Ternyata pernyataan Wiranto memang benar, barusan saya menyaksikan siaran ulang di Metro TV setahun yang lalu, di tayangan tersebut SBY menjanjikan tidak akan ada kenaikan harga BBM sepanjang 2008, jadi benar bahwa SBY telah ingkar janji, hal ini benar-benar tak terbantahkan. Pada ajang PILPRES yang digelar setiap 5 tahun itu, rakyat benar-benar sedang memasang taruhan besar, mereka akan menyerahkan nasibnya (setidaknya untuk 5 tahun) pada sang Presiden, jadi kita memang harus benar-benar tahu tentang orang-orang yang menjagokan diri di ajang tersebut, kita harus tahu sebanyak mungkin nilai plus dan minus nya. Para capres tentu hanya akan menampilkan citra diri yang baik-baik saja, tugas kita lah menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya kepada rakyat, mengenai sifat-sifat tersembunyi (yang biasanya negatif), tindak-tanduk nya selama ini, yaitu track record nya secara utuh dan menyeluruh, sehingga ketika tiba saatnya harus menentukan pilihan, rakyat tidak akan merasa (terlalu) tertipu. Misalnya saja ada seorang calon gubernur yang di masa lalu pernah di mutasi dari jabatannya karena ketahuan melakukan markup nilai proyek, kemudian borok ini dibuka oleh lawan politiknya, apakah hal ini buruk? jelas tidak, hal ini sangat baik dalam rangka menyelamatkan masyarakat, asal jangan sampai menjadi fitnah. So, Black Campaign? no problem, asal disertai fakta-fakta yang benar dan jelas, ayo kita ramai-ramai membuka kedok para politisi kita! Kesimpulannya, orang-orang yang di masa depan memang ingin menjadi pejabat publik, jauh-jauh hari harus bisa menjaga perilaku dan konsisten dengan kebenaran, sehingga menghasilkan life-time track record dengan skor A++ dan predikat Magna Cum Laude, right bro?!

Salut atas sikap DAI alias Danny-Iwan!

Dany - IwanHari selasa kemarin, KPU Jabar melalui rapat pleno memutuskan bahwa pasangan Ahmad Heryawan – Dede Yusuf (HADE) adalah pemenang pilkada jabar 2008. Tadi pagi saya membaca koran PR, dan di halaman 2 pasangan Danny-Iwan (DAI) sudah memasang ucapan selamat atas kemenangan HADE, selain itu DAI juga mengucapkan terima kasih kepada KPU jabar atas suksesnya pilkada jabar. Nah sikap seperti ini nih yang wajib kita tiru, sikap KSATRIA dan FAIR, sikap yang sungguh sudah hampir punah di negeri ini. Sikap DAI ini menunjukan bahwa mereka tidak gila kuasa dan memang dalam kerangka pengabdian. Sikap DAI ini benar2 contoh yang sangat baik untuk ditiru oleh semua pihak yang sedang berjibaku dalam pilkada. Selamat kepada HADE yang memenangkan pilkada, dan juga selamat kepada DAI, anda sungguh telah memberikan pendidikan politik dan suri tauladan yang sungguh luar biasa!