Syeilendra Pramuditya

Archive for the ‘my thought’ Category

BATAN tidak boleh ragu bicara tentang PLTN

Posted by Syeilendra Pramuditya on September 13, 2008

Dr. Hudi Hastowo

Dr. Hudi Hastowo

Pada hari Kamis, 11 September 2008, saya menghadiri seminar tentang nuklir yang disampaikan oleh pak kepala BATAN, Dr. Hudi Hastowo. Seminar ini diadakan di Campus Center ITB, dari jam 9 sampai 10 pagi, dengan moderator pak Rektor ITB, Prof. Dr. Djoko Santoso. Pada seminar ini pak kepala BATAN menjelaskan tentang aplikasi nuklir pada berbagai bidang, seperti kesehatan & pengobatan, pangan & pertanian, dan tentu saja PLTN. Yang membuat saya heran, dari 60 menit waktu yang disediakan, pak kepala batan menggunakan sekitar 55 menit untuk memaparkan pemanfaatan nuklir di bidang2 non energi (alias non PLTN), dan hanya menggunakan sekitar 5 menit terakhir saja untuk berbicara mengenai PLTN! ada apa ini? mengapa BATAN tampak ragu (takut?) bicara mengenai PLTN? padahal kita semua tahu bahwa untuk bidang2 non PLTN, seperti pertanian, pengobatan, dsb, tidak ada seorang-pun yang keberatan, hal2 seperti ini buat apa disosialisasikan lagi?

nppJustru yang mendapat banyak tantangan adalah tentang PLTN, adakah diantara kita yang pernah mendengar Greenpeace berdemo menentang pengobatan kanker dengan menggunakan nuklir? atau demo menolak penggunaan radiasi nuklir untuk merekayasa bibit pertanian varietas unggul? TIDAK! mereka berdemo (baca : menghasut massa) untuk menolak PLTN, tapi mereka tidak pernah berdemo menolak aplikasi nuklir non PLTN bukan? dengan demikian menurut saya yang harus menjadi fokus sosialisasi dan kampanye nuklir adalah tentang PLTN, sedangkan aplikasi nuklir non PLTN hanya sebagai tambahan saja, bukan malah sebaliknya! spesifik mengenai seminar nuklir kemarin di CC-ITB, pak kepala BATAN tidak perlu khawatir bahwa audiens tidak akan mengerti bila anda menjelaskan tentang, misalnya safety system PLTN, audiens anda kemarin itu terdiri dari para mahasiswa S1, S2, S3, dan juga dosen, jadi Insya Allah mereka akan cukup mengerti bila anda menjelaskan sedikit teknis tentang PLTN.

coreMenurut saya, yang akan membawa perubahan besar bagi bangsa kita adalah aplikasi nuklir pada PLTN, PLTN-lah yang akan mengawal perjalanan pembangunan bangsa kita menuju era industri yang sebenarnya, misalnya melalui penyediaan supply listrik murah dan stabil, yang akan mendukung industri manufaktur dan perdagangan internasional di negara kita. Hal2 seperti inilah yang menurut saya harus disampaikan secara intensif kepada masyarakat, yaitu mengenai outline analisis keselamatan PLTN, dan alasan2 logis tentang mengapa kita harus ber-PLTN bila tidak ingin tertinggal dari negara2 lain. Kesimpulannya, kalau BATAN saja, yang jelas2 memang expert nuklir, ragu bicara tentang PLTN, bagaimana orang lain bisa tidak ragu?

Posted in my thought | Tagged: , , , , , | 3 Comments »

Jadi profesor itu keren!

