Beberapa hari ini di TV ada sebuah iklan yang menurut saya cukup mengganggu, iklan tersebut adalah iklan produk telekomunikasi ESIA. Di dalam iklan tersebut ditampilkan sosok seorang profesor matematika dengan gaya seperti orang bloon, kepala agak botak, pakaian tidak karuan, dasi kupu-kupu yang aneh, cara bicara yang ganjil, pokoknya ditampilkan bahwa profesor adalah seorang “freak n nerd”. Mengapa harus seperti itu? apa maksudnya? lihat saja kenyataan saat ini, mana ada profesor seperti itu! Menurut saya hal ini adalah sebuah penghinaan terhadap profesi ilmuan, terutama profesor. Saya bukannya menuntut agar profesi ilmuan diistimewakan, saya hanya menuntut agar semua jenis profesi diperlakukan dengan fair, jangan ada yang direndahkan, tapi juga jangan ada yang ditinggikan, karena sesungguhnya semua profesi memiliki peran masing-masing dalam menjaga keseimbangan kehidupan manusia. Salah satu profesi yang menurut saya saat ini terlalu ditinggikan di negeri ini adalah profesi di dunia hiburan, indikasinya adalah gencarnya promosi melalui berbagai acara “Reality Show” di seluruh stasiun TV. Bayangkan bila generasi yang akan datang merasa malu untuk menjadi ilmuan, dan mereka lebih senang menjadi pekerja dunia hiburan, mau jadi apa bangsa kita ini?! Yah selamat deh, berarti bangsa kita telah naik kelas, yang semula berpredikat BANGSA JONGOS, sekarang sudah menjadi BANGSA PENGHIBUR! Bila anak-anak sekarang ditanya tentang cita-citanya, niscaya mereka akan menjawab mau jadi artis, mau jadi aktor, mau jadi penyanyi, mau jadi model, tapi jarang sekali yang menjawab mau menjadi ilmuan, wah wah wah mau dibawa kemana bangsa ini?! Menurut anda bagaimana, lebih baik bangsa kita ini menjadi bangsa ilmuan ataukah bangsa penghibur saja?! Saya sama sekali tidak bermaksud menghina profesi dunia hiburan, hanya saja menurut saya saat ini promosi dunia hiburan sudah over dosis dan kelewatan. Wahai generasi muda Indonesia, ayo kita ramai-ramai menjadi manusia-manusia pecinta ilmu, ayo kita jadi PROFESOR!!





