Bertambah kekecewaan saya pada Jenderal Yudhoyono, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kekecewaan saya sebelumnya adalah tentang caleg2 Partai Demokrat yang berasal dari kalangan artis/seniman, saya tekankan bahwa saya sama sekali tidak bermaksud merendahkan profesi artis/seniman, tapi masalahnya saya percaya bahwa semua urusan itu ada ahlinya masing2, pertanyaannya: apakah artis/seniman adalah ahli dalam urusan politik/kenegaraan? saya masih ingat ketika pelawak gaek, Qomar (anggota DPR dari partai Demokrat) ditanya mengenai apa yang akan ia lakukan sebagai anggota dewan yang terhormat di DPR, ia hanya menjawab bahwa ia akan membawa humor2 segar ke DPR!! siapa yang butuh humor?! wahai rakyat sekalian, apakah kalian butuh humor dari wakil rakyat di DPR?! dan bagaimana dengan aktor keren Adjie Massaid? apakah kita pernah melihat/mendengar kiprahnya di DPR? apa saja yang sudah ia lakukan untuk membela kepentingan rakyat?? kalau kalian para caleg/anggota DPR yang juga artis bersikeras bahwa kalian adalah memang ahli politik/kenegaraan, fine then, simply proof it!! show us your ability!! tentu rakyat juga akan senang. Yah.. bukan semuanya salah mereka sih.. kenapa kalian yang termasuk kaum terdidik (dan bermoral tentu) memilih untuk tidak berkecimpung di dunia politik?? jadilah partai2 politik kekurangan SDM, dan tidak sedikit yang akhirnya terpaksa merekrut caleg2 seadanya saja.. ala kadarnya.. saya katakan sekali lagi, ini bukanlah bentuk arogansi, atau penyerangan terhadap profesi tertentu.. saya hanya mengajak kita semua untuk berintrospeksi dan memikirkan ulang semuanya..
Kekecewaan saya terhadap Jenderal Yudhoyono yang berikutnya adalah tentang kultur organisasi di partai Demokrat, ko rasa2nya saya mencium aroma kental FEODALISME! Sebelumnya kita melihat bagaimana Megawati mencoba untuk mendirikan kerajaan dan dinasti politiknya, dengan mempersiapkan putrinya, Puan Maharani, sebagai putra mahkotanya. Apa2an ini, memangnya PDIP milik pribadi keluarga Megawati?! mengapa elite2 PDIP diam saja!! Kemudian kasus serupa juga terjadi di PKB, dimana Yeni Wahid mencoba tampil sebagai putra mahkota Gusdur.
Sekarang Yudhoyono malah ikut2an, dia memasang putra bungsunya, Edhie Baskoro Yudhoyono, sebagai putra mahkota! Look Ed, I’m telling you now, anda itu lulusan luar negeri bergelar master, insya Allah tidaklah terlalu sulit bagi anda untuk mencari pekerjaan atau memulai bisnis sendiri, mengapa harus di Demokrat?? Jika diteruskan, then you will just become a shadow of your father’s great name, nothing more.. I’m sorry for saying this.. but this is likely to be true..
ya saya tau memang repot punya ayah dengan nama besar.. tapi secara pribadi saya menyarankan agar anda segera keluar dari Demokrat dan mencari aktifitas lain yang sebisa mungkin tidak berhubungan dengan aktifitas ayah anda.. bukannya saya menyarankan agar anda menjauhi ayah anda, tentu tidak, tapi dengan menunjukan prestasi di luar dunia ayah anda, maka anda akan dihargai sebagai DIRI ANDA SENDIRI, dan bukan sebagai PUTRA DARI AYAH ANDA.. mengerti kan bedanya..
bukankah sebagian besar dari kita hanya ingin EKSISTENSI kita diakui?? that’s all man…
Akhirnya, kepada seluruh rakyat Indonesia yang saya hormati, saya peringatkan agar selalu hati2 dan waspada terhadap parpol2 yang menunjukan gejala FEODALISME, dimana keluarga dan kroni2 mereka yang diangkat sebagai elite2 partai, jangan dukung mereka, bring them down…
it’s too bad to hear that Partai Demokrat very likely to be the winner of this 2009 parliamentary election… I really sorry to hear that… change for my beloved Indonesia is still very very far away…………………………………

















Malaysia. Ketika Malaysia dilanda krisis moneter 1997, perdana menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohammad dengan tegas menolak campur tangan IMF di negaranya, bahkan raja uang New York, yang ditengarai adalah biang kerok krisis moneter Asia, George Soros, dengan berani ia caci maki sebagai moron alias tolol! Dua bulan berikutnya, nilai tukar Ringgit memang turun 24%, tapi secara meyakinkan Malaysia segera berhasil keluar dari krisis, ekonomi-nya malah makin mantap dan kuat, sampai hari ini! Pada suatu kesempatan, Mahathir juga pernah membuat berang komunitas yahudi internasional, ia dengan berani mengatakan bahwa saat ini yahudi telah menguasai dunia. Malaysia dibawah Mahathir berani melawan komplotan sekaliber IMF, kita juga harus berani!
Venezuela. Ketika Hugo Chavez terpilih menjadi presiden Venezuela, rekonstruksi sistem ekonomi segera ia lakukan, salah satunya adalah nasionalisasi perusahaan2 pertambangan, lalu apa yang terjadi? sama seperti kasus Argentina, korporasi2 pertambangan multinasional ternyata taat dan patuh, mereka tidak lantas hengkang, mereka terus beroperasi di Venezuela, walaupun dengan aturan baru a’la Chavez! hasilnya? pertumbuhan ekonomi Venezuela mencapai angka 10.5%! salah satu yang tertinggi di dunia! kita juga harus bisa seperti ini!
Bolivia. Pada 2005, Evo Morales terpilih menjadi presiden baru negeri ini, gebrakan pun segera ia lakukan, ia mengumumkan pemotongan gaji presiden (baca : diri sendiri!) sebesar 50%! Kemudian terhitung mulai 1 Januari 2006, seluruh industri migas Bolivia di nasionalisasi, sama seperti di Argentina dan Venezuela, korporasi2 pertambangan multinasional taat dan patuh pada aturan baru a’la Morales tersebut! hasilnya? penghasilan nasional Bolivia naik 500% dibandingkan tahun 2002! sekali lagi, kita juga harus bisa seperti ini!