Posted by Syeilendra Pramuditya on April 30, 2008

professorBeberapa hari ini di TV ada sebuah iklan yang menurut saya cukup mengganggu, iklan tersebut adalah iklan produk telekomunikasi ESIA. Di dalam iklan tersebut ditampilkan sosok seorang profesor matematika dengan gaya seperti orang bloon, kepala agak botak, pakaian tidak karuan, dasi kupu-kupu yang aneh, cara bicara yang ganjil, pokoknya ditampilkan bahwa profesor adalah seorang “freak n nerd”. Mengapa harus seperti itu? apa maksudnya? lihat saja kenyataan saat ini, mana ada profesor seperti itu! Menurut saya hal ini adalah sebuah penghinaan terhadap profesi ilmuan, terutama profesor. Saya bukannya menuntut agar profesi ilmuan diistimewakan, saya hanya menuntut agar semua jenis profesi diperlakukan dengan fair, jangan ada yang direndahkan, tapi juga jangan ada yang ditinggikan, karena sesungguhnya semua profesi memiliki peran masing-masing dalam menjaga keseimbangan kehidupan manusia. Salah satu profesi yang menurut saya saat ini terlalu ditinggikan di negeri ini adalah profesi di dunia hiburan, indikasinya adalah gencarnya promosi melalui berbagai acara “Reality Show” di seluruh stasiun TV. Bayangkan bila generasi yang akan datang merasa malu untuk menjadi ilmuan, dan mereka lebih senang menjadi pekerja dunia hiburan, mau jadi apa bangsa kita ini?! Yah selamat deh, berarti bangsa kita telah naik kelas, yang semula berpredikat BANGSA JONGOS, sekarang sudah menjadi BANGSA PENGHIBUR! Bila anak-anak sekarang ditanya tentang cita-citanya, niscaya mereka akan menjawab mau jadi artis, mau jadi aktor, mau jadi penyanyi, mau jadi model, tapi jarang sekali yang menjawab mau menjadi ilmuan, wah wah wah mau dibawa kemana bangsa ini?! Menurut anda bagaimana, lebih baik bangsa kita ini menjadi bangsa ilmuan ataukah bangsa penghibur saja?! Saya sama sekali tidak bermaksud menghina profesi dunia hiburan, hanya saja menurut saya saat ini promosi dunia hiburan sudah over dosis dan kelewatan. Wahai generasi muda Indonesia, ayo kita ramai-ramai menjadi manusia-manusia pecinta ilmu, ayo kita jadi PROFESOR!!

Posted in my thought | 2 Comments »

The Power of the SYSTEM?

Posted by Syeilendra Pramuditya on April 26, 2008

obamaBeberapa hari yang lalu saya membaca sebuah tabloid yang di dalamnya memuat artikel tentang profil capres Amerika dari partai Demokrat, Barack Obama. Ternyata ia adalah blasteran orang bule dan negro, ibunya adalah seorang Amerika tulen, sedangkan ayahnya berasal dari Kenya, mereka bertemu di Hawaii ketika ayah Obama kuliah di Unversitas Hawaii. Setelah ayah Obama menyelesaikan pendidikan di Hawaii, ia kemudian melanjutkan pendidikan Ph.D nya ke Universitas Harvard! Sungguh luar biasa!

Hal penting yang ingin saya garis bawahi adalah mengenai kekuatan sebuah SISTEM. Bukan bermaksud merendahkan, tetapi bayangkan bila ayah Obama tidak mendapat kesempatan kuliah di Amerika, dan tetap tinggal di Kenya, akan jadi apa beliau?? memang mungkin ia tetap akan berkembang, tapi kita semua tahu bahwa kemungkinan tersebut sangat kecil. Ayah Obama adalah tetap seorang manusia yang sama, baik ia kuliah di Amerika atau tidak, tapi mengapa setelah ia kuliah di Amerika ia bisa berkembang dengan sangat baik, sedangkan bila ia tetap tinggal di Kenya (kemungkinan besar) ia tidak akan berkembang sebaik itu. Jawabannya tentu adalah SISTEM, manusia itu ibarat sebuah tanaman, bila ia ditanam di tanah yang subur maka ia akan berkembang baik, dan sebaliknya bila ia ditanam di tanah yang tidak subur, maka pelan-tapi-pasti ia akan mati.

Kisah semacam ini juga sering saya dengar mengenai ilmuan-ilmuan Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, saat mereka kuliah di luar negeri mereka menunjukan prestasi yang sangat baik, tetapi ketika mereka kembali ke home institution, mereka menjadi tak berdaya, apa yang terjadi?? Ada yang bilang hal tersebut semata-mata disebabkan faktor ekonomi dan fasilitas saja, hmm..tapi masalah sebenarnya sepertinya tidak sesederhana itu.. Pertanyaannya adalah mengapa sebagian bangsa mampu membuat dan menerapkan SISTEM yang sangat baik, sedangkan beberapa bangsa yang lainnya (sepertinya) tidak?? Atau lebih jelasnya adalah mengapa sebagian bangsa mampu untuk maju, sedangkan sebagian yang lain (sepertinya) tidak?? Hmmm…..

Posted in my thought | Leave a Comment »